Petinggi RSUD Panggil Semua Kepala

Membicarakan ancaman mogok kerja para pegawai RSUD

Menyikapi ancaman akan mogok kerja sejumlah dokter dan dan karyawan RSUD Banjarbaru, Semua kepala ruangan dan kepla insatalasi telah dipanggil Direktur RSUD Dr Asnal guna melakukan rapat klarisifikasi. “Semua kepala pegawai fungsional telah dipanggil untuk rapat. Ini dilakkukan untung menenangkan para pegawai RSUD. Kita juga mengupayakan untuk mengakomodir keinginan mereka secepatnya bisa terlaksana,” tutur Sekretaris RSUD Banjarbaru Drs Muhammad Noor HS kepada penulis, Selasa, (7/3) kemarin.

Dijelaskannya, usai rapat digelar pembicaraan sudah kondusif untuk mengkondisikan hal-hal yang tidak diinginkan. Pria yang akrab di sapa Emnur ini mengatakan, setidaknya, ada sekitar 286 pekerja yang tidak termasuk dalam daftar kenaikan tunjangan kinerja. “Dari data yang ada pada kami, jumlah tersebut terbagi menjadi menjadi sejumlah spesifikasi. Meski demikian, kita sudah mengusulkan agar pekerja yang tidak mendapatkan kenaikan tunjangan bisa diupayakan kenailkan tunjangan tersebuut,” katanya.

Dikatakan Emnur, berkas perolaan tersebut secepatnya segera disampaikan kepada walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor. “Keputusan itu sepenuhnya wewenang Walikota. Menurut keterangan, Walikota juga telah mengkonfirmasi bahwa kenaikan tunjangan akan diberikan,” ujarnya.

Menurutnya, pendapatan profesi mereka para pegawai fungsional jauh lebih tinggi. “Dokter saja ada yang sampai Rp15 juta dalam sebulan. Jadi kalau mereka iri dengan tunjagan seperti pegawai struktural sepertinya berlebihan. Jika memang mereka mau menuntut haknya. Ya teserah, mau bagaimana lagi,” paparnya. mereka mau bagaimana lagi,” terangnya.

Di samping itu, Kepala Bidang Keperawatan Rusmadi membeberkan, pihaknya akan mengajukan permohonan kenaikan tunjangan tersebut secepat mungkin kepada Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor. “Saya memahami ini lantaran ancaman para pegawai yang bertempo hingga akhir pecan mendatang,” tukasnya.

Menurut data yang diperoleh penulis, untuk tenaga medis yang tidak mendapatkan kenaikkan tunjangan tersebut berjumlah 37 orang, tenaga kefarmasian 18 orang, tenaga keperawatan 164 orang, dan tenaga gizi 13 orang. Sedangkan untuk tenaga kesehatan masyarakat 14 orang, tenaga keterapan fisik 2 orang, serta tenaga ketehnisan medis 38 orang.

Menanggapi masalah ini, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian berpendapat, kebijakan tersebut sebenarnya sudah melalui kesepakatan yang telah dibicarakan pada rapat bersama Pemerintah Kota Banjarbaru, Dinas Kesehatan, pihak RSUD, serta anggota DPRD lainnya. “Dengan catatan honor-honor dihapus untuk dijadikan tambahan penghasilan bagi PNS kota Banjarbaru. Nah, dalam hal ini termasuk honorer dan kontrak,” tegasnya.

Iklan

2 comments

  1. Sudah.. hehehe. lawas kada tabuka nah blog. Apank habut maurusi Ulang Tahun. kada ingat jua minta ucapan buhan Media Blogger… saraba habut pank. padahal pas banar momentnya gesan yang hari ini terbit tadi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s