70% Warga Sepakat

Terkait Ketetapan Harga Oleh Panitia Pembebasan Lahan Bandara

Negosiasi penetapah harga ganti rugi bagi lahan warga yang terkenan pelebaran bandara Syamsudin Noor usai sudah. Panitia pembebasan lahan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Kalimantan Selatan telah menetapkan harga beli. Ketua panitia pembebasan lahan Dr Syahrani Syahran menuturkan, keputusan harga sudah fix. “Harga yang diputuskan itu adalah harga tetap. Jadi tidak bisa dirubah lagi,” ujar kepada sejumlah pemilik tanah negosiasi, Sabtu, (31/3) di aula Gawi Sabarataan Pemkot Banjarbaru, kemarin. Meski jalannya rapat terbilang damai dan lancer, namun sempat skor selama satu satu jam. Itu lantaran paniti mendapat desakan sejumlah warga pemilik tanah yang hadir. Mereka menginginkan keterbukaan dalam penawaran harga.

Sebelum harga ditetapkan, panitia yang terdiri dari unsur PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Badan Pertanahan Nasional, instansi Pemkot Banjarbaru dan kepolisian mengadakan rapat tertutup. Dari keputusan panitia, telah ditetapkan harga netto untuk tanah kosong dan tanah kebun sebesar Rp255 ribu per meter persegi, tanah perumahan di luar bangunan Rp340 ribu dan tanah permukiman sebesar Rp275 ribu. Harga beli tanah yang ditetapkan tersebut dinilai sebagian warga cukup jauh dibanding harga taksiran tim independen yang besarannya berkisar Rp124 ribu untuk harga terendah dan harga tertinggi sebesar Rp226 ribu per meter persegi. “Penetapan harga sudah melalui pertimbangan yang matang terutama demi kepentingan pemilik tanah. Supaya warga tidak rugi menjual tanahnya dan tetap mendapatkan untung,” jelas Syahrani.

Dikatakannya, penetapan harga tanah yang sudah diputuskan tersebut tidak bisa diganggu gugat lagi. Tinggal lagi kesediaan pemilik lahan apakah setuju dengan harga yang ditetapkan atau tidak. “Panitia tidak bisa memaksakan kehendak. Jadi, pemilik tanah tinggal memutuskan apakah bersedia atau tidak menjual tanahnya sebagaimana harga yang ditetapkan,” tambahnya. Selain itu juga, Syahrani menegaskan, jikalau mayoritas pemilik tanah sepakat idengan harga yang sudah ditetapkan dan luasan tanahnya mencapai 75 persen dari lahan yang diperlukan maka pembayaran bisa direalisasikan. “Kami cenderung optimis mayoritas sekalian pemilik tanah setuju. Diperkirakan, luasan tanahnya mencapai 80 hingga 90 persen. Jadi, pembayaran bisa direalisasikan segera,” Akunya.

Meski demikian, setelah panitia menetapkan harga, pemilik lahan yang tidak setuju dengan harga yang sudah ditetapkan langsung meninggalkan ruangan pertemuan. Sedangkan para pemilik lahan yang setuju tetap bertahan dan menandatangani kesepakatan penetapan harga. “Kami setuju saja. Sebab, harga yang diputuskan adalah harga tetap. Jadi tidak mungkin dirubah lagi. Menurut kami yang setuju itu cukup wajar,” ujar Anang Barni salah seorang pemilik tanah. Setidaknya 70 persen suara warga yang telah menyepakati harga yang ditawarkan Panitia. Oleh sebab itulah, Bandara segera mungkin akan dibangun. Warga yang setuju tersebut terdiri dari RT 11 dan RT 12 Kelurahan Guntung Payung diperkirakan 70 persen dari total keseluruhan luas tanah yang akan dibebaskan berasal dari pihak mereka. “Lahan yang paling luas berada di Kelurahan Guntung Payung yaitu sekitar 70 persen, dan kami telah bersepakat dengan harga yang ditawarkan Panitia,” jawab Ananf kepada warga Kelurahan Guntung Payung kepada wartawan.

Harga netto yang ditawarkan oleh Panitia berjumlah Rp 255.000,- /meter2 untuk tanah kosong dan perkebunan, kelompok tanah perumahan di luar bangunan ditawarkan Rp. 340.000,-/meter2, dan tanah pemukiman Rp. 275.000,- /meter2. Harga tersebut meningkat dari harga hasil negosiasi pertama yang ditawarkan oleh Panitia, yaitu Rp. 114.000,-/meter2. Meski demikian sebagian warga tetap tidak menyetujui peningkatan harga tersebut.

Sementara itu, Pihak PT Angkasa Pura I Cabang Kota Banjarmasin berani mengambil resiko meningkatkan harga tersebut agar warga tidak merasa dirugikan. Itu dilakukan agar tidak menimbulkan protes dikemudian hari. General Manager PT Angkasa Pura I mengaku telah diberi surat kuasa dari pusat. “Saya telah diberi surat kuasa oleh PT Angkasa Pura I Pusat untuk melakukan negosiasi ini dan harus berani mengambil langkah yang tepat agar masyarakat tidak merasa dirugikan,” paparnya. Sekadar diketahui, dana yang dipersiapkan PT Angkasa Pura I Pusat sebesar Rp. 290 miliyar hanya untuk pembebasan lahan. Diperkirakan jika terjadi peningkatan harga maka dana tersebut harus ditambah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s