Rufaidah Suguhkan “Robohnya Surau Kami”

 Kematian tragis seorang kakek penjaga suaru itu sungguh mencekam. Mayatnya ditemukan dengan leher yang digorok oleh tangannya sendiri. Hal itu diketahui dari cerita Ajo Sidi, si pembual, yang berkisah tentang Haji Soleh. Haji solehn dicritakan masuk neraka meskipun pekerjaan sehari-harinya beribadah di Mesjid. Sebgaimana yang telah dilakukan si Kakek.

Haji Soleh yang terkenal dengan sifat rajin beribadah dengan keseluruhan jiwa dan raganya memprotes Tuhan saat hari keputusan. Ajo Sidi bercerita bahwa Haji Soleh mengira tuhan lupa, lupa akan usaha ibadahnya selama hidup di dunia. Maka dari itu, Tuhan menjelaskan sebab ia masuk neraka adalah membiarkan diri melarat hingga anak cucunya. Padahal ia tinggal di tanah Indonesia yang kaya raya. Ia yang gemar beribadah saja, tetapi tidak pernah mmbanting tulang mencari nafkah untuk anak, istri, sampai, keturunannya.

Si kakek merasa tersindir dan menganggap bualan Ajo Sidi begitu serius. Kakek memutuskan untuk bunuh diri dengan menggorok leher dengan pisau cukur yang ia asah sendiri. Sedangkan Ajo Sidi yang betul-betul mengetahui, hanya berpesan kepada istrinya untuk membelikan kain kafan tujuh lapis untuk Kakek, lalu pergi kerja.

Naskah yang dimainkan oleh Teater Rufaidah tersebut berakar dari Cerpennya A A Navis yang berjudul ‘Robohnya Surau Kami’ diadaptasi oleh Hermana AMT dan disutradarai oleh MS Arif digelar di Gedung Balairung Sari Taman Budaya, Banjarmasin, Kalsel, Senin, (24/) kemarin pada sore pukul 16.00 Wita dan Malam pukul 20.00 Wita. “Kami sengaja menampilkan visual yang lebih local seperti seperti property sarung agar terasa kental Indonesianya. Serta tatanan gerakan yang diharapkan menarik penonton,” ujarnya.

Zian Armie Wahyufi, anggota teater Rufaidah yang memerankan tokoh kakek mengaku puas dengan penampilan mereka. “Kita bersyukur dari orang tua yang support dan rela datang berbondong-bondong ke Gedung Balairung Sari, terlebih kawan-kawan yang sangat membantu suksesnya penampilan ini. Saya berharap yang pertama ini bukan yang terkahir, tetapi menjadi pengalaman dan motivasi Teater Rufaidah STIKES Muhammadiyah Banjarmasin untuk terus maju dan menampilkan penampilan terbaik berikutnya,” pungkasnya. 

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s