Lagi, Dana BOS Terlambat

Para siswa Mts Miftahul Khairyah ketika di ruang Laboratorium

Para siswa Mts Miftahul Khairyah ketika di ruang Laboratorium

Keterlambatan cairnya dana BOS madrasah untuk wilayah Kota Banjarbaru sepertinya belum lagi menemukan titik terang. Pasalnya, dari beberapa sekolah madrasah swasta di Banjarbaru belum lagi mendapatkan pembayaran atas kekurangan dana pada tahun 2011 lalu.

Meski demikian, madrasah yang telah dibayarkan sesuai dengan jumlahnya pun mengharapkan keteptan waktu pemabayaran yang sudah dijanjikan. Hal itu disampaikan kepada sekolah Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Al Falah putra Abdul Basid. “Kalau dana BOS kita terima lancar saja sesuai jumlahnya. Tetapi kita harapkan dana tersebut bisa sampai di awal triwulan. Karena sering kami menggunakan dana talangan seblum dana BOS itu sampai,” ujarnya ketika ditemui penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Selasa, (28/2) kemarin.

Sementara itu, ada dua sekolah madrasah di Banjarbaru yang masih kekurangan menerima dana BOS dari Kementrian Agama. Adalah Mts Darul Ilmi Kelurahan Landasan Ulin Barat kecamatan Liang Anggang dan Mts Miftahul Khairiyah Kecamtaan Cempaka. Kepala Sekolah Mts Darull Ilmi H Sir’an membenarkan adanya kekurangan pembayaran dana BOS tersebut. “Memang dana yang sampai ke kami jumlahnya tidak sama dengan jumlah muridnya. Tapi, kamin ikhlas saja. Semua upaya yang sudah dilakukan dari kementrian agama pasti yang terbaik untuk kesejahteraan madrasah. Lagian sekarang sudah habis tahun anggaran,” tuturnya.

Ia mengharapakan agar di tahun ini tidak ada selisih atau kekurasngan dana tersebut. “Semoga saja sesuai dengan bagiannya. Tidak terjadi kekurangan lagi,” harapnya.

Sedangkan Kepala sekolah Mts Miftahul Khairiyah HM Zyarkasi didampingi H Rustinaida bendahara Bos mengakui kurangnnya pembayaran dana BOS di Mts Miftahul Khairiyah. “Padahal kita sudah memberikan data para murid seakurat mungkin. Tapi apalah daya, kita ikut pemerintah saja, sebagai sekolah swasta, mendapat bantuan saja kita sudah sangat bersyukur sekali,” paparnya. Lebih jauh ia mengharapkan supaya pemerintah bisa mengatur sedemikian rupan agar tidak ada lagi selisih dana pembayaran.

Menyikpai hal demikian, Kasi Mapenda Kementrian Agama Kota Banjarbaru Nukaman menjelaskan, proses penyaluran dana BOS bagi madrasah memang berbeda dengan proses penyaluran di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Dana BOS di Kemendikbud disalurkan melalui kas umum masing-masing daerah kemudian langsung disalurkan ke sekolah. Nah, sedangkan untuk dana BOS madrasah tidak demikian. Berbeda mekanismenya,” terang Nukman. Menurutnya, dana untuk madrasah berstatus negeri lebih sudah melekat pada anggaran untuk madrasah tersebut. “Sementara untuk madrasah swasta dana BOS itu disalurkan melalui Kemenag. Maka dari itu, kalau dananya sudah cair, pasti langsung disalurkan oleh Kanwil Kemenag. Barulah dialokasikan ke masing-masing madrasah,” jelasnya. “Kita sudah mengupayakan sebaik mungkin. Namun kita tetap saja tak bisa berbuat apa-apa selain petunjuk dari Kemenag Provinsi. Semoga saja dananya tidak molor lagi dan sesuai jumlahnyua. Karena kasihan beberapa sekolahan yang sangat butuh dana BOS itu,” pungkasnya.


Aksesori Murah Menarik

Jangan kuatir jika anda memerlukan aksesoris menarik yang murah di Banjarbaru. Tak perlu ke mall, tak perlu keluar kota. Cukup di wilayah Murjani saja. Di wilyaha ini banyak yang menjual pernik-pernik dan aksesori yang haraganya murah. Dari imitasi sampai yang stainless steel. Berbagai macam jenis gelang, kalung, anting, dan stiker pun ada. Dari harga 5 ribu rupiah sampai 50 ribu rupiah.

Andi yang biasa bermain band mengatakan aksesori adalah hal wajib seblum manggung di beberapa event. “Aksesoris seperti gelang dan kalung itu bisa memotifasi dan menambah kepercaayaan diri dihadapan penonton. Adanya penjual aksesoris murah seperti membantu saya untuk selalu berganti aksesoris. Biar gak dibilang itu-itu aja. Lebih murah kan lebih hemat,” katanya sembati memilih-milih gelang.

Keputusan Resmi dari Dikti

Banyak kalangan civitas akademia di Kalsel tidak mengetahui adanya Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Nomor 15/E/2012 Tentang Publikasi Karya Ilmiah, karena disana tercatat bahwa diberlakukan per Agustus 2012. Menanggapi hal tersebut, Pembantu Dekan III FMIPA Noer Komari mengatakan, tak ada surat resmi dari dekti mengenai pemberlakuan tersebut di fakultas. Namun mendengar hal tersebut, ia mengaku langsung mengaktifkan jurnal-jurnal ilmiah yang sudah terjadwal. “Sekarang, mahasiswa punya peran penting dalam jurnal tersebut,” ujarnya, kemarin. Demikian pula Fakultas Perikanan Unlam yang mulai berbenah diri memahami keputusan Dikti tersebut.

Dekan FKIP Universitas Ahmad Yani (UVAYA) Fauzani mengaku tak mengetahui hal tersebut lantaran tidak ada perihal keputusan yang sampai kepada pihak fakultas. “Rumor itu sudah sampai ke fakultas. Tetapi, tak ada surat keputusaan yang sampai ke fakultas. Maka dari itu, kalau memang ada kita tentu mengikuti aturan pemerintah,” katanya.

Sedangkan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat (FMIPA UNLAM) yang sudah begitu siap dengan keputusan dari DIkti. Sekadar diketahui, FMIPA sudah 5 tahun memberlakukan peraturan setiap mahasiswa yang akan menjadi sarjana harus membuat poster dan menulis karya tulis ilmiah.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan Pahmi Ansyari mengaku telah membuat web situs bernama Fish Sciance guna menampung beberapa karya tulis ilmiah dari mahasiswa dan mahasiswi. “Meski belum rampung benar, tapi sudah bisa digunakan sewajarnya. Toh kita belum mendapatkan format makalah dari Dikti. Mungkin Mei mendatang aka nada pelatihan bagi para mahasiswa,” pungkasnya

Jam Tangan Murah Meriah

para pembeli sedang memilih berbagai macam jenis jam tangan murah di pasar murah yang di gelar di Lapangan Murjani beberapa waktu lalu   para pembeli sedang memilih berbagai macam jenis jam tangan murah di pasar murah yang di gelar di Lapangan Murjani beberapa waktu lalu   para pembeli sedang memilih berbagai macam jenis jam tangan murah di pasar murah yang di gelar di Lapangan Murjani beberapa waktu lalu   para pedagang jam tangan murah sedang menawarkan berbagai jenis jam tangan kepada salah seorang pelanggan

para pembeli sedang memilih berbagai macam jenis jam tangan murah di pasar murah yang di gelar di Lapangan Murjani beberapa waktu lalu

Menggunakan arloji atau jam tangan memang bukan kebutuhan semua orang. Tetapi ketepatan waktu tentu menjadi lebih penting bagi orang yang doyan beraktifitas dan bekerja. Jika biasanya kita berjalan ke took-toko jam tangan dan melihat label-labelnya yang luar biasa, itu adalah hal biasa. Namun kali ini, di pasar malam Murjani bisa anda dapatkan jam tangna dari harga 25 ribu saja sampai 30 ribu rupiah.

Anto salah seorang penjual pakaian jadi mengatakan, membeli jam yang murah itu harus teliti. “Kalau kita sih,yang penting jamnya normal, baterinya awetm ya sudah. Kita beli aja, gak kepengen yang mahal-mahal,” ujarnya seraya memilih-milih. Lain lagi yang disampaikan Anton mahasiswa Farmasi, katanya sih, beli yang murah cepat rusak. “Mendingan yang bermerek aja sekalian biar agak kerasan dan lebih tahan lama,” pungkasnya. Terserah, semua tergantung pilihan dan selera kita masing-masing, kan!

Harapkan Pebulutangkis Kalimantan Berkembang

Sirnas Djarum Sirkuit Kalimantan Open 2012 telah berkahir. Namun demikian, perjuangan para pebulutangkis diharapkan agar terus berkembang. Hal ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Djoko Santoso. Menurutnya,  pelaksanaan kejuaraan bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional Kalimantan Open 2012 berlangsung sukses. “Kita juga sangat senang melihat antusias penonton yang luar biasa. Disamping itu juga berjalan tertib dan aman,” tutur Djoko usai penyerahan hadiah kepada pemenang di GOR Rudy Resnawan Banjarbaru, Sabtu, (25/2) kemarin.

Dikatakannnya, sarana prasarana GOR Rudy Resnawan di Jalan Trikora Banjarbaru yang dijadikan pusat kejuaraan seri nasional itu sudah memadai dan layak. Sehingga, tambah Djoko, memberikan kenyamanan kepada pemain maupun penonton. “Dengan suksenya seri pertama kejuaraan nasional di Kalimantan ini bisa menjadikan olahraga bulutangkis makin  diminati masyarakat. Dan juga menumbuhkan pebulutangkis muda yang bisa dibina menjadi pebulu tangkis handal,” bebernya.

Djoko yang didampingi Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto mengingatkan agar kejuaraan yang berlangsung sejak 20-25 Februari 2012 itu mampu melahirkan pebulu tangkis handal sehingga bisa dibina lebih intensif. Dijelaskan Yacob, Pembinaan dilakukan baik melalui pusat pendidikan dan pelatihan yang diprogramkan PB PBSI maupun pembinaan dari klub dan perkumpulan yang menaungi pebulu tangkis berprestasi itu. “Kami sudah menurunkan pemandu bakat yang memantau permainan maupun prestasi pebulu tangkis yang terjun dalam sirkuit nasional ini sehingga bisa membinanya lebih lanjut terutama pebulu tangkis remaja,” paparnya.

Terkait permainan para pebulutangkis yang berhasil lolos hingga ke babak final, ia mengatakan permainan mereka cukup baik namun tetap membutuhkan pelatihan intensif sehingga lebih berprestasi. “Saya mengharapkan pebulu tangkis bisa mengikuti seluruh rangkaian sirkuit nasional yang digelar sepuluh kali dalam setahun sehingga kemampuan pebulu tangkis terus terasah. Meskipun setiap pebulu tangkis memang tidak harus mengikuti seluruh seri sirkuit nasional, tetapi lebih baik jika mereka mengikutinya sehingga kemampuan terasah dan banyak memiliki pengalaman tanding,” pungkasnya.

Ingin TNI Berbaur Dengan Masyarakat

penampilan cheerleaders anak-anak pada ultah Rindam VI Mulawarman di Gedung Loyalitas Rindam Landasan Ulin Banjarbaru

penampilan cheerleaders anak-anak pada ultah Rindam VI Mulawarman di Gedung Loyalitas Rindam Landasan Ulin Banjarbaru

Rindam VI Mulwarman merayakah HUT ke 48 di hari puncak, Sabtu, (25/2) kemarin di Aula Utama Gedung Loyalitas Rindam VI Mulawarman Landasan Ulun Banjarbaru. Acara ini dihadiri oleh Wakikota Banjarbaru Ruzaidin Noor, Danrindam Mulawarman Kolonel Inf Oerip Sekotjo, Danlanud Sjamsudin Noor Kol Pnb Mukhson, Dandim 1006 Martapura Kolonel Inf Bangun Nawoko, Wakapolres Banjarbaru Kompol Siti Zubaidah, dan ebberapa pejabat tinggi lainnya..

Serangkaian acara telah di gelar beberapa hari sebelumnya seperti turnamen sepakbola, lomba burung berkicau, jalan santai antar anggota Rindam beserta keluarga, dan karya bhakti. Kol Inf Oerip Soekotji mengatakan, digelarnya perhelatan HUT bertujuan agar para prajurit bisa mempererat kesatuaan. “Kita ingin mengevaluasi kesiapan para prajurit yang sudah dididik. Karena tentunya, Rindam sebagai tempat pendidikan bagi para prajurit sejati,” katanya ketika diwawancarai penulis hirangputihhabang.wordpress.com.

Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor ketika menyanyikan tembang Bengawan Solo pada HUT Rindam ke 48 di Gedung Loyalitas Rindam VI Mulawarman Landasan Ulin Banjarbaru

Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor ketika menyanyikan tembang Bengawan Solo pada HUT Rindam ke 48 di Gedung Loyalitas Rindam VI Mulawarman Landasan Ulin Banjarbaru

Menurutnya, tentara jangan sekadar bisa perintah atau mendidik. “Tetapi, para prajurit harus mempunyai kualitas dan integritas yang tinggi. Maka dari itu, kita ingin meningkatkan hubungan yang solid antar prajurit agar jiwa kesatuan dan persatuan semakin terbangun,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor mengharapkan agar beraharap Rindam VI mulawarman dapat ikut membantu membangun kemajuan Kota Banjarbaru. “Silaturahmi dengan warga tentunya harus sama-sama dibina. Kita tentu senang melihat para TNI yang ikut membaur dengan rakyat Kota Banjarbaru dan sama-sama membangun Kota Banjarbaru,” pungkasnya seraya menghibur para hadirin dengan menyempatkan bernyanyi lagu Bengawan Solo diakhir acara.

Hunting Foto di Tahura Sultan Adam

 Mengriringi maraknya dunia fotografi di Kalsel dewasa ini, para fotografer-fotografer di Kalsel kian mengasah kemampuan untuk dengan bergabung di beberapa komunitas yang bertujuan sama. Salah satunya dilakukan oleh South Borneo Photography Club (SBPC) yang telah sukses menggelar program bulanan hunting bersama para anggotanya. Salah seorang pengurus SBPC Rasid Ridho mengunkapkan, selain untuk ajar berkumpul dan seru-seruan, hunting juga digelar dengan tujuan mempererat antar penyka pelukis cahaya ini. “Tak sekadar ramai, kita juga berusaha melestarikan kebudayaan Kalsel lewat foto dan menaikan potensi pariwisata di Kalsel,” ungkapnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Minggu (26/2) di Tahura Sultan Adam Kabupaten Banjar, kemarin.

Dengan mengusung tema The Adventure of Childern, para fotografer yang tergabung dalam club fotografer terbesar di Kalsel tersebut juga ingin agar silaturahmi antar anggota kian Solid. “Disamping memperkuat insting dalam melukis cahaya, kadang beberapa kegiatan mempunyai tujuan yang positif bahkan bisa melestarikan kebudaayan Kalsel untuk meningkatkan potensi wisatanya,” ujar Dian, salah seorang anggota yang ikut dalam hunting bareng.