“Van Der Veilj” pada HUT ke 13 Kota Banjarbaru

Berawal dari kegelisahan Gubernur Kalsel Murjani tempo itu, untuk memindah ibukota Borneo tersebab kondisi perkotaan yang sering dilanda masalah banjir, perairan yang tidak efektif, serta masalah perkotaan lainnya. Pada suatu waktu, ia meminta salah seorang Ir Arsitek asal Belanda. Adalah Van Der Veilj. Dengan segala keuletannya dalam meneliti serta menghitung faktor ke strategisan letak kota, kondisi tanah, dan perairan yang aefektif. Maka dipilihlah tempat yang tempo itu bernama Gunung Apam. Berkenaan tempo itu Gunung Apam merupakan bagian dari Kabupaten Banjar, dan jarak yang tak terlalu jauh dari Banjarmasin, maka jadilah kota itu bernama Banjarbaru.

Itulah sedikit cerita sejarah keberhasilan Dirk Andries Willem van der Pijl dalam menata Kota Banjarbaru. Ditampilkan dengan paduan tarian serta dialog bergaya teater oleh Idaman Dance Company (IDC) Banjarbaru. Pertunjukan yang berdurasi sekitar 45 menit itu merupakan acara puncak peringatan Hari Jadi ke-13 Kota Banjarbaru. Dilaksanakan di depan Balaikota Banjarbaru, Jumat (20/4) kemarin malam. Ketua Umum IDC Isuur Loeweng  mengaku ingin memberikan pertunjukan yang bermanfaat bagi Kota Banjarbaru. “Karena memang, sedikit sekali warga Banjarbaru yang mengetahui sejarah Kotanya. Bahkan tak pelak, para pejabatnya pun banyak yang tidak mengetahui sejarah Van Der Veilj,” ungkapnya.

Di tengah-tengah acara juga ditampilkan batik sasirangan yang dikelola industri kerajinan Airguci, binaan PT Angkasa Pura I. Motif tersebut merupakan gabungan dari Sasirangan dan Batik Jogyakarta. Motif tersebut diberi nama Sasirangan Cempaka Sadewa yang diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan. Acara tersebut dihadiri hampir seluruh unsur muspida, tokoh agama dan masyarakat. Pada kesempatan itu pulamasyarakat yang berhadir dimanjakan dengan berbagai hiburan. Panitia juga menyediakan beragam makanan khas Nusantara yang digratiskan untuk masyarakat yang hadir menyaksikan acara peringatan ini.

Walikota Banjarbaru Drs HM Ruzaidin Noor dalam sambutannya mengatakan, peringatan hari jadi bagi suatu daerah tentunya bukan hanya untuk peringatan seremonial. Senada dengan Walikota, Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan yang juga mantan walikota Banjarbaru ini menuturkan, agar momen tersebut bisa diambil hikmahnya. “Momentum upacara ini hendaknya dijadikan sebagai wahana reflektif mengevaluasi apa yang sudah kita laksanakan dalam berkontribusi memberikan warna dan makna bagi perjalanan sejarah Kota Banjarbaru,” pungkasnya.

Ormas Nasional Demokrat Berikan Bantuan

Berikan Bantuan - Sekretaris Ormas Nasional Demokrat Banjarbaru Fitri Zamzam atau Dewa Pahuluan (berkacamata) serahkan bantuan untuk perbaikan Langgar Nurul Hidayah  RT 01 dan 05 RW 05, Kampung Warga Tunggal Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru Selatan, Sabtu, (19/4) kemarin

Berikan Bantuan - Sekretaris Ormas Nasional Demokrat Banjarbaru Fitri Zamzam atau Dewa Pahuluan (berkacamata) serahkan bantuan untuk perbaikan Langgar Nurul Hidayah RT 01 dan 05 RW 05, Kampung Warga Tunggal Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru Selatan, Sabtu, (19/4) kemarin

Demi mewujudkan kemaslahatan umat serta mewujudkan keinginan warga dalam menyelesaikan pembangunan tempat ibadah, sekretaris Ormas Nasional Demokrat Banjarbaru Fitri Zamzam yang aakrab disapa Dewa Pahuluan memberikan bantuan sejumlah Rp2,5 juta untuk merampungkan pembangunan tower pengeras suara di Langgar Nurul Hidayah  RT 01 dan 05 RW 05, Kampung Warga Tunggal Kelurahan Guntung Paikat, Sabtu, (19/4), Banjarbaru Selatan, kemarin.

Dikatakannya bantuan tersebut sekadar bisa memberikan manfaat bagi perkembangan langgar dan masyatakat disini untuk beribadah. “Insya Allah, sepanjang tahun akan ada kegiatan bagi masyarakat Banjarbaru, dan difokuskan pada kegiatan sosial seperti, pasar murah, operasi katarak, donor darah dan kegiatan lainnya yang dilaksanakan disemua kelurahan se-Banjarbaru,” ujarnya. Bantuan itu di terima langsung oleh Panitia Langgar Nurul Hidayah, Hamran. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat dan membawa berkah bagi masyarakat maupun Ormas Nasional Demokrat Banjarbaru. Sehingga menjadi acuan bagi warga kami untuk menyumbang dan berpatisipasi bagi pembangunan langgar ini,” katanya.

Sebelumnya, untuk membangun beberapa pagar dan tower pengeras suara tersebut, warga sempat meminta sumbangan di jalan-jalan. “Kurang lebih dua bulan ini kita menggelar sumbangan-sumbangan suka rela bagi warga yang lewat. Untunglah, setelah dibantu ini, kekurangan biaya bisa diatasi,” ungkapnya.

Karnaval Budaya Meriahkan HUT Banjarbaru ke 13

Karnaval budaya yang digelar pada Jumat, (20/4) sore di depan Balikota Banjarbaru ramai ditonton warga. Karnaval budaya yang diikuti paguyuban jawa, Kerukunan Sulawesi Selatan, dan Banjar ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-13 Kota Banjarbaru. Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli dalam sambutannya mengatakan, seluruh komunitas seni dan budaya yang ada di Kota Banjarbaru yang telah ikut meramaikan hari jadi dengan berbagai kreasi seni dan budaya ini. Hal ini tentu menjadi wujud dari komitmen masyarakat Kota Banjarbaru dalam melestarikan kekayaan budaya daerah agar tidak lenyap dari kehidupan masyarakat.

“Karnaval ini adalah sarana dan media untuk memupuk persatuan dan kebersamaan antar etnik yang ada di Kota Banjarbaru,” ujarnya. Melalui lomba karnaval tersebut diharapkan bisa menumbuhkan semangat kecintaan dan kebanggaan pada kebudayaan lokal dan nasional yang kini kian terkikis arus globalisasi. “Karnaval ini diharapkan juga mampu menjadi sarana pariwisata khazanah kebudayaan daerah di Kota Banjarbaru,” katanya. Dijelaskannya, Kota Banjarbaru memiliki keunikan ragam budaya yang harus dikembangkan sebagai potensi wisata. “Di Kota Banjarbaru terdapat budaya suku bangsa dan etnis lainnya yang jika dipadukan secara kolektif dapat menarik minat wisatawan mendukung sector pariwisata,” bebernya.

Dalam perhelatan itu membuat warga berbondong-bondong menyaksikan karnaval budaya yang didahului pertunjukkan tarian dan nyanyian dari masing-masing peserta, dan setia sampai menunggu pengumuman pemenang karnaval budaya ini. Ketua Panitia Karnaval Budaya Sirajul Huda mengumumkan pemenang karnaval. Juara pertama diraih Reog Ponorogo dengan nilai 702, juara kedua Putra Birowo (683), dan juara ketiga diraih Kerukunan Warga Sulawesi Selatan (680), sedangkan juara favorit direbut Ludruk Setia Budaya.

Pengawas Harus Teliti

Pelaksanaan UN di SMAN 2 Banjarbaru Sempat Membuat Panik Para Pengawas Karena Kekurangan Soal dan LJK Bolong

Hari kedua pelaksanan UN di tingkat SMA/SMK sederajat untuk mata pelajaran Bahasa Inggris di Jam pertama dan Mata Pelajaran Jurusan IPA Fisika/IPS Ekonomi beberapa sekolahan di Kota Banjarbaru terbilang lancar. Meski demikian, beberapa pengawas dan peserta UN SMAN 2 Banjarbaru sempat panik pada jam pertama lantaran jumlah soal yang dibagikan tidak cukup dengan jumlah peserta. “Mau Bagaimana lagi, sudah tidak ada cadangan untuk soal paket D,” ujarnya kepada hirangputihhabang.wordpress.com, Selasa, (17/4) kemarin.

Soal-soal UN tersebut diantar dengan mobil panitia Avanza bernopol DA 8751 PA dan dikawal oleh beberapa anggota polisi menggunakan sepeda motor. Pada awalnya masalah kekurangan soal itu dilaporkan oleh pengawas ruangan I ke Penanggun Jawab UN bahwa ada peserta yang tidak mendapatkan soal paket D. Ditambah lagi dengan tidak tersedianya cadangan untuk soal paket D.

Penanggung Jawab UN SMAN 2 Banjarbaru Saryono SPd mengaku sempat kebingungan. Mengantisipasi masalah tersebut ia sempat mencari-cari di setiap kelas kalau-kalau ada yang kelebihan soal. “Setelah itu saya langsung menelpon ke Dinas Pendidikan Banjarbaru meminta petunjuk. Tapi kata pegawai dari Disdik kita disuruh memfoto copy soalnya. Ternyata, belum sempat difoto copy, pengawas datang dan memberi tahu kalau kertas tersebut hanya terselip di peserta lain,” tuturnya menceritakan.

Menurutnya, soal-soal yang diberikan tidak jauh dari materi yang sudah diajarkan dewan guru di sekolah-sekolah. “Hal tersebut sudah sesuai dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) nya. Oleh sebab itu, pihak sekolah tentunya sudah ancang-ancang untuk memberikan materi yang seharusnya,” akunya.

Untuk teknis persoalan waktu mengerjakan soal, ia mengatakan seblum waktu hak siswa mengisi soal tiba yaitu pada jam 08.00 Wita, maka 20 menit sebelumnya peserta UN diberi peringatan untuk segera masuk kelas guna mengisi identitas, nama, tanggal, kode, dan sebagainya. Hal tersebut bertujuan agar hak siswa untuk mengerjakan selam 2 jam itu tidak terkurangi.

Untuk para peserta UN di SMAN 2 Banjarbaru yang berjumlah 225 siswa ini diawasi dengan 18 pengawas independen dari luar sekolah SMAN 2 Banjarbaru. Itu juga dijaga oleh keamanan dari kepolisian namun tidak memakai seragam. Dikatakan Saryono, hal itu sengaja agar tidak mengganggu psikologis siswa peserta UN dalam mengerjakan soal UN. “Kita menginginkan agar para siswa itu tidak ada rasa dikawal dengan ketat sehingga menimbulkan rasa stress dan takut,” terangnnya.

Demikian pula, sebagaimana peraturan yang sudah dimumukan bahwasannya peserta UN dilarang membawa alat komunikasi apapun. Entah itu telepon genggam, Mp3, Komputer Lipat, Tablet, atau benda elektronik lainnya. Seluruh tas yang dibawa siswa juga diletakkan dan dikumpulkan di atas meja di luar kelas. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu konsentrasi siswa saat belajar. “Kalau dia menyimpan hape di dalam tas lalu merasa kalau hapenya bergetar. Maka konsentrasinya terganggu lantaran terbesit hasrat ingin mengambil hape yang ada di dalam tas. Oleh sebab itulah kita mengatur agar seluruh tas diluar saja. Selain itu juga memudahkan para pengawas agar tidak terlihat sumpek di dalam kelas,” paparnya.

Usai pelaksanaan, LKJ peserta tersebut dibawa ke Dinas Pendidikan Banjarbaru untuk dikumpulkan lalu dibawa ke Unlam Banjarmasin untuk dipindai ke komputer. Setelah itu barulah pihak Unlam mengirim file-file tersebut ke pusat.

Menanggapi sistem UN yang diterpakan pemerintah di Indonesia, Suryono berharap penyelenggaraan UN tidak hanya menjadi standar kelulusan. Tetapi bisa menjadi jaminan bagi siswa yang berprestasi masuk ke perguruan tinggi. “Ya kasihan mereka juga, kan. Nanti setelah masuk dihadapkan kembali dengan program penerimaan PT seperti SENYUM, SMPTN, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Seoarang siswi peserta UN di Kelas XII IPS 3 Ihda Rahmawati Pratiwi mengaku, soal yang diberikan standar saja. Tidak terlalu sulit dan tidak pula terlalu mudah. “Kalau menurut aku sih relative sedang. Alhamdulilah materi-materi yang diajarkan para guru itu sesuai dengan soal-soal yang diberikan,” ungkapnya Tiwi, panggilan akrabnya ketika diwawancarai wartawan MK usai mengerjakan soal.

Diakuinya, soal-soal yang berlainan jenis tersebut bukan nomor atau urutan jawabannya saja yang diacak. “Tetapi kita menemukan soal tersebut memang berbeda sama sekali dengan yang lainnya. Itu kita ketahui setelah bediskusi dengan teman di luar kelas. Semisal penggantian kalimat, angka, dan rumus-rumus yang berbeda untuk soal mapel fisika. Tapi kalau Bahasa Inggris hanya kalimat tense verbnya saja yang dibikin variatif. Pokoknya, sangat tidak sama dengan soal-soal lainnya,” jelas Tiwi.

Sedangkan menurut siswi lainnya, mengaku tidak ada sedikit pun usaha untuk menyontek. Lain lagi dengan Selvia Apriani dan Nia verawati, ia mengaku hasrat ingin mencontek memang ada. “Tapi, ya tetap gak bisa karena jenis soalnya kan, sudah berlainan. Ditambah lagi para pengawas yang setia banget sama kita-kita. Gak mau pergi gitu. Sekali-kali keluar gitu,” ungkap Nia.

Selain itu ada pula Marandani, salah seorang peserta di ruang VII membuat Lembar Jawab Komputer (LJK) berlubang alias bolong. Dikatakannya, hal tersebut karena terlalu semangat ketika menjawab soal. “Awalnya saya ingin mengganti jawaban. Rupanya karena terlalu tekan jadinya bolong. Untunglah ada gantinya. Meskipun saya harus memulai dari awal,” katanya.

Kesepakatan Harga Telah Ditandatangai

Penandatanganan berita acara kesepakatan harga untuk perluasan bandara Syamsuddin Noor oleh Panitia Pembebasan Lahan Bandara dengan pihak PT Angkasa Pura telah dilaksanakan, Senin,(16/4) di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru, kemarin sore. Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, GM PT Angkasa Pura I Banjarmasin Gerrit Mailenzun, Kepala BPN Kota Banjarbaru Abdurrahman, Asisten Kepala Bappeda dan PM Renyta Setyawati, Kepala Dinas PU M Fazrullah Zahedi, Kabag Pemerintahan M Subeli, beberapa pihak dari tim legilasi, Jaksa, Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Sukard, dan camat lurah serta pihak yang bersangkutan lainnya.

Ketua Panitia Dr Syahrani Syahran sudah sah karena warga yang setuju telah mencapai 80,1 persen. “Kesepakatan telah ditandatangani oleh tim-tim yang bersangkutan. Keputusan tersebut sudah sesuai dengan Perpres No 65 Tahun 2006 pasal 31 ayat 1 huruf A yaitu minimal 75 persen yang disetujui warga dari total keseluruhan lahan maka pembebasan boleh dilakukan,” ujarnya kepada sejumlah wartawan. Adapun harga ditawarkan untuk tanah kosong Rp255 ribu per meter. Untuk tanah perumahan ditawarkan Rp340 ribu permeter. Sedangkan tanah pemukiman Rp275 ribu per meter. Setelah penandatanganan tersebut, maka segera dilanjutkan tahap verifikasi terhadap keabsahan surat-surat kepemilikan lahan dengan keadaan di lapangan.

“Setelah ini panitia akan melakukan verifikasi terhadap surat-surat kepemilikan atau isitilahnya Pra Verifikasi,” jelasnya. Soal pembayaran diperkirakan dilakukan pada awal Mei. “Proses itu kita perkirakan sekitar 10 hari,” tambahnnya. General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Banjarmasin Gerrit Mailenzun mengatakan, bisa sampai ke tahap penandatanganan ini suatu proses yang cukup jauh. “Bisa sampai ke tahap ini berarti panitia serius membantu PT AP I melakukan pembebasan lahan. “Kita sampai bisa ke tahap ini berarti Panitia serius membantu PT. Angkasa Pura untuk melakukan pembebasan lahan. Pembayaran akan dilakukan 10 hari setelah berkas verivikasi sampai ke tangan PT AP I. Sebagaimana amanat Wagub tadi kepada saya, pembayaran segera dilakukan tanpa ada permasalahan lagi,” bebernya. Senada dengan Ketua Panitia, ia memperkirakan proses verifikasi sekitar 10 hari. “jika berkas tersebut sudah sampai ke PT AP I. Maka Uang ganti rugi pun cair dan sesegeranya kita bayarkan,” pungkasnya.

Rumah Sakit Baru Akan Dibangun di Trikora

Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor membenarkan kurangnya pelayanan dan ketidaklengkapan fasilitas RSUD Kota Banjarbaru. Menurutnya, terhambatnya pembanguan dan pengembangan di Rumah Sakit yang sekarang terkendala sempitnya areal lahan yang tersedia. “Rumah sakit yang memang sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Tetapi atas nama Pemerinta Kota Banjarbaru kita berupaya untuk mendirikan rumah sakit yang baru dengan fasilitas yang lebih memadai di areal yang cukup luas. Kita sudah bertemu dengan pihak Kementrian Kesehatan (Kemenkes) seta Departemen Dalam Negri. Dan mereka setuju dengan rencana pembangunan rumah sakit yang baru ini,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, kemarin.

Lalu dimana Rumah Sakit yang baru itu nanti didirikan? Dikatakannya, pemerintah pusat telah menyetujui rumah sakti yang bari nantinya akan di bangun di kawasan Trikora. Itu karena Trikora termasuk wilayah strategis sector pembangunan dan terletak di tengah-tengah wilayah Kota Banjarbaru. “Pihak pemerintah pusat sudah setuju dimana pun nantinya dibangun. Hal itu juga  didukung dengan akses jalan yang terus diperbaiki,” katanya. Maka dari itu, dengan adanya dukungan tersebut diharapkan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan masalah lahan pembangunan rumah sakit baru bisa diselesaikan. “Kita sudah diberi sinyal oleh pusat untuk lahan yang diperlukan minimal empat hectare. Semoga saja 2013 dimulai pembangunannya,” jelas Walikota. Sekadar diketahui, Pemkota Banjarbaru telah menyediakan dana untuk pemebebasan lahan dan masterplan yang diperkirakan berjumlah 10 Milyar hingga 170 Milyar rupiah. “Itu sudah termasuk dalam biaya pembebasan. Sedangkan bantuan dari pemerintah pusat sifatnya multiyears,” pungkasnya.

Banjarbaru Jadi Contoh Pengelolaan Sampah?

Kota Banjarbaru dinilai menjadi salah satu kota yang baik dalam segi pengelolaan sampah serta drainase/pengairan dikarenakan penataan kotanya teratur. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo HM Daud Budi bersama unsur muspida lainnya ketika mengadakan pertemuan di Ruang Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian, Senin, (16/4) Kemarin.“Dari analisi kami penataan kota di Banjarbaru itu bagus. Oleh sebab itulah kami melakukan studi banding dalam mengelola tata kota dan juga menangani masalah kebersihan di Kota Banjarbaru,” ujarnya kepada sejumlah pegawai dan wartawan yang berhadir.

Dikatakannya, dalam bidang kebersihan Kabupten Sidoarjo perlu belajar lebih dari berbagai daerah di Indonesia. Khususnya Kota Banjarbaru yang telah meraih piala Adipura 3 kali berturut-turut. “Kabupaten Sidoarjo perlu mendapat penanganan yang serius karena volume sampah sangat tinggi yaitu mencapai 1000 ton per hari,” ungkapnya. Dari volume 1000 ton tersebut yang mampu ditangai pemerintah setempat hanya sekitar 20 persen. Sedangkan 80 persennya lagi tidak ada solusi. “Tingginya volume sampah di Sidoardjo itu disebabkan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Saat ini saja sudah mencapai 2.120.000 jiwa,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Persampahan Dinas Kebersihan Kota Banjarbaru Hidayaturrahman menuturkan, jumlah volume sampah di Kota Banjarbaru mencapai 1000 kubik per harinya tetapi dapat ditangani dengan baik. “Kami berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi masalah sampah ini dengan infrastruktur seadanya. Jadi, kami optimis sampah-sampah di Kota Banjarbaru dapat terangkut seluruhnya,” Tegas pria yang akrab disapa Dayat.

Ketua DPRD Kota Banjarbaru ketika diwawancarai wartawan menuturkan, pada kunker Kabupaten Sidoarjo tersebut tidak hanya membahas masalah seputar sampah tetapi juga memperbincangkan persoalan bandara. “Kita mengharapkan kunjungan kerja seperti ini ada manfaatnya ketika kembali ke daerah masing-masing. Nah, selain masalah kebersihan kita juga mendapat informasi cara mengurus izin penukaran nama Bandara dari Kabupaten Sidoardjo,” katanya. Rencananya, pihak DPRD akan melakukan pendekatan dengan Kementerian Perhubungan agar Bandara yang semula bernama “Bandara Syamsuddin Noor Kota Banjarmasin” menjadi “Bandara Syamsuddin Noor Kota Banjarbaru”.