Kloter 1 Mendarat Di Jeddah

Diiringi haru dan tangis para keluarga yang mengantarakan, 320 orang jemaah calhaj kloter pertama embarkasi Banjarmasin ditambah plus lima orang petugas haji Kalsel telah diberangkatkan kemarin, Selasa, (25/9) siang kemarin sekitar pukul 14.00 Wita dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Jamaah calhaj yang berasal dari Kab. Tabalong ini dilepas secara langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Suhardjo. Pelepasan tersebut juga dihadiri oleh beberapa anggota DPRD komisi 8 didampingi Wakil Bupati Tabalong H Mchlis SH.

Menurut data yang berhasil dihimpun oleh tim MK, ada sejumlah 5.051 orang jamaah yan berangkat dari emberkasi Banjarmasin. Terbagi 3.811 berasal dari Kalsel dan 1.160 dari Kalteng atas 14 kloter.

General Manager Garuda Indonesia Banjarmasin Nandung Wijaya saat ditemui MK di asarama haji menuturkan, pihaknya selalu berusaha agar pesawat take off atau landing dengan on time. “Kita berusaha siap on time atau before. Hal ini terkait dengan rifle pesawat. Maka dari itu jika rifle pesawat on time maka kami harus bisa memenuhi itu,” katanya.

Dijelaskannya, usaha tersebut seperti yang terjadi Selasa kemarin. “Hari ini, (kemarin, red) kita memenuhi ketepatan waktu tersebut karena pesawat untuk kloter pertama sudah mendarat pukul 09.15 Wita. Sedangkan take off/berangkat ada jam 14.00 wita. Masih ada jeda waktu kurang lebih 3 jam,” tuturnya.

Lalu bagaimana jika terjadi sesuatu semisal keterlambatan datangnya pesawat? “Semisal pesawat datangnya terlambat. Kami akan berusaha secepat mungkin untuk memberangkatnyakan dengan quick endling dan preparation. Bauk yang ada di asarma haji maupun di bandara. Contohnya sudah dipersiapkannya bus sbelum masuk aula. Jadi begitu pesawat sudah siap datang mereka sudah pada kondisi siap diberangkatkan,” paparnya.

Menurut Nandung, kloter pertama ini cukup efektif terkaitsoal pemberangkatan. “Memang agak enak dan lapang karena pesawat sudah stand by dari pukul 9 pagi. Maka masih ada speed waktu yang cukup. Minimal ada jeda waktui sekitar 3 jam antara kedatangan dan pemberangkatan. Jamaah haji menggunakan Boeing 767 dengan kapasitas 325 site. Pesawat ini bergantian dengan emberkasi Banda Aceh,” bebernya.

Untuk sklus, Nandung menerangkan, pesawat akan transit ke Banda Aceh untuk mengisi bahan bakar. Ketka ditanya apa yang dilakuakn pihak Garuda Indonesia jika kedapatan ada pesawat yang rusak? Ia menjawab harus diganti. “Kalau memang ada peswawat yang rusak tentu harus diganti. Nanti bagian pusat yang menentukan pesawat mana yang memang memungkinkan harus diganti,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s