Diduga Malpraktek, Anak 9 Tahun Menderita Tumor

Ais difoto 9sebelah kanan foto pakai topi) sebelum kena tumor ganas yang membuat kepalanya membengkak
Ais difoto 9sebelah kanan foto pakai topi) sebelum kena tumor ganas yang membuat kepalanya membengkak

Rusyda Rihhadatul’aisy (Ais), Siswi SD RSBI Kota Banjarbaru yang berumur 9 tahun ini terpaksa istirahat mengikuti pelajaran di sekolahnya lantaran menderita tumor ganas. Menurut Laboratorium Patalogi Anatomi RS Islam Banjarmasin, Ais menderita tumor yang dalam bahasa kedokteran bernama Fibrous tumor intermediate malignancy.

Penyakit tersebut sudah ia derita dua bulan belakangan. AirAis hanya bisa terbaring ketika sejumlah wartawan, teman sekolah, guru dan orang tua siswa lain menjenguk di rumahnya Jl Trikora Komplek Green Tasbih Blok Wukuf A No 25, Senin, (1/10), kemarin.

Orang tua Ais, Ruszali (45) yang berstatus sebagai PNS di Dinas Perkebunan Banjarbaru ini mengaku, awalnya sekitar akhir 2011 Ais mengaku kepalanya terjeduk pintu di sekolahan. “lalu ketika diraba ada benjolan kecil di kepala. Ternyata setelah kurang lebihn dua bulan kita bawa ke rumah sakit,” katanya.

Pertama kali ia mengaku membawa Ais, anak kedua dari dua bersaudaranya itu,  ke RS Sari Mulia Banjarmasin untuk diagnosis. Alih-alih berkurang, tumor yang sudah bercokol dikulit kepala Ais malah semakin membesar. “Jadi setelah dioperasi makin membengkak. Kata Dokter Eko, ada tumbuh tumar karena luka di kepala. Dan infeksi di kepala itu lalu turun ke leher sebelah kiri, sampai sekarang,” ujarnya menceritakan dengan tabah.

Kemudian ia kembali membawa Ais beberapa kali ke rumah sakit. Semisal RS Ulin, RS Islam, dan ke Dokter Specialis lainnya. “Dan permulaan yang memvonis Ais terkena tumor ya di RS Sari Mulia. Rencananya akan saya bawa ke RSU Sejahtera dan Hypolistik Salatiga, Semarang. Karena info keluarga disana ada pengobatan medis yang disandingkan dengan akupuntur cina untuk menangani penyakit seperti ini,” jelasnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Sampai 5 Kali Salah Suntik

Tania (45), ibu dari Ais mengaku sangat miris harinya melihat kondisi anaknya seperti sekarang. Sembari ia memperlihatkan foto Ais yang bersama kakaknya Nita Yusrina (11). “Sudah tidak ingin lagi balik ke rumah sakit di sini. Khawatir mengecewakan lagi. Kita sangat khawatir apalagi Ais bercerita waktu itu disuntik sampai 5 kali gara-gara perawat yang menangai tidak ketemu mencari uratnya. Pada akhirnya disuntik dimata kaki karena tidak ketemu ditangan. Kasihan dia yang merasakan sakitnya. Seharusnya untuk mengangaki anak-anak itu yang berpengalaman,” tuturnya kepada penulis hirangputihabang.wordpress.com.

Operasi tersebut telah berlangsung setahun yang lalu sekitar akhir tahun 2011. Tania mengatakan, Rekomendasi dari pihak rumah sakit menginginkan agar Ais dikemoteraphy saja. “Tetapi inisiatif kita agar dibawa ke RSU Semarang saja dengan surat izin layak terbang dari Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru,” katanya.

Dikatakan Tania, berat badan Ais pun turun drastic 10 kg semenjak benjolan di kepala itu semakin membesar. “Beruntung Ais sempat mengikuti ujian kenaikan kelas. Ais mengaku tidak sakit, tetapi gatal itu yang tidak bias ditahan. Kalau makannya normal saja,  kali sehari. Berdiri dan duduk pun bisa saja. Tetapi beginilah keadaan fisiknya,” ungkap Tania dengan sabar dan mata lebam.

Jika tak ada aral melintang, Ais akan diterbangkan hari ini dari Bandara Syamsudin Noor ke Semarang untuk menjalani pengobatan di RSU Sejahtera dan Hypolistik Salatiga, pukul 17.30 Wita.

Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian beserta Isrti, yang menjenguk ke kediaman Ais mengaku prihatin. “Kebetulan Ais ini teman satu sekolah putri saya, Karin. Yang mana Ais pun sering kerumah untuk belajar bersama Karin. Setelah mendengar kabar in, agar melihat secara langsung maka saya putuskan untuk menjenguk dan ternyata sampai separah ini penyakit yang dideritanya,” ungkapnya sembari memberikan sekadar bantuan untuk sedikit meringankan biaya pengobatan Ais.

Arie mengaku sudah menyampaikan kondisi yang diderita Ais dengan Walikota dan rumah sakit. “Kita berharap ada yang bisa memberikan bantuan dan meringankan beban. Nah, besok (hari ini, red) ada upaya dari keluarganya untuk membawa ke semarang karena pengobtan medis yang mengawinka dengan tekni akupuntur bisa mengatasi penyaki ini. Insya Allah kita akan tetap memantau untuk memeberikan dorongan kepada keluarga. Serta masyarkat yang mampu untuk turut membantu,” ujarnya.

Ruszali, Ayah Ais ketika memperlihatkan hasil ronsen kepala anaknya yang terkena penyakit tumar kepada wartawan
Ruszali, Ayah Ais ketika memperlihatkan hasil ronsen kepala anaknya yang terkena penyakit tumar kepada wartawan

Dijelaskan Arie, dengan umur seperti Ais, sangat disayangkan penyakit tersebut oleh dideritanya. “Entah karena kesalahan siapa kita tidak menduga. Jadi karena kebetulan warga kita di Banjarbaru, juga sekolah di RSBI Banjarbaru maka melalui saya dan rekan semua, kita akan pantau terus perkembangan pengobatan Ais. Dan ini telah kita koordinasikan dengan pihak pemerintah daerah. Bantuan apa saja nantinya akan kita handle dan sampaikan ke bersangkutan. Ini tak lain adalah perhatian dan kepedulian kita semua,” ingatnya.

Desti dan Karin, teman satu kelas dengan Ais mengharapkan Ais bisa cepat sembuh. “Soalnya kita sering main dan belajar bareng apalagi habis olah raga. Mudahan Ais cepat sembuh bisa sekolah dan main-main. Kami semua sayang dengan Ais,” harapnya dengan sedih.

 

Iklan

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s