Pengelolaan Sampah Perlu Manajemen Yang Solid

Persoalan penganganan masalah sampah di Kota Banjarbaru memang tak pernah sunyi dari pembicaraan. Oleh karenanya, hal tersebut tak luput dari perhatian masyarakat Banjarbaru sendiri terkhusus pada wakil rakyat yang memikirkan kemaslahatan seperti para anggota DPRD. Menganggapi persoalan ini, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian berpendapatm seharusnya mengatisipasi masalah sampah sudah dipikirkan jauh-jauh hari. “Bahwa kebutuhan sampah semakin meningkat diiringi pertumbuhan masyarakat di Banjarbaru yang kian berkembang pesat. Maka dari itu, yang lebih utama soalmanajemen pengelolaannya,” tutur Arie kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Minggu kemarin.

Menurutnya, manajemen kordinasi untuk mengatasi persoalan sampah sekarang kurang bagus. “Kalau soal sarana itu relative. Kalu kinerja bagus. Jikalau dikatakan Banjarbaru itu kekurangan armada, ya memang benar. Tetapi, keterbatasan armada tidak bisa dijadikan satu-satunya alasan pengelolan yang tidak maksimal. Itu hal klasik yang sudah lumrah kita ketahui,” ungkapnya.

Dikatakan Arie, jika keterbatasan sarana seperti kurangnya armada menjadi factor penyebab, maka tentu bisa diatur volume pengankutannya. “Kalau 3 kali sehari pengangkutan kurang efektif. Ya buatlah 4 kali atau 5 kali sehari. Nah, ini tentu sangt tergantung dengan spenuhnya manajemen operasional. Ini sangat penting karena dampaknya kepada leyanan publik. Efeknya juga untuk masyarakat,” tegasnya.

Di samping itu pula, ia juga menuturkan, pemerintah jangan mempersoalkan dana, karena, menurut Arie, mereka para kru pasukan kuning juga tidak mengusulkan soal dana. “Usulan tidak pernah ada. Jadi dana pun sebagaimana yang sudah semestinya. Jadi sekali lagi perlu ditekankan, bahwa kurangnya armada tidak bisa dijadikan satu-satunya masalah pengelolaan sampah. Tetapi, yang utama adalan manajemen operasional dalam pengelolaan sampah itu. Seharusnya dengan armada yang terbatas maka yang ditambah volume pengangkutannya,” terang Arie.

Sementara itu, dipaparkannya DPRD sendiri telah menyetujui pembelian tambahan untuk 10 unit. Meski demikian, kata Arie, kalau mempunyai armada yang cukup tetapi tidak dikelola dengan bagus maka percuma. “Jadi sekali lagi soal manajemen operasionalnya. Kalau masalah tidak dapat solar dan sejenisnya, tentu bisa meminta bantuan pertamina, SPBU setempat dengan koordinasi yang telah dijaling dengan baik,” katanya.

Menurutnya, daerah sendiri mempunyai kewenangan untuk mempertegas hal tersebut. “Tapi kordinasi yang telah dibangun itu bagaimana? Karena ini kepentingan publik. Daerah itu, kan, punya kewenangan dan power dalam mengatur. Kalau ada kendala-kendala tertentu yang berdampak kepada masyarakat. Apalagi SPBU yang bertempat di Banjarbaru harus bisa memberikan kontrubisi sosial terhadap masyarkat banjarbaru,” jelasnya

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s