Tips Memotret Kembang Api

Kembang Api Malam Lebaran di Siring depan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Kembang Api Malam Lebaran di Siring depan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Fireworks atau kembang api merupakan moment yang kerap kali di tunggu dalam suatu perayaan. Entah itu tahun baru, lebaran, atau pesta ulang tahun suatu perusahaan dan organisasi. Nah, pesta kembang api juga terkadang menjadi hal yang begitu umum sebagai simbolis suatu acara pergantian tahun, pembukaan olahraga, selebrasi keberhasilan, atau di malam hari raya. Hambar rasanya jika pada suatu perayaan tidak ada pesta kembang apinya. Betul, bukan? Namun kita tetap setuju kalau pendapat tersebut hanya berlaku untuk sebagian kalangan. Pertunjukkan pesta kembang api haruslah direncanakan dengan matang, mulai dari jenis kembang api, lokasi peluncuran, cuaca, keamanan dan tentu saja budget. Yang tidak sedikit. Demi megahnya suatu moment perayaan. Dan tentu akan selalu dikenang. Alangkah luar biasanya jika kita bisa mengabadikannya dalam sebuah frame foto. Meski baru belajar, rasanya tak salah jika kita bisa berbagi cara dan teknik untuk memfoto kembang api yang… lumayan lah, bisa di tag di akun fb, tweet, blog, situs, media sosial, atau terbit di koran.

Sesungguhnya, memotret kembang api tak jauh beda dengan melukis cahaya dari kejauhan. Namun jika berhasil mendapatkan apa yang sudah dikonsepkan dalam pikiran kita, maka rasa puas itu akan datang. Tak perlu dibayar pun rela kalau hanya untuk sekadar memotret kembang api. Untuk ukuran cahaya yang sangat minim –karena kembang api biasanya hanya dinyalakan di malam hari—kita memerlukan teknik dan perhitungan yang cukup matang.

Kembang Api Pada Malam Tanglong Ramadhan di Gedung Pemko Banjarbaru
Kembang Api Pada Malam Tanglong Ramadhan di Gedung Pemko Banjarbaru

Mula-mula, tentukan lokasi pemotretan yang bagus, dari sisi angle, komposisi, dan jarak focus –tak sedikit kasus yang terjadi di lapangan, si fotografer malah terlalu dekat sehingga tak bisa menangkap keseluruhan kembang api—agar bisa menangkap seluruh percikan kembang api. Pastikan anda memotret dengan kondisi pandangan yang luas dan sudut yang lebar. Artinya jangan sampai pandangan anda terhalang oleh objek apapun. Tentunya jika kita menginginkan tangkapan cahaya yang sempurna.

Beberapa peralatan yang wajib digunakan ketika ingin memotret kembang api.

  1. Pakai Tripod => tripod berfungsi agar kamera tidak terlalu berguncang ketika shutter ditekan dan mirrorlees turun-naik. Itupun jika anda tikda mengingikan hasil gambar yang shake (getar).
  2. ISO Rendah => Untuk setingan ISO, anda boleh menyetelnya sesuka hati. Tergantung selera. Bisa 100, 200, 400, dan 800. (kalau saya lebih sering memakai ISO 100. Selain meminimalisir noise, juga memungkinkan speed yang rendah ketika kita memakai mode Aparture Priority.
  3. Speed Rendah => Time Priority bisa  digunakan kurang dari lima detik. 1 jam pun tak apa, yang penting itu kembang api non-stop.
  4. Time Shutter => Ini hanya sebagai pilihan alternatif. Jika anda bosan menunggu cermin terlalu lama untuk naik, anda bisa memilihnya untuk shutter waktu. 2 detik sudah cukup.
  5. Tekan shutter => Tak ada gambar yang dihasilkan jika kita tidak menekan shutter. Jika moment yang diinginkan sudah dapat, maka tinggal menekan tombol shutter. Silahkan menikmati hasilnya. Dan selamat mencoba.

Semoga Bermanfaat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s