Pembakar Lahan Bisa Dipidana

Kebakaran lahan yang mengancam beberapa wilayah di Kalsel tampaknya harus ditangai lebih serius. Meski demikian, jumlah hot Spot atau tik panas tidak sebanyak tahun 2011 lalu. Kabid Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Ir Hj Sitti Maskanah MP kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com menjelaskan, untuk sementara ini data yang berhasil dirangkum ada sekitar 88 titik panas yang tersebar. “Namun wilayah tersebut belum tentu yang terbakar. Titik itu terdeteksi lantaran ladar cuacanya terlalu tinggi,” ujarnya didampingi Pemantau HotSpot Dinas Kehutanan Prov Kalsel Imam Santoso, Senin, (27/8) kemarin.

Peringatan agar masyarakat tidak membakar sudah disosialisasi. “Dan itu menjadi rutin setiap tahunnya. Apalagi selalu ada rakor bersama BPPD, BKSDA. Pengaruh musim menjadi faktor alam yang besar sekali terhadap angka naik atau turunnya titik panas,” tambahnya.

Menurut data yang berhasil dihimpun hirangputihhabang.wordpress.com per bulan Agustus ini, Kalsel mempunyai 257 titik panas yang tersebar di seluruh Kab/Kota. Khusus di Banjarbaru ada 4 titik panas. Adalah Kecamatan Banjarbaru Kota, Banjarbaru Utara, Kecamatan Bangkal dan Guntung Payung.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Rahcmadi Kurdi menuturkan, kondisi sekarang  sangat sulit diprediksi tersebab kondisi cuaca yang cepat berubah-ubah. “Untungnya sudah 2 hari ini turun hujan yang cukup lebat, sehinggan angka hotspotnya kembali turun. Namun kita tetap waspada mengatisipasi kemungkinan terburuk. Karena sudah terbentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA),” paparnya.

Selain itu, jelasnya, juga ada yang bernama Mangga Agni. Yang mana semua anggota dari masyarakat oleh masyarat dan tentunya untuk masyarakat. “Jadi jika memang titik yang berbentuk api, masyrakat sigap untuk melakukan pemadaman atau jika wilayah tidak bias mengatasi bias langsung melaporkan ke bagian kab/Kota setempat,” terangnya.

Menurutnya, dibandingkan tahun kemarin, tahun ini kondisinya relatif aman. “Dengan adanya Musim hujan, sangat membantu. Setidaknya sikon terkendali. Tetapi kita juga harus siap. Makanya memfungsikan Manggala Agni dan MPA itu tadi. Mereka bergerak di wilayah tertentu dan mudah akses. Setelah mereka melaporkan Manggala Agni BPK turun ke lokasi yang terbakar. Kita juga mengharapkan pemadaman lokal bias turut andil meminimalisir kebakaran hutan,” ingatnya.

Lalu, apa tindakan jika ada yang tertangkap tangan melakukan pembakaran lahan? Ia menjawab akan di proses hokum. “Ada beberapa proses hukum sesuai dengan perundang-undangan. Jikalau kedapatan atau tertangkap tangan yang membakar maka ancamannya jelas ada di Undang-undang. Karena kebanyakan hal itu dilakukan untuk keperluan usaha dan lain sebagainya memangkas biaya,” bebernya.

Proses hokum termaksud yaitu pida 5 tahun dengan denda 10 Miliar. “Sampai sekarang sangat sulit mendeteksi pelaku itu. Namun jika terjadi, kita observasi dan melakukan penyidikan lahan itu dimana lokasinya. Punya siapa? Apakah terbakar sendiri atau dibakar. Jika memang datanya lengkap kita akan panggi pemilik lahan termaksud,” jelasnya.

Di samping itu, ia juga sangat menyayangkan pihak pebisnis yang membuka lahan dengan cara dibakar agar memangkas biaya. “Bagi lingkungan itu dampaknya sangat tidak baik dan berpengaruh buruk apalagi ribuan hektar. Salah satuntya akan menyumbang panas dan merusak ekosistem. Sudah ada di Perda Pelarangan Pembakaran Hutan,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s