Akhirnya, Anak-anak Mengaji di Gedung Baru

 Mengaji- Para santri dan santriwati sedang belajar membaca Alquran di gedung baru TKA/TPA Yayasan Hidayatul Muhajirin Jalan Beringin No 1 Banjarbaru, Kamis (19/1) kemarin. Gedung ini berhasil di bangun berkat bantuan pengelola, yayasan dan masyarakat sekitarnya.
Mengaji- Para santri dan santriwati sedang belajar membaca Alquran di gedung baru TKA/TPA Yayasan Hidayatul Muhajirin Jalan Beringin No 1 Banjarbaru, Kamis (19/1) kemarin. Gedung ini berhasil di bangun berkat bantuan pengelola, yayasan dan masyarakat sekitarnya.

Setelah sekian lama nyambi pada ruangan mesjid Hidayatul Muhajirin untuk kegiata belajar-menagjar Alquran, Taman Kanank-kanak AlQuran (TKA/Iqro) dan Taman Pendidikan AlQuran (TPA/Alquran) Yayasan Hidayatul Muhajirin akhirnya mempunyai gedung sendiri untuk kegiatan belajar-mengajar. “Saya sangat berterima kasih sekali kepada pengelola, Yayasan, dan masyarakat yang sudah turut membantu TKA/TPA ini,” ujar salah seorang Ustadzah TKA/TPA Hidayatul Muhajirin Hj Normaniah kepada penulis, Kamis, (19/1) kemarin.

Sebagai rasaya bersyukur atas rejeki yang dirasakan oleh para guru dan murid-muridnya, mereka sudah mulai memakai gedung baru tersebut sejak peresmiannya pada 9 Januari lalu. Dikatakan Hj Nomariah, Sejak tahun 1990 ia telah mengajar di TKA/TPA Yayasan Hidayatul Muhajirin kurang lebih 12 tahun belakangan ikut nyambi di ruangan induk mesjid Hidayatul Muhajrin. Saat ini, jumlah keseluruhan murid di TKA/TPA berjumlah 160 orang. “Kitas sudah mengajar disini puluhan tahun. Dari anak murid yang telah wisuda (khatam) menikarh. Mempunyai anak, nah lalu anaknya lagi di sekolahkan keseni. Boleh dikata kita sudah mengajar 3 generasi. Kami beserta guru lainnya berharap agar bisa meningkatkan seni baca AlQuran sejak usia dini. Dan kita selalu siap menerima murid baru kapan saja,” katanya.

Dikatakannya lagi, gedung berlantai dua tersebut berisi ruangan rapat para dewan guru dan ruang kelas untuk kegiatan belajar yang cukup luas.

Di samping itu, Hj Emeria seorang ustadzah yang juga mengajar di TKA/TPA tersebut menambahkan kalau setiap tahunnya, TKA/TPA ini mengkhatamkan santri sedikitnya 10 orang. “Mudah-mudahan kami sebagai tenaga pengajar disini bisa bersyuku kepada segala rejeki yang telah diberikan. Bantuan yang telah diberikan oleh pengelola, yayasan, pemerintah dan masyarakat kita gunakan untuk amal jariyah mereka. Agar dapat ganjaran pahala,” pungkasnya. []

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s