Bacakan Puisi dari Pengungsi Rohingya

Dengan mengangkat tema Dari Mingguraya Untuk Rohingya: Kemerdekaan, kemanusiaan dan kita, sejumlah penyair dan seniman membacakan puisi-puisi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, Jumat, (31/8) di panging bunda Mingguraya, Banjarbaru, Tadi malam.

Berbagai kalangan dari para penyair, penulis, sampai pejabat pemerintahan juga turut andil dalam momentum ini. Di antaranya, Arsyad Indradi, Radius Ardanias Hadariah, Dewa Pahuluan, Ali Syamsuddin Arsy, HE Benyamine, MS Arif, Martha Ion Krishna, Abdurrahman El Husaini, Yadi Muryadi, Fahmi Wahid, Harie Insani Putra, Randu Alamsyah, Rizqie Muhammad Al fajar, dan lainnya yang tak bias disebutkan satu-persatu.

Yang menarik, malam itu juga dibacakan 3 puisi dari pengunsi rohingya yang diunduh dari internet. Berjudul My Beloved Homeland (Tanah Airku Tercinta) karya Shofique, I am a Refugee (Aku Pengungsi) karya Saiful, dan Tetap Aku Bangkit karya Maya Angelou, penyair terkemuka di Afrika-Amerika. Yang mana tiga puisi tersebut diterjemahkan oleh Radius Ardanias Hadariah.

 

Potensikan PAD dari 3 Raperda

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarbaru tampaknya menjadi hal yang dipriotitaskan. Hal itu terbukti dengan adanya 3 Raperda yang diusulkan Pemerintah Kota Banjarbaru kepada Dewan. Tiga Raperda itu adalah tentang pajak sarang burung walet, tentang izin pengusahaan dan pengelolaan sarang burung walet dan tentang bangunan gedung.

Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor menjelaskan, sarang walet merupakan salah satu satwa yang sejatinya dimanfaatkan menjadi salah satu potensi pendapatan asli daerah. “Maka dari itu, perlu adanya peraturan daerah yang mengatur penyelenggaraannya. Supaya bisa dimanfaatkan dan dirasakan besar bagi daerah serta masyarakat,” tuturnya kepada hirangputihahabang.worpress.com, Kamis, usai  rapat paripurna.

Dijelaskan Ruzaidin, yang terpenting dalam penyelenggaraan sarang yaitu pengawasan, pembinaan dan pengendalian. “Jadi tidak hanya hanya menghasilkan pendapatan bagi daerah namun juga memberikan perlindungan terhadap kepentingan umum baik dari segi kesehatan, keamanan, keindahan, dan kesesuaian dengan tata ruang wilayah Banjarbaru,” paparnya.

Sedangkan untuk Raperda bangunan, ia menjelaskan bahwa secara langsung atau tidak akan memberi manfaat dan kedudukan sosial ekonomi yang bagus individu masyarakat serta maupun badan berhak atas bangunan tersebut. “Proses administrasi bidang bangunan serta kedudukan hukumnya wajib tunduk kepada ketentuan perundang-undangan yang berlaku khusus bagi publik. Prose situ nantinya emnjadi legitimasi oleh Negara sebagai wujud implementasi yang diatur dalam UU nomor 28/2002 tentang bangunan gedung,” terangnya.

Selain itu, Raperda bangunan gedung juga diharapkan menjadi acuan dalam jaminan keselamatan penghuni serta lingkungan. “Sehingga dipandang perlu untuk mengeluarkan regulasi ini sesuai dengan kearifan daerah,” pungkasnya.

Lagi, Pelayanan RS Dikeluhkan

Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian ketika menyamar ke RSUD Banjarbaru untuk mengecek pelayanan yang dinilai buruk

Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian ketika menyamar ke RSUD Banjarbaru untuk mengecek pelayanan yang dinilai buruk

Untuk kesekian kalinya pelayanan RSUD Banjarbaru kembali dikeluhkan. Masdi (56) warga desa Sukamara, Landasan Ulin Utara, mengaku pelayanan pihak rumah sakit sangat tidak mengutamakan penyelamatan. Pasien yang tak lain adalah menantunya diharuskan operasi karena tidak bisa mengeluarkan urine. Dan nyatanya harus menunggu sampai yang bisa mengangani secara medis. Karena tempo itu dokter yang bersangkuta tidak ada ditempat.

Di sisi lain, Mahmud, (bukan nama sebarnarnya), mengantarkan istrinya yang akan melahirkan. Karena harus operasi, ia diperintahkan untuk mencari obat tertentu yang harus ditebus. Nyatanya ketika sampai ke apotik, ia malah dimnta menyediakan uang terlebih dahulu sebelum mengambil obat. Sedangkan Mahmud mengaku tidak ada uang sama sekali. Padahal sebelumnya Mahmud sudah mendaftarkan untuk Jampersal.

Tak pelak, keluhan tersebut sampai kepada Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian. Karena ingin membuktikan fakta buruknya pelayanan di rumah sakit, ia sengaja datang dengan sandal jepit, berjaket tebal dan menggunakan topi. “Saya sudah membuktikan sendiri perbedaan perlakuan para palayan rumah sakit kepada yang masyarakat yang kurang mampu dan mampu. Seharusnya tidak boleh seperti itu,” katanya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Jumat, (31/8) di lobi RSUD Banjarbaru, kemarin.

Dijelaskanya, rumah sakit saat ini sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Nah, dengan jampersal itu artinya semua biaya sudah ditanggunya pemerintah. Termasuk obat dan lain sebagainya. Nyatanya keluarga pasien yang lagi genting disuruh mencari obat, kesana-kemarin, dan disahut oleh apoteker untuk menyediakan uang dulu. Seharusnya rumah sakit itu tuntas melayani. Ini baru satu yang kedapatan, ada berapa orang tidak mampu lagi yang dilayani demikian,” paparnya.

Dikatakanya, BLUD bukan mencari keuntungan tetapi agar meningkatkan pelayanan. “Untuk meningkatkan tentu ada kewenangan-kewenangan yang diberikan kepada rumah sakit. Mental pelayanannya harus dirubah. Mungkin manajemennya rumah sakitnya sudah cukup, tetapi mental personalitinya harus lebih lagi dibina,” katanya.

Menurut Arie, maksud kedatangannya tersebut menjadi langkah DPRD yang memiliki fungsi pengawasan. “Pada intinya kita ingin tahu kondisi langsung. Siapa lagi yang mau mengawasi kalau bukan kita-kita masyarkat Banjarbaru ini. Maka ini menjadi shockteraphy bahwa DPR itu tidak tutup mata tidak tutup telinga. Selalu mendengar dan mengawasi. Artinya di samping diawasi Tuhan juga diawasi lembaga,” bebernya.

Adanya Jamkes, Jamkesmas, dan Jampersal tersebut, tambah Arie, seharusnya memudahkan masyarakat yang ingin pelayanan kesehatan. Bukan malah mempersulit. “Jadi pada intinya, saya masih menyayangkan sikap dari pelayanan rumah sakit di Banjarbaru,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, Direktur RSUD Banjarbaru dr Hj Endah Labati Basri didampingi Sekretaris M Norr menuturkan, kejadian tersebut tentu menjadi peringatan shockteraphy agar memaksimalkan kinerja. “Tetapi ada kesalahan persepsi saja saat pasien yang mendampingi istrinya mau melahirkan itu panik. Untuk Pasien Dakin dan Jampersal biasanya ada tindakan langsung,” katanya.

Menurutnya, si pasien juga salah masuk apotik. “Ya, karena panik itu tadi. Seharusnya masuk apotik Depo Appo Farma, tetapi ia membawa ke apotik pelengkap untuk umum yang di depan,” jelasnya.

Ia mengingatkan kejadian itu untuk dibahas dan dibicarakan kepada para perawat serta pihak pelayanan lainnya. “Hal hal detail tentu kita bahas di coffe morning dan pertemuan lainnya. Dan perbaikan dalam pelayanan tentu diperlukan,” pungkasnya.

Atlet Banjarbaru Dilepas

Pasi dan NPC Harpakan Sarana dan Prasarana dari Pemko

Sebagai perhatian kepada para atlet yang bersiap menuju PON Pemko Banjarbaru melaksanakan Pelepasan Atlet Banjarbaru mengikuti PON XVIIII dan Atlet NPC Banjarbaru mengikuti Pepernas XIV tahun 2012 di Pekanbaru, Riau di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, Jumat, (31/8) kemarin.

Ketua Koni Banjarbaru Kamsun SE didampingi Sekretaris Umum KONI Banjarbaru Daniel Itta mengatakan, KONI sendiri telah mendapatkan bantuan berupa dana hibah sebesar 750 juta. “Dana itu nantinya khusus untuk pembinaan maka sudah tentu harus bertanggungjawab. Dan meraih prestasi yang baik untuk Banjarbaru yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Jadi tidak hanya menerima apa adanya, tetapi harus bisa membuktikan prestasi. “Ada 36 atlet yang mengkuti PON dan 23 atlet yang mengikuti Papernas. Tentunya selalu memotivasi dan semangat. Saya berharap kepada para atlet jangan dilihat besaran bantuan yang diberikan tetapi perhatian yang diberikan pemko kepada para atlet,” tambahnya.

Mereka para atlet dilepas secara resmi oleh Wakil Walikota Banjarbari Ogi Fajr Nuzuli. “Pelaksanaan ini sebagai tanda perhatian serta ikatan persaudaraan. Kita juga sarankan kepada para  Nasional Paralympic Comonition (NPC) untuk membuat proposal kepada pemko Banjarbaru kalau perlu dana,” ingatnya.

Ia juga mengharapkan usai perhelatan PON nanti, NPC banjarbaru mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Perprov) ke-9 di Kabupaten Banjar. “Untuk itu segera mempersiapkan secara serius rencana perprov agar bisa lebih baik dari perprov kesebelumnya.

Ketua Persatuan Atletik Indonesia (Pasi) Kota Banjarbaru Yasir Arafat didampingi Bidang Penasehat NPC Makimina mengaku,sangat berterima kasih dengan bantuan Pemko Banjarbaru. “Tetapi untuk terus meningkatkan prestasi agar lebih baik tentu perlu sarana dan prasarana yang mumpuni dan layak,” ungkapnya.

Menurut Yasir, sudah 3 tahun terakhir para atlet menggunakan lapangan H Idak. Sedangkan kabarnya lapangan tersebut akan dialihfungsikan. “Bahkan NPC hampir setiap hari latihan disana,” paparnya.

Maka dari itu, ia mewakili atlet yang lainnya sangat memohon perbaikan sarana dan prasarana. “Lapangan H Idak itu direnovasi katanya akan beralih fungsi. Setidaknya harus ada stadion standar yang bisa menggantikan. Setidaknya sama atau lebih baik lagi. Tolong hal ini menjadi perhatian Pemko” pungkasnya.

Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

Pada Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS 2013 

Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor mengatakan, Pembahas tentu telah dilakukan dengan melalui Banggar DPRD dengan cara yang seksama dan cermat. “Hal itu menjadi upaya mempertajam prioritas belanja pembangunan tahun anggaran 2013 dan diharapkan alokasi anggaran pada PPAS benar-benar tepat sasaran baik sisi manfaat maupun sisi efesiensi anggaran,” ujarnnya ketika memberikan sambuitan pada Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Priortitas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun Anggaran 2013 Sekaligus Penyampaian KUA PPAS APBD-Perubahan Kota Banjarbaru Tahun Anggaran 2012 dan Penyampaian 3 Rancangan Peraturan Daerah Kota Banjarbaru, Kamis, (30/8), di ruang sidang Graha Paripurna DPRD Kota Banjarbaru, kemarin.

Dikatakannya, tidak semua usulan dan kebutuhan tersebut bisa ditampung tersebab kemampuan anggaran yang masih sangat terbatas. “Dibandingkan banyaknya program yang harus dilaksanakan. Maka dari itu perlu dipahami jika ada salah satu program yang belum bisa dibiayai sebagaimana anggaran yang diperlukan,” tambahnya.

Walikota menjelaskan, sebagaiman Pemendagri No 37 tahun 2012 tentang pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2013 yang pada intinya mengatur alokasi dana minimal untuk urusan pendidikan, urusan kesehatan, dan belanja modal, maka KUA dan PPAS Tahun 2013 dialokasikan untuk pendidikan sebesar 32,43% dari ketetapn 20% APBD. Urusan kesehatan 11,58% dari ketetapan 10% APBD dan belanja modal pada saat penusunan RKA dapat memenuhi ketentuan minimal sebesar 20% dari belanja.

Di samping itu, Walikota juga menyampaikan tiga rancangan Perda. Adalah Rancangan perda sarang burung walet, rancangan perda tentang izin perusahaan dan pengelolaan sarang burung walet, dan rancanngan tentang bangungan gedung.

Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian dalam hal ini mengharapakan, APBD Perubahan yang telah ditetapkan tersebut menjadi dasar KUA/PPAS Walikota untuk perencanaan kegiatan di tahun 2013. “Dan kita mengharapkan keseimbangan belanja pegawai serta pendapatan daerah,” katanya kepada sejumlah wartawan.]

Dijelaskannya, Anggaran ini lebih banyak berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pelayanan publik. “Kita sepakat pembiayaan daerah yang semula sebesar Rp 5.506.019.695,- mengalami perubahan menjadi Rp 79.601.324.266,-. Yang mana terdiri atas penerimaan pembiayaan dari silpa tahun seblumnya Rp 108.235.194.348,-. Maka dana pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 28.663.870.082,- terdiri dari penyertaan modal Rp 6.000.000.000,- dan cadangan Rp 22.633.870.082,-,” bebernya.

“Kita sepakat alokasi dana untuk Rumah Sakit karena sudah sangat tak layak. Dan adalagi sisanya untuk membeli truk sampah. Insya Allah di tahun 2013 sudah dilaksanaskan,” pungkasnya. 

24 September, Calhaj Masuk Asrama

Kasi Pengawasan Haji Kalsel Drs H Syukriansyah

Kasi Pengawasan Haji Kalsel Drs H Syukriansyah

Asrama Haji Mulai Berbenah 

Kasi Bimbingan Haji Kemenetrian Agama Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Drs H Syukriansyah menjelaskaan, masa pelunasan calon jamaah haji untuk tahun 2012/1433 H masih ada tersisa waktu 2 hari. “Yaitu hari ini, (kemarin, red) dan besok, (hari ini, red), Kamis 31 Agustus 2012. Terhitung mulai tanggal 29 Agusutus, jumlah calhaj 3811. Masih lagi tersisa 265 orang sisanya,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, Kamis, (30/8) kemarin.

Mernurutnya, jika dilihat dari perkembangan dari pekan lali, memang tidak kemungkin terpenuhi. “Tetapi kita berharap dari calon haji yang sudah masuk kursi itu bisa melunasi di tahap pertama. Karena kesempatan itu diberikan. Kalau kalau tidak melunasi ditunda ke tahun berikut yaitu tahap kedua di nomor kursi berikutnya pada 2-7 September,” katanya.

Di samping itu, Syukriansyah juga menjelaskan langkah persiapan menjelang pembernagkatan, pihaknya telah melakukan pemantapan jadwal dengan Kementrian Agama Pusat. “Baik itu Kalsel dan Kalteng, calhaj akan mulai masuk ke asrama haji mulai tanggal 24 September 2012. Dan pada 25 September 2012 calhaj kuota pertama akan terbang menuju neuju arab saudi,” paparnya.

Selain itu, Penempatan pemondokan di mekah sendiri telah dilakukan. “Untuk jamaah Kalsel relatif berada di jarak sekitar 2 km dari Masjidil Haram. Ada juga yang terdekat yaitu sekitar 500 meter. Kalau dilihat dari wilayah tersebut memang merupakan akses yang mudah. Sedangkan ksiapan asrama sendiri terus dibenahi. Terlebih dengan kedatangan Mentri Agama ini,. Kelengkapan pelayanan dan fasilitas jkita usahakan siap pada H-5. Hari ini, (kemarin, red) juga dilakukan undian kloter. Dari hasil pemantapan kloter, Kalsel berada di gelombang pertama dan sebagian gelombang kedua. Kita juga masih melakukan qur’ah dengan kepala Kantor Kementrian Agama di Sekrretarian Asrama Haji emberkasi Banjarmasin. Doakan saja semoga sesuai dengan yang diharapkan,” pungkasnya. 

Angka Haji Kalsel Tinggi

Mentri Agama Suryadharma Ali ketika berkunjung ke Asrama Haji Landasan Ulin, Kota Banjarbaru

Mentri Agama Suryadharma Ali ketika berkunjung ke Asrama Haji Landasan Ulin, Kota Banjarbaru

Masih perlu tambahan kuota

Mentri Agama Suryadharma Ali menuturkan, banyak sekali pemerintahan Kab/Kota se-Indonesia yang meminta tambahan quota haji. “Dan perlu diketahui juga bahwa permintaan ini sudah kita sampaikan ke kerajaan Arab Saudi. Tetapi sampai sekarang kita belum lagi dapat jawaban,” ujarnya ketika menghadiri Silaturahmi dan Pembinaan Kepegawaian di Asrama Haji, Landasan Ulin, Banjarbaru, Kamis, (30/8) kemarin.

Dituturkannya,semua provinsi meminta tambahan kuota dan masih mengalami kesulitan. “Dan telah kita wacanakan bahwa, penerimaan akan diprioritaskan bagi usia lanjut yaitu umru 80 tahun ke atas. Nah, kita habiskan dulu. Maka berikutnya akan kita sisir yang kisaran umur 70 tahun, 60 tahun, dan tersu ke bawahnya,” jelas mentri.

Untuk calhaj berumur 80 tahun ke atas yang mendaftar di tahap kedua tahu berikutnya, tambahnya, maka dipastikan berangkat tahun itu juga. “Jadi ada kepastian. Dan jumlahnya banyak sekali. Umur 80 tahun ke atas sajaberjuymlah 6500 orang. Dan seperti yang saya sebutkan sebelumnya dengan lamanya masa tunggu untuk Kalsel 14-15 tahun,” ucapnya.

Menurutnya, angka tersebut patut disyukuri. “Dalam artian jumlah tersebut sebagai pertanda perekonmian masyarkat di Kalsel bagus. Kesejahteraan bertambah karena mereka bisa pergi haji. Kalau diukur jamaah yang berangkat umroh untuk wilayah Kalsel berjumlah 3000 sampai 5000 an orang. Dan dalam setahun lebih dari 48000 orang. Sedangkan haji hanya berkisar 4500 orang,” paparnya.

Sedangkan untuk persoalan moratorium pendaftaran calhaj, mentri menjelaskan akan selalu terjadi. “Kalau sekarang yang pertama menjadi yang pertama dilayani. Yang yang belakangan tentu menjadi belakangan yang dilayani. Kalau ini kita habiskan dan tidak ada pendaftaran sekurang-kurangnya 12 tahun kita tutup. Bisa dibayangkan kira-kira berapa jumlah yang mendaftar itu pada tahun 2024. Sekitar 32 juta. Bagaimana meseleksinya? Tentu menjadi pekerjaan tersendiri yang memerlukan orientasi matang,” Pungkasnya.