Urus Perizinan RS Mawar Secepatnya

Menyikapi adanya soal masa izin sementara yang telah diberikan 2 kali oleh Dinas Kesehatan, Kasi Registrasi Akreditasi Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Malini Skm MMKes menuturkan, soal pengusulan perpanjangan masih bisa diusahakan alias diberi kesempatan satu kali lagi guna tenggat waktu untuk melengkapi persyaratan untuk menjadi rumah sakit. “Prosesnya harus memasukkan berkas kembali ke BP2T. Karena soal perzinan dilayani satu pintu lwat BP2T. Maka nantinya pasti akan dikordinasikan ke Dinkes,” jelasnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com.

Dikonfirmasi soal itu, Pengelola RS Mawar Darmawan Jaya Setiawan didampingi Dirut RS Mawar Suwandi Yapari mengatakan, dengan kesempatan ketiga itu pihaknya tentu akan memanfaatkan dan secepatnya mengurus kelengkapan. “RS ini telah mendapatkan kepercayaan masyarakat. Maka kita menekankan kepercayaan itu kembali. Ada 70 orang karyawan yang digaji setiap bulannya. Kita juga selalu berkomunkasi dan berkonsultasi dengan pemerintah agar RS dapat beroperasi sebagaimana yang diharapkan sesuai dengan visi terdahulu,” akunya, Selasa, (4/9), kemarin di RS Mawar Jl Panglima Batur Timur.

Ia membenarkan adanya status aset Lihan yang failed. “Maka aset tersebut tentu dikelola atau diambil alih oleh kurator. Nah, pasca mengumumkan failed itu pun ada jeda waktu. Jalan akhirnya ya, dilelang atau dijual kepada pihak lain,” paparnya.

Dikatakannya, niat baiknya tetap menjaga aset masyarakat dan membantu dalam pelayanan kesehatan. Meskipun katanya, tidak sebanding dengan pemasukan. Setidaknya kita sudah melengkapi segala kekurangan. Berusaha bisa berpartisipasi. Dan kita bangga menjadi sebagai pendukung sebagai RS Pemerintah. Tapi ada peraturan dan tatanan pemerintah yang harus dipenuhi ini,” jelasnya.

Ada prosuder dan peraturan yang belum dipenuhi, ujarnya. “Dalam prosuder yang tertulis pihak RS terus berkonsultasi terutama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tata lingkungan, pembuangan limbah, dan lain sebagainya. Saya kira akreditasi yang dipersyaratkan juga termasuk fasilitas standarisasi sebagai rumah sakit. Kalau untuk pelayanan kesehatan disini sudah baik. Dalam tanda petik kita belum punya “kamar jenazah”, laboratorium, serta jumlah kamar yang hanya 20. Namun demi pelayanan pun ruang prakti dokter pun dijadikan kamar pasien. Kalau secara aturan RS harus ada ronsen juga,” jelasnya.

Lalu, mengapa sampai terjadi persoalan demikian? Ia beralasan, RS Mawar sendiri sudah berpoindah tangan dua kali. “Padahal sudah terkonsep pengembangan seperti bangunan tiga lantai. Namun tidak berapa lama terjadi goyang dan penahanan diiringi proses failid tadi. Nah ketika di tangan kurator kita tidak bisa berbuat apa-apa. Namun kondisi RS tetap terawat dan terjaga. Kalau kemungkingan terburuk karena izinnya hanya sementara maka akan dijual dan uangnya dikembalikan kepada kreditor. Saya kurang mengerti bagaimana proses pembagiannya itu,” bebernya.

Di samping itu, ia juga mengakui pihak manajemen RS tidak berdaya menambah fasilitas. “Karena memang perlu investasi besar sekitar 2-3 miliar. Namun kita berharap dalam tahun ini, sebagaimana konsultasi Dinkes ke kementrian kesehatan di pusat, maka ada peluanglah bagi RS mempertahankan status itu. Semoga saja tahun ini sudah selesai sudah di eksekusi oleh kurator. Mudahan juga yang punya modal sama satu visi dengan kita. Artinya, tidak mengutak atik. Apa yang dihasilkan RS Mawar kita kembalikan ke RS mawar lagi. Mudahan- pengembang lain visinya sama. Prosuder jalan dan tetap mandiri,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s