A Yani Rawan Laka Lantas

Seorang pengedara terjatuh ketika melntas di jalan A Yani Km 28
Seorang pengedara terjatuh ketika melntas di jalan A Yani Km 28

Kecelakaan yang sering terjadi di sepanjang jalan lurus akhir-akhir ini menjadi peringatan khusus kepada pengendara dan pengguna jalan pada umumnya. Dari data yang berhasil dihimpun MK, di tahun 2011, tercatat 39 kasus kecelakaan pada Jalan A Yani Km 20-30 dari total 67 kasus kecelakaan di Banjarbaru. Nah, menanggapi hal ini, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) resort Banjarbaru AKP Suparno menuturkan, faktor utama penyebab terjadinya resiko kecelakaan lebih banyak dikarenakan kurangnya konsentrasi oleh pengemudi kendaaraan bermotor. “Hampir 70% pengemudi kendaraan terlena dengan lebarnya jalan. Lengah,” ujarnya ketika di temui penulis Sabtu, (7/1) kemarin.

Dikatakannya, ketentuan batas arus lalu lintas sudah ada kadar hitungannya. “Sebenarnya, secara umum pengguna jalan dari satu arus tidak boleh melewati garis yang sudah ditandai di jalan-jalan besar. Budaya ingin selalu mendahului itu agar dihindari. Jangan dibiasakan karena itu bisa membahayakan.” tambahnya.

Dikatakannya, secara umum pengguna jalan sering menanggap jalan yang lurus adalah jalur bebas hambatan. Seakan-akan, tambahnya, pengendara sesukanya saja memacu dengan kecepatan tinggi. “Padahal hal tersebut beresiko fatal,” ucapnya.

Maka dari itu, ia mengharapkan perhatian masyarakat akan amannya berlalu lintas yang wajar. “Tanpa kesadaran pengguna jalan sendiri, pelebaran jalan tidak memberikan dampak positif kalau warga tidak menaati peraturan lalu lintas yang berlaku,” tegasnya. Di samping itu, ia mengingatkan kesamaan persepsi antara alam, kendaraan, dan manusianya harus bisa bersatu supaya tetap dalam kendali. “Bisa mengontrol situasi dan kondisi,” pesannya.

Di sisi lain, menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru Ahmad Jayadi menerangkan, keberadaan median jalan berfungsi agar pengguna jalan tidak mengambil jalur berlawanan. “Singkatnya untuk memecah arus, agar lalu litas terkodinir. Namun efektifnya median jalan tersebut tentu membutuhkan kesadaran pengguna jalan juga,” katanya.

Jayadi mengaku, pihak Dishub Banjarbaru telah melakukan usul-usul terkait pembenahan dan penataan rambu-rambu di sepanjang jalan A Yani. “Kita semua tahu bahwa A Yani merupakan jalan nasional. Oleh sebab itu, kita sharing dengan pihak provinsi kemudian pihak provinsi juga mnyampaikan kepada pusat,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjarbaru menuturkan, seperti yang di ketahui, Kota Banjarbaru sekarang merupakan kota yang kian bertambah kepadatan penduduknya. Hal ini tentu berdampak terhadap kepadatan lalu lintas yang makin tinggi hingga menyebabkan macet di bebebrapa titik. “Pemkot bekerjasama dengan Polresta Banjarbaru serta jajaran dinas terkait lainnya berusaha mengurangi masalah kecelakaan agar berkurang,” ucapnya ketika dihubungi MK.

Menurut analisisnya, saat ini respon masyarakat terhadap peraturan lalu lintas masih minim. Masalah ini merupakan fakta yang tampak dihadapan mata. “Seperti kurangnya atribut kelengkapan yang sudah sangat umum dan populer di pengguna jalan. Ditambahlagi menggunakan Handphone sewaktu berkendara. Misalnya mengetik sms dan menelpon. Apalagi facebook-an saat mengemudikann kendaraan. Hal sepele ini harus diperhatikan dan dihindari. Karena konsentrasi akan terbagi. Pemkot akan terus berusaha mengurangi. Masyarakat juga harus memahami,” tegasnya.

Ogi mengingatkan agar tidak memaksakan diri mengemudikan kendaraan bermotor kalau kelelahan. ”Kalau Kelelahan dalam berkendara, ya, jangan dipaksakan. Isitrahat sejenak. Karena tidak sedikit kecelakaan yang terjadi selama ini di sebabkan karen terlalu mengantuk dan ketiduran,” pungkasnya.[]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s