Banjarbaru Jadi Contoh Pengelolaan Sampah?

Kota Banjarbaru dinilai menjadi salah satu kota yang baik dalam segi pengelolaan sampah serta drainase/pengairan dikarenakan penataan kotanya teratur. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo HM Daud Budi bersama unsur muspida lainnya ketika mengadakan pertemuan di Ruang Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian, Senin, (16/4) Kemarin.“Dari analisi kami penataan kota di Banjarbaru itu bagus. Oleh sebab itulah kami melakukan studi banding dalam mengelola tata kota dan juga menangani masalah kebersihan di Kota Banjarbaru,” ujarnya kepada sejumlah pegawai dan wartawan yang berhadir.

Dikatakannya, dalam bidang kebersihan Kabupten Sidoarjo perlu belajar lebih dari berbagai daerah di Indonesia. Khususnya Kota Banjarbaru yang telah meraih piala Adipura 3 kali berturut-turut. “Kabupaten Sidoarjo perlu mendapat penanganan yang serius karena volume sampah sangat tinggi yaitu mencapai 1000 ton per hari,” ungkapnya. Dari volume 1000 ton tersebut yang mampu ditangai pemerintah setempat hanya sekitar 20 persen. Sedangkan 80 persennya lagi tidak ada solusi. “Tingginya volume sampah di Sidoardjo itu disebabkan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Saat ini saja sudah mencapai 2.120.000 jiwa,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Persampahan Dinas Kebersihan Kota Banjarbaru Hidayaturrahman menuturkan, jumlah volume sampah di Kota Banjarbaru mencapai 1000 kubik per harinya tetapi dapat ditangani dengan baik. “Kami berusaha sekuat tenaga untuk mengatasi masalah sampah ini dengan infrastruktur seadanya. Jadi, kami optimis sampah-sampah di Kota Banjarbaru dapat terangkut seluruhnya,” Tegas pria yang akrab disapa Dayat.

Ketua DPRD Kota Banjarbaru ketika diwawancarai wartawan menuturkan, pada kunker Kabupaten Sidoarjo tersebut tidak hanya membahas masalah seputar sampah tetapi juga memperbincangkan persoalan bandara. “Kita mengharapkan kunjungan kerja seperti ini ada manfaatnya ketika kembali ke daerah masing-masing. Nah, selain masalah kebersihan kita juga mendapat informasi cara mengurus izin penukaran nama Bandara dari Kabupaten Sidoardjo,” katanya. Rencananya, pihak DPRD akan melakukan pendekatan dengan Kementerian Perhubungan agar Bandara yang semula bernama “Bandara Syamsuddin Noor Kota Banjarmasin” menjadi “Bandara Syamsuddin Noor Kota Banjarbaru”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s