Tetap Buka, Warung Sakadup Disita

 

Wakil Walikota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli mengharapkan kepada masyarkat agar saling menghormati di bulan puasa ini. Terlebih setelah banyaknya kedapatan warung sakadup oleh Razia Satpol PP. “Kalau benar-benar dihilangkan tentu tidak mungkin. Karena banyak sekali. Namun tetaplah kita saling hormat-menghormati. Yang puasa memahami yang diperbolehkan tidak puasa menurut syariat agama. Dan yang tidak puasa menghormati yang puasa. Begitu seharusnya,” ujarnya Ogi, Rabu, (1/8) kemarin.

 

Menurutnya, memang sebagian buruh bangunan dan pekerja berat tidak berpuasa dan secara syariat diperbolehkan oleh agama asalh dibayar puasa wajibnya di bulan lain. “Tapi kalau misalnya terpaksa juga jangan sampai mencolok. Apalagi warung yang buka-bukaan di siang hari. Bukan, kah itu sudah menyalahi Perda Ramadhan. Jangan sampai melayani yang tidak dibolehi oleh syariat agama tidak berpuasanya,” tegas Ogi. Ia mengharapakan masyarat Banjarbaru yang terkenal toleran bias menghargai suasana kondusif di bulan Ramadhan ini.

 

Sebelumnya, sejumlah warung sakadup di razia satpol PP di bebearapa wilayah Liang Anggang sampai Sungai Ulin. Tetapi menurut informasi yang diterima hirangputihabang.wordpress.com, beberapa warung yang biasanya rutin buka terlihat tutup karena info razia warung sakadup suda diketahui mereka. Kasi Operasi Satuan Polisi Pamong Praja Fitriyadi menuturkan, operasi itu hanya sosialisasi saja. “Kita ingin menunjuka bahwa surat edaran tentang ketentuan operasional warung makan saat Ramadan di Kota Banjarbaru ada dan harus bias ditepati. Tetapi jika ditegur tetap tidak ada menurut, kita akan sita dagangannya,” pungkasnya.

 

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s