Jaga Pahala Puasa

Sudah lebih dari separuh bulan kita menjalani puasa bersama sobat Spirit Ramadhan. Sebagaian pendapat mengatakan, makin dekat lebaran, makin banyak tantangan dan ujian yang menerpa. Termasuk menjaga pahala puasa kita. Karena puasa, tak hanya sekadar menahan hawa nafsu, lapar, dan haus saja. Tetapi juga harus bisa memposisikan jiwa dan raga dalam keadaan taqwa.

Nah, Sobat Spirit Ramadhan, hari ke 18 ini rasanya sudah sangat luar biasa. Tapi bukan karena sok kuat nahan lapar dan haus, bukan soal kuat lihat berbagai macam jenis es nampang warna-warni nampang dan berderet di jalan-jalan dari sore. Tetapi pandangan cowok kepada cewek, dan dandanan cewek yang menjaga pandangan cowok. Bagaimana, coba?

Kala berpuasa tentu semua tau bahwa wajib menjaga pandangan mata. Kalau mata sobat liar bisa-bisa membatalkan pahala puasa. Dan banyak sekali yang memakruhkannya.

Muhammad Alfiannor salah seorang Guru Agama mengatakan, terkadang gara-gara aurat juga bias membuat pahala menjadi sekarat. “Artinya toleransi dalam hormat-menghormati sangat berarti. Baik menjaga aurat, mau pun menjaga pandangan,” ujarnya kepada Spirit Ramadhan.

Dalam Alquran telah disebutkan, menjaga pandangan dan dandanan, wajib hukumnya. Terlebih bagi perempuan muslimah, sebagaimana firman Tuhan: “Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (jilbab)nya ke dadanya…’” (QS Annur:31).

Nah, oleh sebab itu, jika sobat Spirit Ramadhan yang muslimah terutama bisa berpakaian sopan, tentu yang lain pun segan.

Namun, amat disayangkan. Kebanyakan dari umat muslimin hanya memandang puasa sebagai rutinitas tahunan belaka. Dalam pandangannya, puasa tak lebih dari sekadar menahan haus dan lapar, sehingga fokus mereka hanya pada masalah ini, tanpa perhatian terhadap berbagai macam pintu pahala yang ada di dalamnya dan berbagai hal yang bisa merusak puasa.

Disamping menjagai pandangan dan gaya berpakaian, sobat Spirit Ramadhan juga mesti menjaga lisan. Maksudnya, menjaga pembicaraan dari yang sia-sia apa lagi yang membawa dalam dosa. Semisal ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba). Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan sia-sia, niscaya Allah tidak butuh kepada puasanya.”.

Para ulama berbeda pendapat tentang makna hadits tersebut. Ada yang melihat bahwa ghibah dan namimah membatalkan pahala puasa, tidak tersisa sedikitpun! Namun ada juga yang berpendapat bahwa dua hal itu hanya mengurangi pahala puasa meski kadang hanya tersisa sedikit. Artinya, ibadah puasa yang dilakukannya tidak bermanfaat.

Semoga kita tidak termasuk dari orang-orang yang semacam itu. Untuk itu, marilah kita berdoa dan berusaha agar puasa tahun ini benar-benar mendidik kita menjadi pribadi yang lebih takwa! Amin!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s