Calhaj Kloter 1 Berangkat Besok

Kloter 1 Tabalong emberkasi Banjarmasin rencananya akan berangkatkan hari ini, Selasa, (25/9) dari Asrama Haji, Landasan Ulin Pada pukul 14.00 Wita, seluruh jemaah diberangkatkan melalui Bandara Syamsudin Noor menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 8101 menuju Bandara King Abdul Azis, Jeddah.

Kepada Bidang Akomodasi PPIH Daerah Kab Tabalong Drs H Said Muhdari MM menuturkan, persiapan dan syaraat kelenngkapan sudah dikondisikan sedemikian rupa sejak cehk in di asarma haji pada Senin, (24/9), tadi  siang.

“Jumlah jamaah sekitar 325 orang berserta pembimbing dan petugas. Kita mengharapkan tidak ada ketertinggalan surat-menyurat untuk para jamaah, karena sebelumnya kita sudah sosialisasikan dengan teliti. Seluruh calhaj wajib menjalani dan mengikuti rangkaian kegiatan yang disiapkan PPIH embarkasi setempat,” ujarnya kepada penulis hirangputihhabang.wordpress.com.

sejumlah calhaj pemeriksaanm keseheatan sebelum memasuki kamar asarma haji, Landasan Ulin Kota Banjarbaru

sejumlah calhaj pemeriksaanm keseheatan sebelum memasuki kamar asarma haji, Landasan Ulin Kota Banjarbaru

Di samping itu, persiapan dari ketersediaan air, makanan, dan fasilitas lainnya dikatakan dalam kondisi sisga. “Yang pastinya kita tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjada saat para jamaah menginap disini sebelum keberangkatannya,” jelas Said.

Sebelum memasuki asrama, para calon jamaah haji terlebih dahulu harus melalui pemeriksaan kesehatan ketiga sebelum menginap di kamar yang telah disediakan pihak asrama.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin Syukeriansyah menuturkan, seluruh jemaah dijadwalkan tiba di Bandara King Abdul Azis, Jeddah pada Selasa malam, sekitar pukul 21.30 waktu Arab Saudi dan menempati maktab atau pemondokan 42 wilayah Syari’i Mansur.

Jika tak ada aral melintang, para calhaj akan dilepas langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin hingga masuk ke dalam kabin pesawat sebelum lepas landas,” ungkapnnya.

Kepala seksi bidang kesehatan yang juga sebagai tim PPIH Yohani Rafa Patari menjelaskan, anggotanya dari tim kesehatannya telah siap berjaga dan mengatisipasi ketersediatan jenis obat-obatan. “Anggota kita juga banyak dari Rumah Sakit seperti RSUD Ratu Zalecha Maetapura, RSUD Ulin, Puskesmas, dan lain-lain. Disini kita lakukan pemeriksaan akhir yang mana bersifat pemeriksaan dokumen dan lain sebagainya,” jelas Yohani.

Menurutnya, berbagai obat semisal mengatasi pegal-pegal, masker, dan obat praktids lainnya hanyan berjaga-jaga kalau memang ada yang memerlukan. “Karena diri pribadi si calhaj tentu lebih tau apa keluhan fisiknya. Nah, persoalan tes urine memang ada untuk mendapatkan jumlah risti (resiko tinggi, red) yang fungsinya mengetahui seseorang itu memang tidak dalam keadaan hamil,” katanya.

Lalu, bagaimana jika ditemukan ada yang hamil? Ia mengaku ada batasan. “Ada batasan yang boleh dan tidak untuk diberangkatkan. Yaitu sebelum 14 Minggu atau sesudah 26 Minggu maka tidak diperkenankan untuk diberangkatkan,” katanya.

Mengenai perbandingan dengan system tahun kemarin, ia mengaku tidak bias menjelaskan. “Kita belum melihat perbedaan spesifik dibandingkan yang lalu. Lagian ini juga baru kloter pertama jadi belum bias dibandingkan. Ristinya bertambah atau belum diketahui,” paparnya.

Di sisi lain, dari persoalan makanan pihaknya sudah mengawasi makanan dari catering yang disediakan. “Setiap hari kita memeriksa airnya, jenis makanan dan bahannya. Nah, perlu diketahui juga fungsi dari gelang jamaah yang ditandai. Hal itu agar memudahkan atau supaya mendapat lebih diperhatikan oleh petugas kesehatan nantinya. Bukannya gara-gara ditandai terancam tidak berangkat. Tetapi, yang bertanda ini lo yang perlu diawasi lebih ekstra. Kadang banyak calhaj yang salah persepsi,” bebernya.

Diharapkannya, pihak PPIH bisa komitmen berugas dengan sebaik mungkin. “Kami yang juda dari PPIH berharap, berusaha, dan berupaya sebaik mungkin agar jangan ada satupun jamaah yang batal berangkat. Pun jikalau batal, berarti memang alasan yang spesifik seperti hamil mengidap penyakit menular. Semisal kita emnemukan calhaj yang mengidap TBC, awalnya kita akan lakukan suntik meningitis. Jika memang positif, maka keberangkatannya akan ditunda. Mungkin tahun depan,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s