Penolakan BBM Makin Panas

Jika sebelumnya aksi penolakan BBM oleh sekumpulan mahasiswa terjadi di seputar Kantor DPRD dan kantor pemerintahan di Banjarmnasin, kali ini, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kumpulan Aksi Mahasiswa Islam (KAMMI) Banjarbaru kembali menggelar aksi demo menolak kenaikkan BBM, Selasa, (13/3), kemarin, di halaman kantor DPRD Kota Banjarbaru. Kurang lebih 80 orang mahasiswa menyampaikan orasi mereka dengan membawa famlet dan spanduk bertuliskan ‘BBM= Bahan Berantas Rakyat, BBM Naik Dzalimi Rakyat, terjajah di negeri sendiri, dan lainya. Mereka para mahasiswa telah melakukan longmas dari Kampus mereka masing-masing menuju kantor DPRD Kota Banjarbaru.

Aksi tersebut juga bersamaan dengan Kepolisian Daerah Kalsel yang menggelar latihan tim anti huru-hara di lapangan Murjani hari kedua. Sekumpulan mahasiswa itu terdiri dari beberapa organisasi dan fakultas. Diantaranya, Mipa Unlam Banjarbaru, Himpinan Mahasiswa Islam (HMI) Banjarbaru, dan sebagainya. Salah seorang mahasiswa Zailani Rahman mengatakan, tujuan aksi tidak lain sebagai orasi menyampaikan aspirasi masyrakat yang merasa terjajah lantaran subsidi BBM dikurangi menimbulkan naiknya harga BBM. “Kita ingin anggota DPRD sebgai wakil rakyat mendukung suara rakyat. Mendukung kami menolak kenaikan harga BBM. Kami menyampaikan atas nama masyarakat dengan norma pancasila dan Negara kesatuan” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Sedangkan Rudianni, perwakilan dari KAMMI berpendapat, kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM dengan menaikkan harga BBM hingga Rp. 1500 per litar begitu menyakiti hati ratusan jiwa rakyat Indonesia. “Kami juga menolak, usulan menteri ESDM menaikkan tariff dasar listrik (TDL) pasca BBM dinaikkan,” tuturnya.

Seharusnya menurut Rudi, biaya belanja birokrasi lah yang dikurangi, dan kebocoran anggaran di tumpas habis. Bikannya mengorbankan rakyat dengan subsidi yang dikurangi. Selain itu juga, mahasiswa menuntut kebijakan gubernur serta DPRD Kalsel agar turut menolak kenaikkan harga BBM. “Semestinya Wakil rakyat dan gubernur kita di daerah bersigera untuk koordinasi dengan wakil Kalsel di DPR RI agar menyampaikan suara rakyat menolak kenaikan BBM dan TDL secara resmi. Baik lisan maupun tertulis,” tegasnya.

Di samping itu juga. Mahasiswa menilai pengawasan aparat kemanan di Kota Banjarbaru tidak efektif. Mereka menginginkan pengawasan ekstra agar BBM yagn bersubsidi benar-benar dirasakan oleh masyrakat yang sungguh membutuhkan. Bukannya dinikmati oleh para pengusaha yang kaya raya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s