Ada Pengumpul, Kapan Action?

Kondisi antrian di beberapa SPBU kini sudah tak dapat ditolerir lagi karena sudah sering menyebabkan macet
Kondisi antrian di beberapa SPBU kini sudah tak dapat ditolerir lagi karena sudah sering menyebabkan macet

Carut-marut masalah pelansir di Kota Banjarbaru kian meresahkan warga. Tak pelak, hal ini pun kembali diangkat dalam rapat Rapat kerja komisi III DPRD dengan agenda koordinasi evaluasi masalah BBM dikota Banjarbaru. Hadir dalam rapat Kapolres Banjarbaru, perwakilan Dandim martapura, Hiswanamigas, Pertamina, dan Diseperindagtamben. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Joko Triono SH. Anggota Komisi II DPRD H Bambang menegaskan, keberadaan pengumpul BBM di Banjarbaru harus ditindak tegas oleh aparat keamanan. “Sudah ada pengumpul BBM itu. Ini seharusnya menjadi perhatian para aparat keamanan yang telah melakukan pembiaran terhadap mereka yang melansir bensin seenaknya,” tegas H Bambang dalam ruang rapat utama lantai III, Senin, (20/2) kemarin.

Dikatakannya, kebiasaan para pelansir yang menyebabkan kemacetan di beberapa titik SPBU di Banjarbaru sudah tidak dapat di tolerir lagi. Dan tambahnya, banyak keterlibatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. “Saya menginginkan agar Banjarbaru bebas dari para pengantri. Kebanyakan dari mereka yang mengantri ini adalah Ini pengumpul yang bekerja sama dengan aparat keamanan. Mereka para pengumpul menilai SPBU di Banjarbaru merupakan sasaran empuk. Kalau dibiarkan bisa habis BBM bersubsidi,” katanya. Ia mengharapkan Kapolres dan Dandim bisa menggunakan aparat dibawahnya. “Mempertajam sense serse dan intelnya agar secepatnya bisa menindak langsung,” harap H Bambang.

Dijelaskannya, keuntungan para pelansir kini membuat sebagian masyarakat teracuni. “Kalau pengecer itu memang sudah ada sejak lama. Tetapi begitu ada pengumpul, maka pengecer pun seakan mati. Profesi masyarkat yang asal mulanya pengangku pasir dan batu, rela berhenti dan beralih menjadi pelansir karena ingin keuntungan yang lebih besar,” jelasnya.

Sementara Kapolres Banjarbaru AKBP Budi Santoso, menanggapi hal demikian dengan santai. “Kita tidak diam. Yang kami ketahui rawan kemacetan itu di SPBU Loktabat, Simpang Empat dan Landasan Ulin. Kita sudah melakukan upaya penertiban seperti menyampaikan kepada para pengantre agar segera pulang jika tidak ada BBM. Kita juga sering menutup jalur putar balik guna menghindari kemacetan yang terjadi di wilayah tersebut. Karena jika tidak maka secara otomatis antrian menjadi panjang,” jawabnya. Ia mengatakan untuk saat ini tidak bisa menjanjikan apa-apa. “Yang jelas, kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut kemudian segera bertindak,” pungkasnya.

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s