Akreditasi RS Mawar Menggantung

Surat Izin Sementara Telah Jatuh Tempo 

-Tentu masih ingat dengan pengusaha intan asal cindai alus Martapura yang kini sedang ditahan di LP. Tak hanya menyisakan problem bagi para investor, pengusaha muda yang telah failid oleh kurator itu ternyata saham mayoritasnya di Rumah Sakit Umum Mawar Banjarbaru pun membuat manajemen rumah sakit tidak bisa mengurus akreditasi atau jaminan standar mutu pelayanan sebuah rumah sakit.

Hal itu disampaikan Direktur Umum RS Mawar Suwandi Yapari. Menurutnya, rumah sakit yang sebelumnya merupakan sebuah klinik, sebagian sahamnya telah dipihak kurator. “Owner RSU ini masih belum jelas. Masih menunggu hasil lelang. Kita jadi serba salah mau berkomentar,” ungkapnya, Minggu, (2/9) kemarin.

Dikonfirmasi persoalan itu, Senin, (3/9) kemarin ke Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Kesehatan Banjarbaru Ahmad Sayuti SH MAP didampingi Kasi Registrasi Akreditasi Malini Skm MMKes memaparkan, memang legalitas RS tersebut masih terkatung-katung. “Kalo soal prosuder tentu ada rekomendasi dari dinkes. Dulunya yang mengatasi adalah Provinsi. Nah, sedangkan izin sementaranya dalam jangka 1 tahun sekali dari tingkat kota.RS Mawar telah melwati dua kali masih perpanjangan izin sementara oprasional,” katanya kepada hirangputihhabang.wordpress.com.

Meski demikian, pihaknya sangat menyayangkan karena RS itu termasuk aset daerah. Fungsi dari Dinkes sendiri, Ujar Sayuti, melakukan pembinaan dan pengawasan. “Kita melakukan peninjauan, pendekatan secara sosial agar persyaratan untuk menjadi sebuah rumah sakit tersebut bisa dipenuhi. kami telah menyampaikan pengaduan persoalan ini kepada walikota,” tambahnya.

Ia sangat menyayangkan jika kemungkinan buruk terjadi terhadap status RS Mawar itu. “Selain berusaha menyelamatkan aset daerah, tentu juga menyelamatkan Sumber Daya Manusianya (SDM) nya dan lapangan pekerjaan yang ada di RS Mawar. Memang karena sebagian pegawai juga berstatus PNS, jadi kerjanya tidak full time. Ada yang paruh waktu. Sedangkan dokter-dokternya on call,” terang Malini.

Disinggung persoalan Izin praktek, ia mengaku izin prakteknya terlindungi oleh dinas. “Namun perlu diketahui Dinkes sendiri hanya teknis saja. Yaitu melakukan pembinaan. Izin sementara itu sudah dikeluarkan untuk kali kedua. Dan Terkahir januari 2010 sampai 7 januari 2011,” pungkasnya. 

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s