Relokasi Pasar Subuh Terancam Gagal (Run News)

Warga Tolak Perpindahan Pedagang Subuh dan Ikan
Keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru merehabilitasi pasar tampaknya agak terhambat. Pasalnya, warga sekitar Lahan eks Inhutani di jalan Lanan RT 1 RW 1, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan menolak keras terhadap kebijakan relokasi sementara para pedagang subuh dan ikan ke lokasi tersebut. Rencananya, agar tidak meneghambat proses pengerjaan rehab pasar, maka keberadaan para pedagang subuh dan ikan dipindahkan sementara. “Kami dari sejumlah warga RT 01 RW 01 Kelurahan Kemuning menolak ketentuan tersebut. Karena kami yang akan merasakan langsung dampak lingkungannya,” tutur seorang warga yang namanya tak mau dikorankan kepada wartawan penulis, Senin, (18/6) siang kemarin.
Menurutunya, sebelum ada kesepakatan antara pemilik eks Inhutani dan Pemerintah, tidak ada sosialisasi terhadap warga sekitar. “Bahkan, kami tak dijadikan penampungan sementara para pedagang subuh dan ikan. Seharusnya warga diundang dan didudukan dalam satu forum agar bisa menyampaikan pemikiran. Jadi kita bisa saling tukar pikiran dan menyampaikan pendapat,” tambahnya.
Selain itu, Abdullah mewakili warga setempat juga mengakui tak hanya sekadar menolak, tapi menyarankan alangkah bagusnya para pedagan subuh dan ikan itu dipindah ke pertokoan yang sudah dibangun pemerintah di belakang bangunan pasar swalayan Hero. “Kenapa tidak bangunan yang dibelakang hero itu saja yang dipakai, kan, membangunnya juga dari uang rakyat. Bangunan itu terkesan mubazir,” paparnya.
Ia mengaku sangat kecewa pemerintah cenderung berpihak kepada pedagang tapi tidak memerhatikan tanggapan warga mengenai hal demikian. Terlebih lagi, katanya, lokasi tersebut sangat dekat dengan sekolahan MTsn Ihya Ulumuddin. Sangat tak pantas siswa (i) berangkat dan pulang sekolah lewat kekumuhan suasana pasar. “Mau belajar berjualan ikan mereka? Jangankan menjamin kebersihan, drainase yang dulu dijanjikan saja sampai sekarang tak pernah dikerjakan. Malahan duluan diaspal. Apalagi mau dijadikan pasar, kita warga disini jadi tidak tenang. Karena ini pemukiman warga,” keluhnya.
Setidaknya sudah ada 44 kepala keluarga yang menandatangai surat pernyataan keberatan direlokasikannya pasar ikan sementara. Dan surat penolakan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua RT 1 Drs H Noerbek Noesiyus. Dengan alasan mereka warga lingkunganlah yang akan merasakan langsung dampak dari limbah pasar ikan tersebut. Ditambah lagi, drainase dilingkungan itu tidak lagi berfungsi alias mampet.

Sebelumnya Kabid Perikanan Diskantanhut Kurjiansyah memberikan pernyataan, pemilik lahan eks Inhutani telah bersedia meminjamkan lahan tersebut dan persyaratan terjamin kebersihan sementara menampung para pedagang pasar ikan. Rehab tersebut menelan dana sebesar 1,1 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementrian Perikanan dan Kelautan. Sedangkan pemindahan sementara para pedagang yang berjumlah sekitar 200 pedagang diharapakan bisa rampung sebelum 1 Juli mendatang.

Roro Setuju Dengan Warga, Pemko berunding Dulu
Terkait Relokasi Pasar Subuh dan Pedagang Ikan
Penolakan warga terhadap rencana relokasi sementara pedagang pasar subuh dan ikan di wilayah Jalan Lanan tepatnya di lahan eks Inhutani ditanggapi oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarbaru Hj Roro Erna Nilawati. Dikatakannya, dampak aroma yang menyengat dari pasar ikan akan dirasakan langsung oleh warga sekitar tempat itu. “Betul kata warga juga. Kenapa waktu itu tidak ada sosialisasi ke warga kalau pasar akan direhabilitasi. Kalau memang Pemko dari dulu sudah punya wacana memindahkan pasar ke belakang Swalayan Hero, kenapa nggak sekalian juga pasar ikan ikut pandah untuk sementara atau permanen,” ujarnya kepada hirangputihhabang.wordpress.com, Selasa, (19/6) kemarin.
Menurutnya, jika para pedagang takut tidak laku, maka semua pedangan harus serentak pindah. Maka tak pelak, pembeli juga akan mengikuti. “Apalagi para pedagang pasar subuh dan penjual ikan itu, kan, pangsanya pedagang keliling. Tentunya mereka akan mengikuti dimana ada pasar dan terpusat. Jadi kenapa khawatir tidak laku,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengatakan, perlu adanya suatu sosialisasi yang terbuka kepada para pedagang bahwa pasar kita sekarang memang sudah tidak layak. “Dan keuntunganya jika dipindah ke bangunan di belakang hero, otomatis terminal juga hidup dan beroperasi sebagaimana mestinya,” papar anggota DPR yang dikenal vocal ini.
Oleh sebab itu, ia mengharapkan Pemko untuk memberi kebijakan yang tidak merugikan sebagian masyarakat. “Artinya semua harus berhak menyampaikan pendapat. Warga jangan dirugikan dengan pasar dadakan yang berkesan kumuh dan tidak sehat. Dan pedangan pun tidak bingung dia mau dipindah kemana nanti,” harapnya.
Di sisi lain, Kabid Perikanan Distanhut Ir Kurjiansyah didampingi sekretaris Dikantanhut Rieskhan Noor menuturkan, surat keberatan warga soal relokasi pasar itu sudah diterimanya. Ia membenarkan ketiadaan sosialisasi kepada beberapa warga di sekitar eks Inhutani tersebut. “Kita mendengarkan apa yang disampaikan warga. Tetapi waktu itu kita juga tidak ada kepastian dari yang si punya lahan mau meminjami atau tidak. Lucu jadinya kalau kita berunding dengan warga ini-itunya, eh, ternyata yang punya lahan malah tidak bersedia meminjami lahannya,” kata Kurjiansyah.
Dipaparkannya, timnya telah menjajaki kemungkinan-kemungkinan. Hal tersebut dimulai dari Jalan kemuning, kemudian Jalan Jati, dan terakhir lahan eks Inhutani di Jalan Lanan. “Itu juga permintaan pedangan maunya di tempat itu. Memang kita sudah memperhitungnan bagaimana nantinya dampak yang ditimbulkan semisal kemacetan, limbah, dan lain hal sebagainya,” ungkapnya.
Lalu bagaimana soal usulan warga bahwa sebaiknya para pedagang dipindah ke belakang Hero saja? Hal itu dikatakannya sudah pernah terjadi. “Dulu pernah terjadi namun hasilnya tidak efektif. Mereka para pedagang balik lagi. Maka sebab itu, kalau meraka dipindah ujung-ujugnya malah kembali, maka lebih baik yang ada ini dulu kita benahi,”terangnya.
“Kita tidak ingin menimbulkan gejolak di masyarakat setempat. Kita sekadar memfasilitasi untuk rehabilitasinya. Pedangan yang akan dipindahkan itu berjumlah 48 orang dan sekitar 200 pedagang ikan. Berunding sajalah dulu. Kita sudah rencanakan besok, (hari ini, red)untuk mengadakan pertemuan dengan pedagang guna mencari solusi bagaimana jalan keluar yang baik. Bagaimana tanggapannya nanti yang jelas kita tidak ada maksud memaksakan. Setidaknya kami sudah memperbaiki pasar kita yang sudah sangat tidak layak. Saya berharap pedagang mau berkorban. Kita tidak menutup usaha mereka. Hanya berharap proses rehabilitasi berjalan sebagaimana mestinya. Itu saja!” pungkasnya.

Masih Tunggu Keputusan Disperindag
Persoalan aksi penolakan dan keberatan warga terhadap relokasi pasar subuh dan pedagan ikan belum jua menemukan jalan keluar. Warga sekitar Jalan Lanan –Lahan eks Inhutani- yang rencananya akan dijadikan tempat menampun sekitar 200 pedagan ikan dan 48 pedagang pasar subuh itu tetap bersikeras tidak terima adanya relokasi sementara ke wilayah mereka. “Memang pada pembicaran ada disulukan soal pengelolaan parkir dan hal lainnya dipersilakan kepada warga untuk dikelola. Tetapi itu merupakan tawaran. Namun kami warga RT 1 RW 1 tetap keberatan dengan adanya relokasi sementara atau selamanya pasar subuh dan pasar Ikan disini, (Lahan eks-Inhutani, red)” tegas seorang warga yang namanya tak mau dikorankan kepada penulis hirangputihhabang.wordprees.com Rabu, (20/6) kemarin.
Kabid Perikanan Distanhut Ir Kurjiansyah mengaku, untuk sementara hasil dari pertemuan denga para pedagang sepakat untuk dipindahkan. “Namun sepenuhnya tinggal lagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Dinas Perikanan, Perdagangan, Pertambangan, dan Energi (Disperindagtamben) Kota Banjarbaru mengenai keputusan. Kemana nanti para pedagang diarahkan,” ujarnya ketika dikonfirmasi penulis.
Dikatakanya, pertemuan tersebut dihadiri sekitar 30 orang pedagang mewakili beberapa pedagang lainnya. Namun soal keputusan ia belum bisa memberitah saat dikonfirmasi. “Kita masih menunggu keputusan tertulis dari Disperindagtamben. Mungkin hari ini, (kemarin, red) suratnya sudah disampaikan ke Walikota dan Wakil Walikota,” pungkasnya.
Akhirnya Pemko Mengalah
Penolakan warga Jalan Lanan terhadap relokasi sementara pasar ikan dan subuh ke lahan eks Inhutani akhirnya gagal. Alias tidak jadi pemindahan sementara di eks Lahan Inhutani. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Perdagangan, dan Energi (Disperindagtamben) Kota Banjarbaru Suriansyah. Dikatakannya, hal tersebut merupakan respon terhadap surat keberatan dan penolakan warga RT 1 RW 1 yang telah diterima. “Saya telah terima informasi dari tim pelaksana Disperindagtamben bahwa relokasi pasar sementara rehabilitasi tidak jadi ditempatkan di lahan eks Inhutani,” ujarnya , Kamis, (21/6) kemarin siang.
Menurutnya, pasar subuh sementara akan digabung dengan para pedagang Pasar Bauntung. “Kita sudah sangat mengejar waktu, pasalnya pengerjaan rehabilitasi pasar Bauntung segera dimulai pada awal Juli. Soal penempatan pedagan ikan akan kita pikirkan secara bertahap. Namun untuk mudahnya akses material untuk pengerjaan nantinya dikondisikan agar tidak mengganggu baik para pekerja maupun para pedagang,” tambahnya.
Dikonfirmasi persoalan itu, Walikota Banajrbaru HM Ruzaidin Noor menuturkan, secara formal informasi perihal itu belum diterimanya. Meski demikian ia sudah mendengar aksi penolakan dan sikap keberatan warga di lokasi kejadian. “Sebenarnya, yang penting dulu adalah pendekatan sosial dengan warga. Kalau memang warga tidak terima, tentu pemerintaha akan carikan solusi untuk tempat alternative. Yang penting, kan, komunikasi dulu. Itu sangat penting,” ucapnya kepada wartawan MK di kediamannya.
Pada intinya, tambah Ruzaidin, proyek rehabilitas pasar Bauntung tersebut bertujuan untuk memudahkan dan memberikan rasa nyaman kepada para pembeli nantinya. “Kita tentu merasa riskan melihat keadaan pasar yang sekarang. Terlebih dalam penilaian pasar kita adalah yang terendah,” keluhnya.
Lalu bagaimana dengan usulan warga dan anggota DPR yang menyarankan agar dipindah ke belakang Pasar Swalayah Hero? Ia menuturkan itu sebagai alternatif. “Nanti, kalau dibilang itu sebagai pilihan malah membuka peluang. Biarlah dulu kita benahi yang ada. Kita menjaga hubungan dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Terlebihm Dana Alokasi Khusu (DAK) yang turun, kan, untuk rehabilitasi pasar. Bukan pemindahan, jadi kalau berubah, maka menyalahi prosuder yang sudah disepakati,” jelasnya.
Pada pelaksanaan kedepan ia berharap warga, masyarakat, serta beberapa stackholder yang terlibat mampu merealisasinya dengan baik. “Setidaknya dalam sosialisasi tidak hanya melibatkan RT atau pedagang, tetapi seluruh warga yang bersangkutan. Walaupun penolakan sudah direspon, tetapi kita harus berkomunikasi dengan baik. Maka insya Allah tidak ada masalah,” harapanya.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar bisa bekerjasama untuk membenahi pasar. “Rehab pasar harus dilaksanakan tahun ini juga jangan sampai berlarut-larut sampai ke tahun depan. Karena anggaran yang turun hanya pada tahuh ini saja. Kalau terlambat melaksanakan tentu akan menjadi masalah baru. Yang jelas, pemerintah akan melakukan solusi, komunikasi, dan pendekatan sosial yang cermat dan tepat agar tidak menciptakan polemik yang berlebihan di masyarakat,” pungkasnya.

JIKSAW PGSD FC

Berdiri pada tahun 2008. UKM yang beronsentrasi pada bidang olahraga futsal ini berdiri dengan mengusung motto “Tetap tersenyum walau bergelut di lapangan”. Motto tersebut, bukan tanpa maksud. Diciptakan motto tersebut, agar para anggota JIKSAW PGSD FC dalam berlatih dan bermain di lapangan selalu dengan senyum dan tawa renyah, meskipun ada diantara anggota yang melakukan kesalahan. Ini supaya mereka tidak langsung down , kawan yang salah tidak langsung merasa bersalah karena permainannya. JIKSAW PGSD FC di ketuai oleh Ikhsan. JIKSAW PGSD biasanya latihan rutin setiap hari sabtu dan minggu sore, atau hari libur dan waktu-waktu yang lowong.
Sampai saat ini, JIKSAW sudah pernah mengikuti 5 kejuaraan futsal, baik kejuaraan antar mahasiswa ataupun antar umum. Baru-baru tadi, ukm yang beranggotakan 20 orang ini, telah mengikuti HISTORY CUP, kejuruan futsal antar mahasiswa yang diadaan oleh FKIP UNLAM Sejarah. Di kejuaraan tersebut, JIKSAW berhasil masuk ke babak semifinal.
JIKSAW menerima dengan tangan terbuka, bagi mahasiswa PGSD yang ingin bergabung menjadi anggota. Dikatakan oleh Ari Hidayat, salah seorang anggota JIKSAW PGSD FC, bahwa siapapun yang inginbergabung, sangat dipersilahkan.”Biasanya, kalau ada angakatan bawah yang mau bergabung, kami menerima dengan sangat senang hati. Selain itu, ada tehnik lain yang kami terapkan. Kami bisa melihat siapa saja yang kiranya bermain bagus, maka akan kami ajak untuk gabung dan bermain bersama club kami,” beber Ari mahasiswa semester 6 ini.

Taman Selamat Datang Direhab

Taman Selamat datang yang terletak di Jalan A Yani Km 26 akan dipugar habis-habisan oleh Pemko Banjarbaru. Pengelolaan milik Angkasa Pura yang sering bermasalah itu kini pengelolaannya sudah masuk dalam program Pemko. Hal tersebut disampaikan Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor di ruangannya, Senin, (21/5) kemarin, di dampingin Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Maryoto dan Kepala Dinas Tata Kota Mf Zahedi.

Dikatakannya, pengerjaan sudah dimulai sejak hari Senin kemarin. “Hari ini (kemarin,red) pengerjaan sudah dimulai, dan kita sudah mengimbau kepada para pedagang agar tidak lagi berjualan di wilayah itu,” ujarnya. Dana yang dianggarkan untuk rehab tersebut berjumlah 710 Juta. Dengan lama pengerjaan sekitar 5 bulan ke depan atau lebih tepatnya 150 hari masa kerja. “Jadi sementara pengerjaan berlangsung maka taman tersebut di tutup,” jelasnya.

Rencana Walikota, di sekeliling taman akan dipagari dan kemudian di aspal juga. “Kita akan pasang beberapa batu-batu-ornamen. Beberapa tiang listruk akan dimasukkan ke dalam situ. Supaya tidak ada kekukumuhan lagi,” paparnya. Dalam hal ini, ia mengaruh harapan besar kepada Dinas PU dan Tata Kota agar mampu bekerja dengan maksimal. “Persoalan teknis kita serahkan sepenuhnya pengelolaan kepada dinas PU dan Tata Kota. Agar nanti diatur sedemikian rupa,” jelasnya.

Kabid cipta karya Maryoto menerangkan, selain untuk membuat suasana di taman tersebut lebih teratur, ia pun khawatir dengan kondisi para pedagan kaki lima yang sudah terlalu mepet dengan jalan raya. “Terlebih lagi disana jalur cepat, dan sering terjadi kecelakaan. Kita mengantisipasihal tersebut supaya tidak terjadi. Terlebih ketika musim haji tiba. Maka yakinlah taman tersebut akan kembali dipadati orang-orang yang antar jemput jamaah.

Lalu bagaimana jika masih saja banyak pedagang kaki lima yang bandel dan bersikukuh kembali berjualan disana? Menurutnya hal tersebut tidakakan terk=jadi lagi, karena akan di tutup dengan kondisi yang tidak memungkinkan utuk didatangi. “Namun kita sudah kordinasikan dengan camat dan lurah setempat agar mengatur situasi di lapangan. Kita lihat saja nanti, kalau memungkinkan kita kembali akan turunkan satpol PP,” pungkasnya.

Imbau Kesadaran Penumpang

Menyikapi persoalan terminal Sub Simpang Empat Banjarbaru, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Banjarbaru Ir H Antoni Arpan mengaku, pihaknya telah merapatkan barisan untuk lebih sigap dalam menyelaraskan kondisi yang sedang sulit dihadapi, yaitu masalah penumpang yang begitu enggan menunggu di terminal itu. “Dan sudah kita tugaskan beberapa petugas untuk mencoba mendisiplinkan lagi. Namun sayangnya, kita terkendalan pemahaman para supir truk yang hanya patuh ketika ada petugas. Bukankah Kadang-kadang petugas itu ada saatnya istirahat semisal minum, makan, dan keperluan manusiawi lainnya,” ungkapnya kepada hirangputihhabang.wordpress.com.

Menurutnnya, hal ini terkendala kebiasaan masyrakat yang sulit untuk didisiplinkan. Adalah kebiasaan para penumpang yang senangnya menunggu angkot di pinggir jalan, bukan menunggu di dalam terminal. “Otomatis para supir angkot pun enggan masuk ke terminal kalau penumpangnya saja tidak mau. Bukankah logikanya jadi nyata, lebih memilih yang jelas-jelas di depan mata daripada kepastian yang belum ada penumpang ketika di dalam terminal,” ujarnya memaparkan.

Oleh sebab itulah, Antoni sangat mengimbau kepada masyarakat pengguna angkutan umum agar bisa masuk ke dalam terminal untuk menunggu angkot. Dan tidak lagi sering menjaganya di tepian jalan apalagi di taman samping pos polisi simpang empat yang jelas-jelas sudah ada rambu-rambu bagi roda empat dilarang stop. “Jadi saya mengharapakan agar masyarakat kita itu senangnya masuk ke dalam terminal. Maka otomatis sopir angkotnya juga masuk ke terminal. Sebenarnya kita juga memahami, jika si sopir melihat ada penuympang di hadapannya, maka ia khwatir jika masuk ke dalam terminal maka penumpang yang pasti akan dijemput oleh angkot lain di belakangnya. Itulah kebanyakan yang dirasakan para sopir. Maklumlah, saya juga sempat merasakan jadi sopir angkot,” akunya.

Sekali lagi ia mengingatkan agar masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah. “Supaya tidak mubazir maka dimanfaatkanlah sebaik mungkin. Apalagi di dalam terminal ada fasilitas yang bisa membuat kita berteduh dan bisa santai sejenak melepas lelah. Kita selalu coba untuk mengotimalkan pekerjaan. Dan terutama soal penjagaan itu tadi,” pungkasnya.

Semua Truk Dilarang Lewat Jalan Guntung Manggis

Menampung aspirasi masyarakat di wilayah Guntung Manggis yang mengeluhkan sikap kebanyakan para supir truk menggunakan jalur sebelah kanan yang mengakibatkan jalan rusak dan rumah warga berdebu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru Ir H Antoni Arpan di damping Kabid Manajemen Lalu Lintas Sirajoni ambil sikap.

Dikatakannya, truk gailan c ataupun jenis angkutan material lainnya sudah diatru sedemikian rupa agar tidak lagi melewati Jalan Guntung Manggis. “Kita sudah lakukan kesepakatan itu Kamis kemarin. Dan kita mengaharapkan agar peraturan itu dimengerti dan dilaksanakan. Bukan hanya truk galian c saja. Tetapi juga ada truk yang lainnya seperti angkutan material, pasir, batu dan sebagainya. Namun karena rombongan truk Galian C yang terbanyak jadi itulah yang diprioritaskan,” ujarnya kepada hirangputihhabang.wordpress.com, kemarin.

Dijelasakan Antoni, tak hanya golonga truk galian C, truk angkutan umum apa saja tidak lagi diperkenankan melalui Jalan Guntung Manggis. “Kami sudah atur truk-truk itu nantinya keluar di penghujung Jalan Trikora LIK Liang Anggang. Itu untuk tujuan Banjarmasin dan sekitar Kota Banjarbaru. Sedangkan untuk truk yang melayani keperluan di wilayah Kota Banjarbaru masih diperbolehkan melalui jalan RO Ulin. Namun itu juga kondisi jalannya. Sesuai dengan kapasitas dan kelas jalan,” jelasnya.

Truk-truk yang lewat diharapkan bisa menutup baknya dengan terpal agar warga sekitar tidak terkena dampak debu yang terlalu berlebihamn. “Kesepakatan tersebut sudah disetejui oleh penambangnnya. Kami juga sudah berkordinasi dengan Dinas PU, Diseperindag dan Tambang, Satlantas, Camat, Lurah, dan Warga tentunya. “Jadi intinya permintaan warga jangan sampai truk melewati Jln Guntug Manggis kami sikapi dengan mengupayakan kordinasi tersebut. Terlebih lagi karena adanya proyek pengerjaan jembatan yang dibidangi Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum,” bebernya.

Lalu bagaimana menyikapi adanya truk yang lebih memilih melewati Jalan RO Ulin? Dijelaskannya, bagaimana menyikapi itu masyarakat seyogiannya harus memahami. “Jalan Guntung Manggis sudah di tutup. Dan Jalan Karang Rejo juga, meski tidak ada larangan pun jelas truk-truk tidak akan lwat sana karena jalannya yang terlalu rusak. Maka jalan RO Ulin ini adalah satu-satuya jalur untuk ke kota. Tapi itu kita atur sesuai dengan kelasnya. Karena jalan RO Ulin itu adalah kelas 3. Tentu hanya truk angkutan material yang boleh,” pungkasnya.

Ajang Pamer Otot

Ada yang menarik di Taman Air Mancur Banjarbaru akhir pekan tadi. Tak heran jika dari pagi sampai malam harinya banyak orang-orang yang biasanya berakhir pekan di di mingguraya mendapat tontonan gratis. Pasalnya, baru saja di gelar Kalsel Open Body Contest Banjarbaru 2012 di Taman Air Mancur, Sabtu (19/5) kemarin.

Acara ini setidaknya diikuti lebih dari 100 pria kekar yang berotot besar. Mereka mewakili dari beberapa Gym yang tersebar di Kalsel. Dikatakan panitia, event tersebut merupakan yang pertama kalinya digelar di Banjarbar. “Diselenggarakan ini juga tak lain untuk mengenalkan kepada masyarakat untuk bisa PD dan bergaya dengan hidup sehat. Tak cuma untuk keren-kerenan,” ungkapnya.

UKM Korp Sukarela (KSR) STAI Darussalam Martapura

Membantu Sesama Tanpa Pamrih

Korps Sukarela (KSR) di STAI Darussalam Martapura merupakan salah satu UKM yang bergelut di bidang kesehatan. Terutam soal kesehatan untuk membantu korban bencana dan kegiatan sosial lainnya. KSR STAI Darussalam tak pernah lelah dalam membantu masyarakat. Dalam hal kebersihan maupun dalam meringankan beban para korban bencana.

KSR saat ini mempunyai 125 oang anggota aktif. Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan KSR yaitu donor darah, bakti sosial, dan  penggalangan dana untuk meringankan korban bencana banjir dan kebakaran. “Dalam KSR kami terbiasa membantu dalam hal apapun dengan tidak mengharap honor imbalan,” ujar Ketua Korps Sukarela (KSR) STAI Darussalam, Ainuddin Azzukhairy.

Dijelaskan pria yang akrab disapa Udin ini, Kegiatan donor darah rutin dilaksanakan tiap tahun sekali. Atau bisa juga ketika momentum peringatan suatu hari Nasional. Semisal jika terjadi bencana banjir atau kebakaran. Maka para pasukan berseragam merah ini siap dengan sigap turun langsung ke tempat terjadi bencana untuk membantu. “Ada juga yang menggalang dana untuk disumbangkan,” ungkapnya.

Baiasanya, ujar Ainuddin, Dalam melaksanakan tugas sebagai KSR sering bergabung dengan tim Tagana. “Sering pula kami membantu mencari korban tenggelam di daerah Tambak Anyar, Mataraman, Sungai Tabuk, dan Pekauman,” paparnya.

Beberapa anggota KSR sering memberikan pelatihan Pertolongan Pertama (PP) ke beberapa sekolah seperti SMA Karang Intan, MAN 2 Martapura, SMP N 3 Banjarbaru, dan Ponpes Darul Hijrah guna membiasakan anak-anak untuk dapat membantu jika mengetahui tejadi musibah atau bencana.

Keberadaan KSR diharapkan mampu menunjang kerja KSR secara maksimal, terutama masalah dana. Menurutnya, peralatan untuk praktek di lapangan masih sangat kurang, terlebih ia sangat berharap adanya mobil angkutan operasioanal KSR yang digunakan untuk mengemban tugas sosial kemasayarakatan. “Daerah yang sering kami bersihkan adalah pasar Batuah Martapura. Kami juga memberikan pengarahan agar pedagang membuang sampah tidak sembarangan, karena berkaitan dengan perda pemerintah mengenai kebersihan. Itu kami laksanakan dari pukul 07.30-10.00 Wita dan Alhamdulillah masyarakat senang dengan keberadaan kami yang membantu memberi kesadaran untuk selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan,” kata Ainuddin.

KSR dalam perjalanannya tak lepas dari peran serta BEM STAI Darussalam yang turut mendukung segala kegiatan. Beberapa dosen pun membina KSR yaitu Drs. H A Fauzan Saleh,M.Ag, Drs. H A Hamdaini BA.M.Ag dan Ir. Izzudin Noor. Ms.

Sekadar diketahui, KSR Indonesia mengusulkan STAI Darussalam sebagai tuan rumah dalam pemilihan ketua KSR Indonesia yang direncanakan berlangsung tahun 2013 mendatang.