Banjarbaru Waspada Wabah Tomcat

Jenis serangga yang mulai populer di tanah jawa ini belakangan mulai menyerang pulau Kalimantan. Terbukti dengan adanya laporang oleh seorang warga di Banjarmasin Timur. Guna antisipasi keresahan warga terhadap adanya gangguan serangga tersebut, Fungsional Dinas Kesehatan Prov Kalsel Ahmad Makkie mengimbau agar tidak membuka jendela terlalu lebar serta menyalakan lampu terlalu terang. Diterangkan Ahmad, umumnya Tomcat cenderung tertarik di ruang terang cahaya. “Kita masih melakukan penyelidikan tentang keberadaan serangga Tomcat di Kalsel. Kami beserta Dinkes setempat juga berusaha untuk menjelaskan tentang tomcat itu sendiri beserta upaya pencegahan. Meski menurut data, tomcat tidak ada di wilayah Banjarbaru, tetapi kita harus tetap waspada,” ujarnya ketika ditemui penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Selasa, (27/3) kemarin di RSUD Banjarbaru.

Menurutnya, terkait laporan warga di Banjarmasin Timur, tomcat sudah berkembang biak di Kalsel sejak November 2011. Namun katanya, kepastian tersebut belum akurat. Harus ada penelitian serta observasi lebih lanjut. Lalu, apa yang menyebabkan serangga tersebut menyerang ke Manusia, dikatakannya, Tomcat menyerang manusia tersebab predatornya karena terjadi penyempitan lahan. “Perubahan iklim juga jadi faktor utama, kita berharap saja semoga tidak berkembang dan merambah ke wilayah-wilayah di Kalsel lainnya,” harap Ahmad. Di samping itu, kata Ahmad, sampainya serangga berwarna hitam berbelang orange ini ke Kalimantan lebih banyak melalui truk-truk sayur dan barang dari Pulau Jawa yang di angkut melalui kapal laut beberapa pelabuhan di Kalimantan. “Bisa juga serangga Tomcat terbang mengikuti lampu-lampun mobil menuju pusat kota,” paparnya.

Di samping itu, Kabid Kepengawasan Kesehatan Dinkes Banjarbaru Zainal Arifin meyakinkan tidak ada serangga yang bisa membuat kulit melepuh itu di Banjarbaru. “Mungkin belum. Tapi semoga saja tidak ada. Belum ada data yang akurat karena kita tidak menemukan kasus atau laporan warga, sehingga belum ada obeservasi dan penyelidikan terkait serangan Tomcat di Banjarbaru,” jelasnya.

Namun, apa yang bisa dilakukan warga untuk mencegah dampak berbahaya dari searangan tomcat tersebut? Zainal mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan jangan panik. “Ditiup saja, jangan sampai menyentuhnya apalagi sampai terusap. Upaya pencegahannya jika tertempel tomcat, cukup ditiup saja. Jangan diusap pakai tangan, karena berbahaya untuk kulit. Kalau masuk rumah semprot dengan obat pembasmi serangga. Kalau malam, lampu di rumah diolesi cairan pedas. Kalau memang terkena, langsung bersihkan dengan air mengalir disertai sabun,” pesannya.

Iklan

2 comments

  1. serangga tomcat termasuk serangga predator tapi tidak mengigit manusia. Habitat hidupnya di lahan pertanian dan ia adalah perusak tanaman pertanian misalnya padi. Ia baru akan masuk ke rumah-rumah warga atau mendekatinya manakala ada sinar cahaya lampu. Yang penting jangan kita tepuk pada saat hinggap di kulit, cukup ditiup saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s