Para Pelansir Menyamar

Dampak antrean BBM di SPBU belakangan ini semakin membuat resah warga. Pasalanya, hampir seluruh SPBU tidak pernah kosong dari para pengantri. Hanya untuk membeli 2 atau tiga liter saja, masyrakat haru rela mengatre hampir 1 jam lamanya. Menurut pantauan hirangputihhabang.wordpress.com di lapangan, mulai dari SPBU Angsau Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, SPBU Km 21 Liang Anggang, SBPU COCO Km 34, dan SPBU Simpang Empat Banjarbaru, para pengantri yang mengguakan tangki besar yang mampu menampung BBM dengan jumlah cukup banyak sekitar 14-17 liter lebih mendominasi. Panjang antrian pun hampir 1 Kilometer panjangnya.

Begitu pula yang dialami kendaraan roda empat yang mengantri membuat kemacetan lalu lintas tak bisa ditolerir lagi. Tarmiji salah seorang warga yang mengantri mengaku sudah setengah jam mengantri di SPBU simpang 3 Angsau. “Kami sengaja pagi-pagi sekali ingin mengatri karena harga di eceran sudah tidak dapat ditolerir lagi. Ada yang menjual 7 ribu rupiah sampai 8 ribu rupiah. Namun ketika datang sekitar jam 07 yang mengantri ternyata sudah banyak. Karena udah niat, ya, sudah saya rela menunggu,” ujarnya kepada penulis, Rabu, (25/4) kemarin. Namun di SPBU tersebut tidak tampak ada okmun polisi yang berjaga atau untuk mengatur lalu lintas.

Meski demikian, setelah pukul 1 siang, beberapa antrian terlihat mulai berkurang. Itu lantaran rata-rata stok premium sudah habis menjelang sore hari. Menyikapi hal tersebut, Kasatlantas Polres Banjarbaru AKP Suparno berserta annggotanya lebih memilih langsung turun kelapangan mengatur kelancaran lalu lintas di seluruh SPBU di Kota Banjarbaru. “Kita hanya berwewenang untuk menjaga arus lalu lintasnya saja di 9 SPBU se-Kota Banjarbaru. Diharapakan, para pengatre tidak semena-mena membuat barisan baru yang akibatnya dapat membuat macet arus lalu lintas,” katanya kepada MK.

Namun apakah tidak ada penindakan langsung dari pihak kepolisian terkait keberadaan pelansit BBM yang bolak-balik SPBU menggunakan motor besar? Dikatakannya, pihak kepolisian tidak bisa secara detail mengamati para pelansir itu. “Kita sudah mengimbau kebijakan pengawasan pihak SPBU agar tidak melayani motor yang sudah bolak-balik ke SPBU tersebut. Jika kedapatan maka pihak SPBU bisa segera melapor kepolisian. Apalagi sekarang jatah pengisian, kan, sudah dibatasi,” jelasnya.

Sementara itu, menurut pengamatan salah seorang sumber, menghindari kecurigaan aparat keamanan para pelansir mencoba mengantri dengan berganti-ganti motor bertangki besar. Tidak sedikit juga dari mereka yang memakai bakul dan tas punggung berisi jirgen. “Ditakutkan hal tersebut juga suruhan dari petugas SPBU. Kita akan terus antisipasi masalah ini,” pungkas Suparno.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s