Lansir BBM, Angkot Terbakar

Sebuah Angkutan Umum yang diduga melansir bensin di SPBU nomor 6470703 Jalan A Yani Km 36 Kita Banjarbaru terbakar. Kebakaran mobil angkutan dalam perkotaan tersebut di duga kuat lantaran supir angkut merokok. Kurang lebih 1 jam 30 menit api baru bisa di padamkan oleh sejumlah BPK. Menurut beberapa saksi mata di TKP, api sudah terlihat di belakang mobil ketika berjalan keluar SPBU. “Apinya sudah menyambar di buritan mobil ketika berjalan menuju keluar SPBU,” ujar Tukul, salah seorang saksi kepada sejumlah wartawan, Senin, (13/2) kemarin.

Petugas SPBU mengatakan, supir angkot tersebut memang sudah lama parkir di pintu keluar SPBU. “Katanya karena di antrin penuh, jadi parkirnya di pintu keluar,” katanya yang namanya tidak mau dikorankan.

Dari pantauan di TKP, kurang lebih 8 Jerigen ukuran 30 litar habis terbakar. Supir angkot yang menjadi korban, Yusri (40) atau yang akrab disapa Iyus Ateng mengalami luka bakar yang cukup parah. Yusri langsung dibawa ke RSUD Banjarbaru. Iyus mengalami luka bakar 73 %. Daerah alat vital yang paling parah. Yang tidak kena luka bakar hanya daerah perut keatas dan punggung belakang. “Ada yang melempar korek api ke dalam mobil,” ujar Iyus ketika ditanyai wartawan dalam IGD RSUD Banjarbaru. Ia mengaku api tersebut menyambar ketika mobil sudah jalan menuju keluar. Salah seorang saksi, rekan korban, Agus mengatakan, ia kaget melihat rekanya sudah dibawa ke rumah sakit memakai motor mio. “Saya khawatir mobilnya ampun urang, inya menyupirakan aja,” bebernya ketika di rumah sakit.

Yusri Hanya Pengecer

Yusri yang beralamat di Antasan Senor Kabupaten Banjar mempunyai seorang istri yang sehari-harinya menjual bensin di kios depan rumahnya. Dikatakannya, mobil tersebut milik H Madiun yang tinggal Kelampaian. Dari pantauan di lokasi kejadian, terdapat 8 jirigen yang berisi 30 liter per jerigennya. Menyikpai kejadian ini, Kasat Reskrim AKP Sukardi mengatakan, kalau perlakuan tersebut merupakan maka akan kita tindak. “Untuk saat ini kita masih melakukan olah TKP dan penyidikan. Kita masih meminta bantuan untuk pengobatan korban kepada rumah sakit. Tentunya belum bisa berandai-andai. Tunggu saja nanti hasil penyidikannya. Baik dari korban maupun pihak yang lain,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s