Ruislag Terkesan Dipaksa

Karut marut persoalan ruislag SDN Sungai Besar 1 lantaran pengerjaan proyek mall Mawar yangf diwacanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru tampaknya masih abu-abu.

Pasalnya, surat keberatan dari pihak ahli waris tanah hibah tersebut sampai ke DPRD Kota Banjarbaru. “Kenapa dewan menaruh perhatian terhadap rencana tukar guling ini? Karena setiap pengalihan atau pemindahan dari pihak pemerintah kota kepada pihak tiga haru melalui persetujuan dewan,” tegasnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com dan Media Kalimantan, Senin, (6/8), siang kemarin.

Menyikapi persoalan itu ia mengaku, dewan sangat berhati-hati agar setiap tukar guling itu tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. “Jadi ini merupakan hak dewan untuk curiga dengan proyeksi-proyeksi bisnis seperti itu. Banyak yang haru dipertimbangkan kalau hanya untuk pmindahan,” jelasnya.

Dikatakan Arie, ada hal yang harus di pertimbangkan Dinas Pendidikan, yaitu, ada surat dari ahli waris yang menjelaskan bahawa tanah tersebut hibah. Dan keluarga keberatan kalau tanah itu ruislag karena hibah dari keluarga mereka untuk digunakan di bidang pendidikan. “Saya rasa hal itu perlu dikonsultasikan dengan ulama soal amal jariyah pemilik tanah. Karena itu yang menjadi kekhawatiran. Pemilik tanah itu atas naman  nama H Mat Saleh (alm), dan H Udin Banjar, yang menulis surat ini adalah Ahli Warisnya. Dan ada beberapa masalah yang belum mendapat perhatian,” paparnya.

Disamping itu ia menjelaskan, Tanah tersebut adalah tanah hibah yang mana dihibahkan kepada pemerintah daerah. Kemudian keluarganya ahli waris darang ada datang menjelaskanm itu ke DPRD. “Ditambah lagi alas an yang melatar belakangi Disdik merelokasi ssangat tidak signifikan, semisal menghindari kebisingan proyek, jalanan macet, dan lain-lain maka dibernarkanlah tukar guling. Atau pinjam pakai asset provinsi, itu sifatnya sementara,” terang Arie.

Menurutnya kalaua hanya itu yang dijadikan maslaha masih banyak sekolah di pinggir jalan yang lain masih perlu di tukar guling juga. “Ada kesan pemaksaan relokasi. Pinjam pakainya dipaksa dengan alas an yang tidak terlalu mendasar. Wajar, kalau dewan curiga,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s