Devisit Air Menyusut, PLN Minta Hujan Buatan Di Waduk Riam Kanan

Minimnya ketersediaan air di wadul PLTA Riam Kanan membuat PT PLN (Persero) berinisiatif untuk bekerja sama dengan BPBD untuk melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di sekitar waduk riam kanan.

Manajer Transmisi dan Distribusi PT PLN (Persero) Wilayah Kalselteng Sumaryadi menjelaskan, kemarau panjang yang terjadi di Kalsel tahun ini menyebabkan ari di waduk PLTA Ir P M Noor terus menyusut sehingga mendekati batas elevasi minim yang setinggi 53 meter dpal. “Berkurangnnya lebih 3 meter sejak dua bulan terakhir. Dan ini berakibat terganggunya operasional PLTA Ir PM Noor. Karenanya hanya dapat mengoperasikan satu unit dari tiga unit pembangkit pada siang hari dan dua unit pada malam hari. Kadar kapasitas produksi PLTA sendiri berkurang dari 30 MegaWatt menjadi hanya 7,5 MegaWatt,” ungkapnya, Kamis, (18/10) di Posko TMC, VIP Bandara Syamsudin Noor, kemarin siang.

Oleh sebab itu, pihaknya melaksanakan hujan buatan pada wilayajh Daerah Aliran Sungai (DAS) Riam Kanan yang mana merupakan cathment area waduk PLTA Ir PM Noor. “Pelaksanaan TMC tersebut nantinya diharapkan berguna untuk mengatasi defisit air tersebut. Potensi hujan dioptimalkan agar jatuh sampai ke permukaan tanah dan tepat pada daerah yang ditargetkan,” terangnya.

Sementara itu, Keapal UPT Hujan Buatan – BPPT F Heru Widodo menginformasikan, kegiata TMC di DAS dimulai sejak, Kamis, 18 Oktober 2012, (kemarin, red) selama 30 hari ke depan. “Sebagaimana sebelumnya TMC ini didukung dengan satu unit pesawat CASSA 212-200 milik BPPT. Keberadaan awan potensial di daerah target akan tersu dipantau menggunakan radar cuaca milik BMKG wilayah Kalsel. Untuk bantuan kita juga tempatkan petugas observer cuaca di Pos Meteorologi (Posmet) di daerah Rantau Bujur dan Belangian. Hasil hujan setiap harinya akan dipantau dengan menggunakan data curah hujan yang diukur dari beberapa penakar curah hujan yang tersebar di sekitar daerah target DAS Riam Kanan,” pungkasnya.