Layanan Dikeluhkan, PDAM Salahkan PLN

Tak hanya masyarakat yang mengeluhkan pemdaman listrik yang belakangan begitu mengganggu aktifitas warga. Kali ini giliran pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar yang diserang keluhan warga. Pihak Manajemen PDAM Intan Banjar mengakui, belakangan ini banyak menerima keluhan para pelanggan dari Zona Barat yang meliputi Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, Gambut dan Kertak Hanyar. Kepala Bagian Umum PDAM Intan Banjar Deddy R Setiawan SH menyampaikan permohonan maaf lantaran distribusi air bersih untuk zona barat seringkali mengalami gangguan.

Kepala Cabang I Landasan Ulin Rizani Noor ST menuturkan, sumber air baku di IPA Landasan Ulin berasal dari sumur bor yang kapasitasnya mengalami penurunan yang cukup signifikan. “Tiga unit sumur bor mengalami tekanan rendah saat ini 310 sampai 320. Padahal dalam kondisi normal mampu 360,” ujarnya, Kamis, (12/4) kemarin. Hal tersebut dikarenakan seringnya pemadaman aliran listrik di lokasi sumur bor. Oleh karena itu, suplai air ke instalasi Landasan Ulin terhenti. “Pemadaman listrik telah mengganggu distribusi air bersih. Seperti tanggal 2 tadi listrik padam 3 jam sehingga distribusi air bersih juga terganggu selama 3 jam. Tanggal 3 dan 4 juga padam sehingga distribusi air bersih ke Kecamatan Gambut mengalami gangguan,” jelasnya.

Kendala lainnya sebut Rizani yakni pipa distribusi utama usianya sudah tua karena mencapai 30 tahun sehingga sangat rentan mengalami kebocoran. “Pipa ini terbuat dari asbes dan kini berada di bahu jalan, kalau beban kendaraan melebihi daya dukung jalan maka pipa rentan retak,” ujar Deddy. Menyinggung ketergantungan dengan daya listrik dari PT PLN, Rizani menjelaskan, pihaknya mengharapkan mendapat bantuan genset (mesin pembangkit listrik) untuk instalasi sehingga dapat mengalirkan air yang tersisa di reservoir. “Genset akan dipasang di Instalasi Paramuan, insya Allah tahun ini mendapatkan bantuan genset itu,” harapnya.

Untuk kendala yang terjadi di Kecamatan Kertak Hanyar Kepala Cabang II Kertak Hanyar Abdullah Saraji menjelaskan, air baku masih tergantung dari PDAM Bandarmasih dan suplainya terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan produksi IPA Kertak Hanyar yaitu sebesar 40 liter per detik. “Kualitas air baku yang dikirim dari PDAM Bandarmasih terkadang kekeruhannya sangat tinggi, diatas 1000 NTu sehingga mengalami kesulitan dalam mengolahnya,” katanya. Saraji menuturkan, kapasitas produksi di IPA Kertak Hanyar tidak mencukupi untuk melayani di wilayah pelayanan Kertak Hanyar. Kabag Perencanaan Said Umar menambahkan, PDAM Intan Banjar akan melaksanakan program pengembangan dengan pembangunan IPA di Jalan Gubernur Syarkawi kapasitas 250 liter per detik yang dilakukan dua tahap. “Pengadaan dan pemasangan pipa HDPE diameter 500 mm, 200 mm dan 250 mm untuk distribusi air,” ujarnya.

Program pengembangan lainnya, yaitu pengadaan dan pemasangan pipa HDPE diameter 400 mm di IPA Syarkawi, Booster Tambak Sirang, Booster Landasan Ulin. “Kemudian ditambah dengan pembuatan reservoir 2.500 meter kubik, dan penambahan sambungan baru 9.900 SR untuk MBR dari 2010 hingga 2015,” pungkasnya. []

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s