Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

Pada Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS 2013 

Walikota Banjarbaru HM Ruzaidin Noor mengatakan, Pembahas tentu telah dilakukan dengan melalui Banggar DPRD dengan cara yang seksama dan cermat. “Hal itu menjadi upaya mempertajam prioritas belanja pembangunan tahun anggaran 2013 dan diharapkan alokasi anggaran pada PPAS benar-benar tepat sasaran baik sisi manfaat maupun sisi efesiensi anggaran,” ujarnnya ketika memberikan sambuitan pada Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Priortitas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun Anggaran 2013 Sekaligus Penyampaian KUA PPAS APBD-Perubahan Kota Banjarbaru Tahun Anggaran 2012 dan Penyampaian 3 Rancangan Peraturan Daerah Kota Banjarbaru, Kamis, (30/8), di ruang sidang Graha Paripurna DPRD Kota Banjarbaru, kemarin.

Dikatakannya, tidak semua usulan dan kebutuhan tersebut bisa ditampung tersebab kemampuan anggaran yang masih sangat terbatas. “Dibandingkan banyaknya program yang harus dilaksanakan. Maka dari itu perlu dipahami jika ada salah satu program yang belum bisa dibiayai sebagaimana anggaran yang diperlukan,” tambahnya.

Walikota menjelaskan, sebagaiman Pemendagri No 37 tahun 2012 tentang pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2013 yang pada intinya mengatur alokasi dana minimal untuk urusan pendidikan, urusan kesehatan, dan belanja modal, maka KUA dan PPAS Tahun 2013 dialokasikan untuk pendidikan sebesar 32,43% dari ketetapn 20% APBD. Urusan kesehatan 11,58% dari ketetapan 10% APBD dan belanja modal pada saat penusunan RKA dapat memenuhi ketentuan minimal sebesar 20% dari belanja.

Di samping itu, Walikota juga menyampaikan tiga rancangan Perda. Adalah Rancangan perda sarang burung walet, rancangan perda tentang izin perusahaan dan pengelolaan sarang burung walet, dan rancanngan tentang bangungan gedung.

Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian dalam hal ini mengharapakan, APBD Perubahan yang telah ditetapkan tersebut menjadi dasar KUA/PPAS Walikota untuk perencanaan kegiatan di tahun 2013. “Dan kita mengharapkan keseimbangan belanja pegawai serta pendapatan daerah,” katanya kepada sejumlah wartawan.]

Dijelaskannya, Anggaran ini lebih banyak berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pelayanan publik. “Kita sepakat pembiayaan daerah yang semula sebesar Rp 5.506.019.695,- mengalami perubahan menjadi Rp 79.601.324.266,-. Yang mana terdiri atas penerimaan pembiayaan dari silpa tahun seblumnya Rp 108.235.194.348,-. Maka dana pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 28.663.870.082,- terdiri dari penyertaan modal Rp 6.000.000.000,- dan cadangan Rp 22.633.870.082,-,” bebernya.

“Kita sepakat alokasi dana untuk Rumah Sakit karena sudah sangat tak layak. Dan adalagi sisanya untuk membeli truk sampah. Insya Allah di tahun 2013 sudah dilaksanaskan,” pungkasnya. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s