Kantongi IMB Tempat Ibadah

Demi mewujudkan Kota Banjarbaru yang rukun dan damai, Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar kegiatan bertajuk Forum Komunikasi  Antar Umat Beragama dan Tokoh Masyarakat Se-Kota Banjarbaru. Setidaknya ada sekitar 40 orang yang tokoh masyarakat yang berhadir dalam kegiatan tersebut. Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noot dalam sambutannya menyampaikan, hidup dalam keragaman dan perbedaan tentu tidak bisa dihindari. Namun demikian, arus modernisasi membawa kemudahan bagi setiap orang untuk bergerak kemana saja. “Agar dapat menyikapinya dengan bijak dan rasional. Maka, toleransi di Kota Banjarbaru harus ditingkatkan,” ungkapnya dalam sambutan yang dibacakan Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli, Selasa, (3/4) di Aula Trisakti Pemkot Banjarbaru, kemarin.

Menurutnya, toleransi masyarkat dalam beragama di Banjarbaru cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lain. Itu karena suasana kependudukan Banjarbaru yang Heterogen, terdiri dari berbagai adat daerah dari beberapa budaya. “Oleh Banjarbaru senantiasa damai dan tentram dari perselisihan konflik yang berbau sara,” terangnya. Dijelaskannya, diskusi forum tersebut mampu menjadi media dan sarana efektif guna mencegah dampak negative akibat perbedaan. Oleh sebab itulah, berpegang pada dasar-dasar agama merupakan modal penting supaya tidak mudah melakukan penyimpangan, karena agama sebagai sumber kebenaran serta menjadi petunjuk yang baik bagi kedamaian hidup bersosial.

Ia juga menekankan agar semua umat beragama bisa menerima prinsip  “Setuju Dalam Perbedaan”. Maka dari itu, disinilah peran penting tokoh agama dan tokoh masyarakat. Karena sangat mempengaruhi untuk membangun kerukunan dimasyarakat serta mempererat jalinan interaksi dan komunikasi antar warga. Di samping itu, Wakil Walikota Ogi Fajar Nuzuli menginginkan adanya koordinasi yang solid bagi masyarakat untuk mengadakan kegiatan dan mendirikan tempat ibadah. “Karena di Banjarbaru, semua umat beragama bisa mendapatkan IMB untuk membangun tempat ibadahnya,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kota Banjarbaru Drs Ahmad Jayadie MM yang membidangi dalam persoalan ini mengharapakan agar masyarkat bisa rukun dalam menjalankan ibadahnya masing-masing. “Rukun dan tidak salinng mempengaruhi satu sama lain. Itu adalah point penting. Karena Banjarbaru sudah terkenal sejak jaman Van Der Pilj mendirikan berbagai tempat ibadah yang begitu berdekatan dengan daerah lain. Buktinya Mushola yang terletak di wilayah Sumber Adi jaraknya tidak jauh dengan gereja. Itu sebagai bukti masyarakat kita yang begitu rukun dan mempunyai toleransi tinggi dalam hidup beragama,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s