Banyak Mainan di Taman Air Mancur

Taman Air Mancur Banjarbaru yang terletak di pusat kota ini tak hanya ramie diisi oleh Odong-odong yang berbaris rapi. Tetapi jika anda sempat berjalan-jalan, banyak di antaranya yang berjualan berbagai jenis mainan untuk si kecil. Semisal, boneka spogebob, robot-robot-an, dan lain sebagai.

Madun salah seorang penjual mainan mengatakan, ia sebetulnya tak hanya berjualan di taman air mancur, tetapi berdagang di pasar Bauntung Banjarbaru. “Kita sebelumnya memang jualan mainan, tetapi berlokasi di Pasar Bauntung. Kalau sudah hari kan disana sepi, jadi kita pindah kesini. Tapi lebih sering kalau hari Sabtu dan Minggu,” ujarnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Sabtu kemarin. Selain mainan, banyak juga yang menjual berbagai jenis aksesoris menarik, dari bros, gelang, kalung, dan cincin. Alhasil, jika ingin mencuci mata sambil menghibur si kecil,takada salahnye menyinggahi Taman Air Mancur Kota.

Bicarakan Pembangungan RSUD Baru

Pemkot Banjarbaru menggelar ekspose percepatan pembangunan rumah sakit yang baru menggantikan RSUD Banjarbaru. Karena RSUD Banjarbaru selama ini dinilai masih kurang fasilitas dan tidak mempunyai areal parkir memadai. Ekspose tersebut dilaksanakan di Aula RSUD Banjarbaru, Senin (14/5) siang, dihadiri Wali Kota Banjarbaru Drs HM Ruzaidin Noor, Direktur RSUD Banjarbaru dr Endah Labati, para dokter, pejabat di lingkungan Pemkot Banjarbaru, dan pihak konsultan.

Direktur RSUD Banjarbaru Endah Labati mengatakan, rumah sakit yang ada ini memiliki luas 0,8 hektare dan bertipe C, sehingga belum memenuhi fasilitas termasuk areal parkir. “Rumah sakit ini kekurangan kamar untuk rawat inap sehingga kalau kamar penuh terpaksa pasien diarahkan ke rumah sakit lain,” ujarnya.
Selain itu, jumlah perawat di rumah sakit ini juga masih kurang, karena itu rencana pemindahan rumah sakit ini patut didukung.

Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor menyatakan, keinginan pemindahan rumah sakit ini berawal ketika adanya kunjungan pejabat kesehatan pemerintah pusat dan kunjungan anggota Komisi IX DPR RI, sehingga Kota Banjarbaru mendapat prioritas utama untuk pembangunan rumah sakit baru ini.
“Karena keterbatasan kamar terpaksa pasien diarahkan ke rumah sakit lain dan kita merasa tidak enak dengan warga karena tidak bisa mendapat pelayanan kesehatan di RSUD Banjarbaru,” katanya. Wali kota menginginkan di rumah sakit yang baru nantinya dilengkapi ruang praktek bersama dan rumah dinas untuk para dokter, juga sebuah kafataria yang dikelola koperasi rumah sakit.“Rencananya, kawasan untuk rumah sakit baru itu di Trikora. Siapapun nanti konsultannya diharapkan mempunyai relasi langsung ke Kemenkes,” harapnya.
Seorang pembicara pada disksusi tersebut Yuditiati Mutiara menerangkan, pihaknya sudah melihat lokasi untuk pembangunan rumah sakit ini. “Struktur tanahnya cukup baik tanahnya berkontur sekitar satu persen, syarat pembangunan rumah sakit itu kontur tanahnya tidak boleh dari lima persen,” paparnya. Maka dari itu, Dengan lahan seluas 4,4 hektare sangat mungkin untuk membangun rumah sakit tungkat dua dengan total 220 kamar rawat inap dilengkapi areal parkir untuk 107 buah mobil dan parkir sepeda motor yang mampu menampung sebanyak 264 buah sepeda motor.

Bonus Buat Pelapor Korupsi

Mencegah terjadinya korupsi di lingkungan pemerintahan, Pemko Banjarbaru telah melakukan berbagai upaya di antaranya Deklarasi Birokrasi Bersih dan Melayani pada awal April 2012 dan penandatanganan Pakta Integritas bagi pejabat yang dilantik. Wali Kota Banjarbaru Drs HM Ruzaidin Noor mengatakan, berdasarkan laporan KPK, Kota Banjarbaru berada di peringkat 9 dari 10 kabupaten/kota di Indonesia yang integritasnya tinggi. “Pelaksanaan bebas korupsi Kota Banjarbaru berada di peringkat sembilan dari sepuluh kabupaten/kota yang integritas tinggi,” ujarnya pada acara Sosialisasi dan Tutoring Cara Pengisian Kewajiban Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) di Aula Gawi Sabarataan, Senin (14/5) kemarin.

Ia mengimbau kepada seluruh pejabat eselon II dan pejabat keuangan yang mengisi LHKPN ini harus memberikan laporan harta kekayaan dengan benar. “Tidak perlu takut kalau memang memiliki harta itu dibuktikan dengan sertifikat,” pesannya. Dikatakan Ruzaidin, apabila ada indikasi korupsi di lingkungan Pemkot Banjarbaru maka hal tersebut dapat dilaporkan yang tentunya disertai bukti.

Di samping itu, Sekdako Banjarbaru Dr H Syahriani Syahran MSi menjanjikan secara pribadi akan memberikan bonus berupa uang kepada siapa saja yang melaporkan adanya tindak korupsi di lingkungan Pemkot Banjarbaru. “Kalau ada yang melaporkan ada tindak korupsi di Pemkot Banjarbaru meskipun kecil seperti pungli, saya akan beri uang Rp 5 juta sebagai bonus,” janji Syahrani. Dijelaskanya, bonus tersebut merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya korupsi di Kota Banjarbaru selain menjadikan salah satu instansi sebagai percontohan bersih dari tindak korupsi. “Instansi yang akan kita jadikan contoh bersih dari tindak korupsi adalah BP2T,” ungkapnya.

Truk Galian C Dilarang Lewat Jalan Guntung Manggis

Menampung aspirasi masyarakat di wilayah Guntung Manggis yang mengeluhkan sikap kebanyakan para supir truk menggunakan jalur sebelah kanan yang mengakibatkan jalan rusak dan rumah warga berdebu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru Ir H Antoni Arpan di damping Kabid Manajemen Lalu Lintas Sirajoni ambil sikap. Dikatakannya, truk gailan c ataupun jenis angkutan material lainnya sudah diatru sedemikian rupa agar tidak lagi melewati Jalan Guntung Manggis. “Kita sudah lakukan kesepakatan itu Kamis kemarin. Dan kita mengaharapkan agar peraturan itu dimengerti dan dilaksanakan. Bukan hanya truk galian c saja. Tetapi juga ada truk yang lainnya seperti angkutan material, pasir, batu dan sebagainya. Namun karena rombongan truk Galian C yang terbanyak jadi itulah yang diprioritaskan,” ujarnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Selasa, (15/5) kemarin.

Dijelasakan Antoni, tak hanya golonga truk galian C, truk angkutan umum apa saja tidak lagi diperkenankan melalui Jalan Guntung Manggis. “Kami sudah atur truk-truk itu nantinya keluar di penghujung Jalan Trikora LIK Liang Anggang. Itu untuk tujuan Banjarmasin dan sekitar Kota Banjarbaru. Sedangkan untuk truk yang melayani keperluan di wilayah Kota Banjarbaru masih diperbolehkan melalui jalan RO Ulin. Namun itu juga kondisi jalannya. Sesuai dengan kapasitas dan kelas jalan,” jelasnya.

Truk-truk yang lewat diharapkan bisa menutup baknya dengan terpal agar warga sekitar tidak terkena dampak debu yang terlalu berlebihamn. “Kesepakatan tersebut sudah disetejui oleh penambangnnya. Kami juga sudah berkordinasi dengan Dinas PU, Diseperindag dan Tambang, Satlantas, Camat, Lurah, dan Warga tentunya. “Jadi intinya permintaan warga jangan sampai truk melewati Jln Guntug Manggis kami sikapi dengan mengupayakan kordinasi tersebut. Terlebih lagi karena adanya proyek pengerjaan jembatan yang dibidangi Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum,” bebernya.

Lalu bagaimana menyikapi adanya truk yang lebih memilih melewati Jalan RO Ulin? Dijelaskannya, bagaimana menyikapi itu masyarakat seyogiannya harus memahami. “Jalan Guntung Manggis sudah di tutup. Dan Jalan Karang Rejo juga, meski tidak ada larangan pun jelas truk-truk tidak akan lwat sana karena jalannya yang terlalu rusak. Maka jalan RO Ulin ini adalah satu-satuya jalur untuk ke kota. Tapi itu kita atur sesuai dengan kelasnya. Karena jalan RO Ulin itu adalah kelas 3. Tentu hanya truk angkutan material yang boleh,” pungkasnya.

Fasilitas SPBU Dirusak, Pemilik Bungkam

Sebuah Antena Parabola untuk Jaringan Satelit dan Internet di SPBU nomor 6476704 Jalan Subarjo Liang Anggang Lingkar Selatan Kecamatan Liang Anggang tampak roboh dan dirusak oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab, Kamis, (16/5) kemarin. Peristiwa tersebut diduga lantaran ada kesalahpahaman beberapa pihak SPBU dengan para sopir truk yang mengantri untuk pembelian solar. Peristiwa singkat itu terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Meski demikian, pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) terlihat berada di SPBU dengan baju seragamnya bungkam. Begitu juga dengan pemilik SPBU H Fitri, tak bisa menjelaskan apa-apa ketika ditanyai penulis hirangputihhabang.wordpress.com. “Kami tidak tau pasti kejadiannya seperti apa, soalnya kami tadi di pos menjaga pembagian kupon antrean untuk membeli solar. Kalau dari pihak kami tidak melakukan itu, siapa tahu sopir yang tidak masuk dalam daftar Organda,” tutur seorang Organda yang namanya tak mau dikorankan.

Menurut data yang berhasil dihimpun MK di Lapangan, peristiwa itu terjadi berawal dari kesalah pahaman pihak Pertamina karena memasang alat agar tidak terjadi pencurian. Namun ada pula yang berpendapat bahwa para sopir emosi ketika petugas SPBU menerapkan satu plat nomor hanya bisa membeli satu kali. “Secara pastinya saya tidak tau, cuma kalau dengar-dengar pembicaraan para sopir mereka marah karena pembelian dibatasi dan tidak boleh dua kali,” ungkap seorang warga di sekitar SPBU.

Pemilik SPBU H Fitri mengaku tidak tahu menahu soal kejadian. Saat peristiwa terjadi ia tidak mengamati dengan seksama. Begitu juga dengan penyebab kemarahan sebagian sopir yang melakukan pengrusakan fasilitas tersebut. “Mohon maaf saya tidak bisa memberikan keterangan apa-apa. Karena saya baru saja datang waktu kejadian itu. Namun kita sudah koordinasikan dengan kepolisian. Dan petugas juga turun ke lapangan, namun sebentar saja semua petugas sudah balik,” katanya, ujarnya terlihat sembari menulis di meja kerjanya.

Lalu, apa yang dilakukan pihak SPBU untuk mengantisipasi keadaan tersebut? Diakuinya, ia telah meminta bantuan pengamanan ke pihak kepolisian. “Kami sudah minta bantuan ke pihak polisi, jadi mulai besok akan ada petugas yang berjaga di SPBU saya untuk mengantisipasi kejadian serupa,” jelasnya.

Dikonfirmasin persoalan itu, Kasatreskrim Polresta Banjarbaru AKP Sukardi membenarkan. Ia mengatakan kejadian itu hanya karena salah paham, tetapi sudah selesai dan pelayanan kemarin langsung berjalan normal. Ia juga mengatakan kalau kedepan pihaknya akan menempatkan petugas dari Polsek Liang Anggang. “Peeristiwa itu singkat sekali. Namun sekarang sudah tidak ada masalah dan sudah di Koordinasikan ke Polsek Liang Anggang. Kami nanti akan lakukan pengamanan untuk mengantisipasi kejadian serupa, kalau untuk SPBU lain sudah ada petugas yang jaga setiap hari sambil megatur lalulintas,” pungkasnya.

 

Girang Terima Cek 2,3M

H Abdul Qadir Slaah Seorang Warga Tegal Arum Mengangkat Sebuah Cek dengan Jumlah 2,3 Milyar

H Abdul Qadir Slaah Seorang Warga Tegal Arum Mengangkat Sebuah Cek dengan Jumlah 2,3 Milyar

Ustadz Rahmat salah seorang warga Tegal Arum yang tanahnya terkait untuk pengembangan pelebaran Bandara Syamsudin Noor terlihat girang dan bahagia. Itu lantaran panitia pembebasan lahan bandara telah menandatangani cek sejumlah Rp.3.270.172.826,- tiga milyar dua ratus tujuh puluh juta seratus tujuh puluh dua ribu delapan ratus dua puluh enam. Itu merupakan jumlah yang dibayarkan untuk 12 pemilik lahan perumahan dan lahan kosong yang totalnya lahannya seluas 6240 meter persegi sudah selesai melalui proses verivikasi dan legalisasi di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, Rabu, (16/5) kemarin.

Sebanyak 28 nama pemilik lahan kembali diundang panitia untuk menyelesaikan verivikasi surat lahan untuk segera dibayarkan.  H Abdul Qadir pemilik lahan dengan luas 2666 meter persegi yang masuk dalam kelompok 12 tersebut di damping UStadz Rahmat mengaku sangat senang karena jumlahnya sudah terhitung dan ceknya pun sudah ditandatangani. “Kita semua senang karena angkanya sudah kelihatan. Tinggal menuggu transferan dari Bank,” ungkapnya ketika diwawancarai sejumlah wartawan.

Penyerahan Cek secara Simbolis

Penyerahan Cek secara Simbolis

Diharapkannya, warga lainn bisa segera menyetujui dan mengurus verifikasi. “Karena untuk menaikkan harga sudah tidak mungkin lagi. “Harga, kan, sudah disepakati, ya tentu tidak mungkin lagi,” katanya. Rencananya, setelah uang dicarikan ia akan segera memabangun rumah di dekat SMP 5. “Kalau pembayaran cepat, maka cepat juga kita mulai pembangunan rumah,” paparnya.

General Manager PT AP I Gerrit Mailenzin mengaku setiap minggu pasti ada perubahan dan perkembangan dan hal tersebut merupakan titik terang. “Ini adalah awal yang baik. Oleh sebabt itu, kita sangat optimis, pembayaran berjalan lancar,” ungkapnya. Penandatangan pembayaran telah dilakukan oleh tim Sembilan di antaranya Unsur Legalisasi, BPN, Ketua Panitia, dan sebagainya. Ketua Panitia Syahriani Syahran juga mengaku Optimis. “Dengan ini pembayaran secara simbolis ini maka tahap-tahap berikutnya akan lancar untuk dilanjutkan,” pungkasnya.

Terminal Simpang Empat Sepi Petugas

kurang lebih 6 bulan pasca dioperasikannya Terminal Sub Simpang Empat Banjarbaru, kini situasi yang tampak di lapangan cenderung sepi dengan aktivitas. Terminal yang persis berlokasi di samping Citra Banjarbaru Plaza terlihat tak berfungsi sebagaimana mestinya. Beberapa sopir angkutan umum jurusan Martpaura-Liang Anggang tidak memasuki terminal, malahan mereka hanya lewan dan seringkalu berhenti di taman pos polisi simpang empat untuk menjemput penumpang. Salah seorang sopir angkot, Udin, memlih untuk berhenti di taman lantaran kondisi di terminal terlalu sepi. “Petugasnya saja tidak ada apalagi penumpangnya. Waktu pertama-tama sih memang rajin. Tapi belakangan sudah tidak lagi,” ujarnya kepada hirangputihhabang.wordpress.com.

Hal itu juga diperkuat dengan permintaan penumpang yang kebanyakan minta turun di taman Simpang empat saja. Sebagaimana seorang penumpang dari Banjarmasin, Ahmad, mengaku menunggu taksi di luar sub terminal simpang empat. “Soalnya kalau menunggu di dalam terminal tidak ada angkot yang singgah. Terpaksa, kita harus rela jalan kaki ke taman simpang empat,” akunya.

Menyikapi fenomena itu, Kepala Dinas Perhubugan Kota Banjarbaru Antoni MM mengaku terkejut mendengar situasi itu. Dikatakannya, setelah apel banyak pegawainya yang minta izin untuk menjaga di terminal itu. “Memang, pengawasan kita dari Dishub masih lemah. Namun, kita  akan tindak tegasi pegawai yang tidak menjalankan tugas dan tentunya tidak berada di tempat saat jam kerja. Belakangan akan kita evaluasi dulu. Kalau memang pegawai yang tugasnya di luar tidak efektif, maka akan kita tarik ke dalam kantor saja,” pungkasnya.