BLT Jangan Dijadikan Alat Politik

Pasca kenaikan harga BBM nantinya tentu diselingi dengan program pemerintah yang bertajuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Hal itu, disampaikan Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian kepada hirangputihhabang.wordpress.com. Diharapakannya, BLT tersebut nantinya tidak menrjadi program untuk pencitraan kelompok atau partai politik tertentu. “Kita semuanya sebenarnya sudah tau mengenai ini. Terlebih lagi warga Kalsel sendiri. Tetapi jika memang BLT menjadi jadi alternatif jalan keluar menghadapi kenaikan BBM. Maka jangan sampai dijadikan politik pencitraan bagi penguasa,” katanya kepada MK, kemarin.

Diharapkan Aire, agar BLT dilaksanakan sebagai tugas Negara. Jangan sampai didomplengi oleh unsur berbau partai dan sebagainya. “Belajar dari kejadian yang lali. Dimana banyak terjadi kecemburuan sosial. Ada yang semestinya tidak dapat malah menerima. Sebaliknya yang berhak malah tidak sampai bantuannya, ini harus dihindari,” tegasnya.

Di samping itu, Arie menjelaslkan BLT akan menimbulkan mis interpretasi tersebab BLT dimobilisasi menjadin suatu usaha bersifat. “Maka, tidak sedikit yang menjadikannya kepentingan sepihak serta kekuasaan politik,” terangnya. Menurut Arie, pada tahun sebelumnya program BLT rentan disalah artikan. Alhasil program negara seolah dicitrakan oleh sebagian partai yang baik hati dengan memberi bantuan tersebut. “Itulah musti dihindari, jangan sampai ada yang mengarahkan kesana,” pesannya.

Disamping itu pula, Arie mengigninkan ketegasan sikap pemerintah dalam pembinaan dan pelaksanaan BLT secara teknis. Jangan sampai persoalan BLT menjadi maslah politik baru. Lebih jauh Arie menjelaskan, menurut analisisnya, pemerintah sekarang seakan memaksa masyarakat agar menyumbang lebih pendapatan untuk nagara lewat kenaikan harga BBM tersebut. Karena, neraca keuangan dan beban yang harus di tanggung Negara dalam kerangka APBN ditangggun oleh berkurangnya subsidi terbilang. “Fungsi subsidi yang sebenarnya adalah menunjukkan peran negara. Artinya, instrumen yang yang asli bagi negara untuk melindungi rakyat ada. Ya, dalam bentuk subsidi itu. Bukan kompensasi atas kenaikan BBM,” bebernya.

Arie juga menegaskan pemerintah seharusnya bisa lebih berkonsentrasi menekan penyalahgunaan serta penyelewengan BBM sebelum memutuskan kenaikan harga. “Memang kita bangga dengan prestasi kepolisian kita yang belakangan berhasil menangkap para pengumpul dan penimbun BBM. Tapi yang meski diperhatikan adalah, pengawasannya. Kalau ditangkap sekali duakali tetapi masih saja ada penimbun dan pengumpulnya. Ya sama saja. Kita berharap kinerja aparat keamanan lebih lagi dalam pengawasan,” pungkasnya.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s