Jatah Tak Sama, Supir Geram ke Polisi

Pihak Kepolisian Polsek Kota Banjarbaru tampaknya angkat tangan mengatasi penyalahgunaan seragam atau penyelewengan tugas sebagai penjaga keamanan. Hal itu dengan tegas disampaikan oleh sejumlah supir truk pengangkut batu yang rutin untuk mengatri di SPBU Pertamina dengan No SPBU 64 707 05 Jl Trikora Kota Banjarbaru.

Salah  seorang supir truk warga Sei Ulin, Mulyadi, mengeluhkan ketidakadilan pihak penjada dalam memeberikan jatah isi BBM berjenis  solar setiap harinya. “Kita membeli di atas harga normal. Kalau yang seharusnya Rp.4.500,-, mereka pihak SPBU malah menjual dengan harga Rp.5.000 sampai Rp.5.500 rupiah perliter. Anehnya ketika sampai giliran kita dikatakannya kuota minyaknya sudah  habis. Padahal baru 3 jam sampai,” ungkapnya ketika diwawancarai penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Jumat, (28/9), kemarin sore.

Harga tersebut katanya menjadi penjamin agar para petugas SPBU mau mengisikan. “Namun itu pun diberi jatah. Pernah juga dibilang habis tetapi malamnya masih ada yang mengantri,” bebernya.

Menurut Mulyadi, keterlibatan oknum polisi berinisial R sangat meresahkan dan telah mendapat kecaman oleh sejumlah para sopir. “Mereka terbilang plih kasih. Terkadang hanya memperbolehkan yang dikenal. Mobil biasa tidak boleh turut mengisi di SPBU dimaksud,” akunya.

Untuk persoalan Warga, Dani, supir lainnya menjelaskan, terkadang pihak oknum yang berugas di SPBU itu juga ikut mengamankan serta memungut uang untuk para supir truk yang mengantri. “Kalo R4 umum bisasanya mengisi cuma boleh Rp.100 000. Itupun hanya diisikan 20 liter. uTak hanya itu, dia juga biasa ikut memasukan selang ke dalam mobilt truk tertentu,” paparnya.

Menurut Dani ia pernah mendapatkan 150 ribu dengan 33 liter solar. “Namun dengan kenyataan setiap supir harus membayar 5000 kadang sepuluh ribu agar bisa menjadi antrian yang dikomando oleh oknum polisi bernama R itu tadi,” ujarnya.

Lebih parah lagi, kata Dani, ia pernah tidak dapat jatah solar sama sekali sampai 2 pekan kendati harus bayar setiap hari  kepada preman yang jaga di SPBU tersebut. “Menurut saya kepolisian memang melindungi beberapa pihak. Keika saya tanyakan hal itu ke petugas. Mereka diam saja tidak bisa jawab,” tandasnya.

Ketika dikonfirmasi keluhan itu kepada pemilik SPBU, yang bersangkutan justru tidak ada di tempat. Disampaikan persoalan itu kepada Kapolsek Banjarbaru Kota AKP Rizali SH, ia menyikapi dengan tenang. “Memang wewenang wilayah Polsek Kota ada di tiga SPBU, yaitu Loktabat, Simpang Empat, dan Trikora. Tetapi wewenang yang diberikan hanyalah mengurusi jalan menertibkan sebagaimana yang selama ini sudah dilaksanakan di Loktabat,” ujarnya.

Menurutnya, jika penyimpangan atau penyelewengan wewenang itu benar terjadi maka harus ditindak. “Kapolsek tentu siap menindak jika ada anggota yang menyalahi wewenang. Karena teritorialnya masuk Polsek Banjarbaru Kota. Rencananya juga antrian BBM di SPBU Simpang 4 akan dialihkan ke malam hari karena aktivitas pejabat/kepala daerah kebanyakan siang. Kita mengatur demi kelancaran lalu lintas saja. Tapi itu hanya wacana, belum diputuskan. Nah, sedangkan di Trikora, diliat dulu kondisinya. Kalau memang mengganggu kemungkinan ada koordinasi berlanjut. Yang jelas harus ada bukti fisik memperkuat dugaan itu,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s