Mengintip Para Pembuat Jukung di Pulau Sewangi

Pengrajin Jukung di Pulai Sewangi Kalimantan Selatan
Pengrajin Jukung di Pulai Sewangi Kalimantan Selatan

Siapa yang tak kenal daerah wisata yang paling populer di Kalsel. Apa lagi kalau bukan Pasar Terapung (Floting Market). Tempat wisata yang satu ini memang selalu dijadikan andalan Disbubparpora Kalimantan Selatan untuk pesona yang bisa menarik para wisatawan berkunjung ke Tanah Banjar. Namun pernah kah terpikirkan kita untuk mengunjungi bagaimana proses pembuatan jukung, kelotok, dan alat transportasi air lainnya yang dipakai para pedagang di pasar terapung atau untuk sarana transportasi lainnya di Kota Seribu Sungai ini.

Di Wilayah Alalak Utara, ada suatu kampong dimana hampir seluruh penduduknya berprofesi sebagai pembuat jukung. Kampung itu bernama ALalak Pulau Sewangi ada pula yang menyebutnya Kuin Utara. Memang akses menuju kampong ini tak harus melewati jalur air, jalur darat pun akses menuju ini cukup mudah. Proses pembuatannya terbilang tidak memakan waktu yang sedikit. Satu buah Jukung bisa saja memakan waktu 6 sampai paling lama dua tahun, Tergantung bahan, ukuran, dan model seperti apa yang diinginkan. Harga jualnya pun bervariasi, dari yang paling murah seharga 3 Juta rupiah sampai 12 juta rupiah. Membicarakan soal jukung, tentu erat kaitannya dengan sejaran Orang Banjar sendiri. Dalam satu sumber disebutkan sebelum lahirnya suku Banjar, jukung telah digunakan sebagai transportasi penting dalam penyebaran penduduk dari pesisir pantai menuju pedalaman pulau. Di samping itu juga budaya Jukung telah di kenal 2000 tahun sebelum masehi dimana migrasi pertama ke tanah banjar adalah orang-orang melayu tua dari Sungai Mekong, Yunan, dan Cina Selatan.

Pengrajin Jukung Sedang Memoles Perahu Agar Tampak Licin
Pengrajin Jukung Sedang Memoles Perahu Agar Tampak Licin

Pada abad 6-7 Sesudah Masehi pembuatan jukung semakin berkembang di Kalimantan selatan hingga sampai sekarang. Berdasarkan fungsi dan kegunaannya, Jukung dibuat menyesesuaikan dengan kondisi alam Kalimatan tempo dulu. Jukung Sudur merupakan salah satu jenis yang tertua. Maka setelah itu terciptalah jukung-jukung jenis baru. Seiring perkembangan peradaban pada masa itu, Jukung menjadi identitas budaya dari Kerajaan Daha di Negara Hulu Sungai Selatan, Kerajaan Dipa Amuntai Kerjaan Banjar di Kuin, hingga menjadi asal-usul lahirnya suku Banjar. Maka dari itu budaya sungai tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sosial masyarakat Banjar. []

 

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s