Ribuan Jamaah Hadiri Haul Syekh Anang Sya’rani Ma’ruf

Meski rinai hujan sempat membasahi, namun tak mengurungkan niat puluhan ribu jamaah yang mengikuti haul Al Alimul Alamah Asyekh KH Sya’rani Ma’ruf ke-43 di kubah Kampung Melayu Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu, (11/4) kemarin. Acara haul berjalan khusyuk dan penuh khidmat. Para jamaah sudah mulai berdatangan sejak pukul 09.00 Wita. Diantara yang berhadir tampak Gubernur Kalsel Rudy Ariffin, Wakil Bupati Banjar HA Fauzan Saleh, KH Khatim Salman Lc, beberapa unsur muspida Kabupaten Banjar, Kapolres Banjar AKBP Wahyu Dwi Ariwibowo, Habib Abdurrahman Al Habsyi yang dari kwitang, para habib dari Singapura, Jakarta dan Jawa Timur, dewan guru Ponpes Darussalam, serta para santri yang membanjiri houlbait.

Di tengah pembacaan Maulid Habsyi diseli ngi dengan pernikahan cucu haulbait. Adalah Jamaludin bin H Alwi dinikahkan dengan Hj Khairina Putrisari binti Khairul Saleh. Sambutan atas nama keluarga disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam KH Khalilurrahman. Dalam sambutan tersebut dikatakan rasa syukur yang tak terhingga kepada segala yang berhadir mengikuti haul syek KH Sya’rani Ma’ruf. “Peringatan haul seperti ini diadakan merupakan suatu bentuk baktinya anak kepada orang tua, dan baktinya murid kepada guru,” ujar Guru Kholil. Acara disambung dengan pembacaan manakib Syekh KH Sya’rani Ma’ruf oleh Ustadz Muhammad Itskon yang tak lain putra dari KH Khalilurrahman yang juga mengajar di Ponpes Darussalam.

Dalam manakib disebutkan, KH Sya’rani Arif dilahirkan di Kampung Melayu Martapura pada tahun 1914 merupakan pimpinan periode kelima (1959-1969 Pondok Pesantren Darussalam. Beliau banyak mempunyai guru dalam belajar ilmu agama diantaranya Syekh Umar Hamdan, Syekh Muhammad Ali bin Husin Al Maliki, dan Syekh Ahyad Al Bogori. Kurang lebih di umur 14 tahun ia diberangkatkan untuk menuntuk ke Mekkah bersama sepupu Kh Aarwani Abdan atau yang akrab disapa Guru Bangil dalam pengawasan KH M Kasyful Anwar. Karena ilmu dan kepahaman beliau yang tinggi dalam agama maka disebut dengan dua mutiara dari Banjar.

Beliau kembali ke tanah Banjar pada tahun 1940. Memimpin Ponpes Darussalam dari tahun 1959 s/d 1969. Pada masa kepemimpinannya waktu itu bernama Madrasah Islamiyah Darussalam. Dan pada akhirnya beliau wafat pada tanggal 14 Jumadi Awwal atau 17 Juni 1969 M. Mauizatil Hasanah disampaikan oleh KH Maulana Kamal Yusuf dari Jakarta. Kemudian disambung Habib Ali bin Muhammad Al Hadad dari Hadramaut. “Beruntunglah kita mempunyai Nurrullah yang diberikan Allah kepada Rasulullah kemudian disampaikan Rasullullah kepada para sahabat, kepada para pengikut,  kepada ulama salafus salih, hingga sampai kepada guru-guru kita yang mana cahaynya juga sampai kepada kita yang mencintai ulama,” ujar Habib dalam ceramahnya.

Gubernur Kalsel Rudy Arifin menuturkan, beruntunglah Kalsel banyak mempunyai dan melahirkan ulama-ulama besar. “Tidak hanya mendatangkan barokah bagi kita orang Banjar tetapi juga bagi orang-orang diluar Kalimantan. Wabilkhusus Martapura yang begitu terkenal ulama-ulamanya di negeri timur tengah. Maka dari itu, patutlah bagi kita semua untuk meneladani segala akhlaknya sebagai suri tauldan,” ujarnya ketika memberikan sambutan. Acara diakhiri dengan tahlil dan doa yang pahalanya diberikan khusus kepada para Alhlul Bait Sohbul Haul Syekh KH Sya’rani Arif. Dipimpin oleh Habib Muhammad Ali Al Habsyi.Diakhir acara para jamaah disuguhkan jamuan makan nasi samin khas Kampung Melayu Martapura dengan talam dimana satu talamnya bisa digunakan sebagai wadah makan 2 hingga 3 orang jamaah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s