Pekat Kabut Tambah Parah

Sudah satu bulan belakangan kabut asap tak henti-hentinya menyelimuti Kalsel khususnya Kota Banjarbaru dan sekitarnya. Tak pelak,m fenomena alam ini pun tak hanya menyebabkan terganggunya jadwal terbang pesawat di Bandara Syamsudn Noor, tetapi juga menyebabkan semakin bertambahnya penderita penyakit pernafasan Ispa di Kota Banjarbaru.

Hingga Minggu, (30/9) kemarin, kabut masih sangat terasa pekat sampai pukul 18.00 Wita. Sejumlah pengedara motor dan mobil pun mengaku berusaha agar tetap berhati-hati menghindari terjadinya kecelakaan. Meski demikian pada Sabtu, (29/9) tetap terjadi kecelakaan beruntun antara 3 mobil.

Muhammad Arifin salah seorang warga yang bertolak ke Banjarmasin pada sore hari mengaku pandangannya sangat terhalang. Karena tidak hapal jalan ia pun sempat menabrak lubang drainase di depan ruka wilayah lampu merah Loktabat. “Saya kira kabut di Banjarbaru terasa awaktu pagi saja. Makanya berangkat dari Rantau sore hari. Eh, ternyata meski menjelang petang pun tetap pekat. Karena tidak hapal jdimana lobang ya  saya tercebur, untunglah ban depan motor saya tidak sampai terlalu dalam masuknya,” keluh Arifin.

Jika dibandingkan, suasan kabut asap di sore hari tak sepekat di pagi hari. Namun aroma menyengatnya tetap sangat berbahaya bagi pernafasan. Kemunculan asap tersebut kuat diduga akibat terbakarnya lahan dan pepohonan di beberapa wilayah yang  diselimuti asap.

Di sisi lain, kepekatan kabut asap membuat delay sejumlah jadwal penerbangan Bandara Syamsudin Noor pada Sabut, (29/9) akibat jarak pandang yang terlalu pendek sekitar 10-5 meter saja.

Disampaikan Manager Operasi PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Haruman, setidaknya ada enam penerbangan tujuan Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta, tertunda lantaran kabut menyelimuti sepanjang jalur landasan pacu. “Minimal jarak pandang untuk penerbangan adalah 400 meter dan ketika lepas landasa\ atau mendarat 800 meter. Nah, denga kabut ini bagaimana mau terbang kalau jarak pandang justru hanya 5 meter saja,” jelasnya kepada wartawan.

Sementara itu, dilihat dari segi kesehatan, setidaknya saat ini ada kenaikan 59 persen keluhan dari penduduk Kota Banjarbaru degnan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu pernah disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Rosihan Adhani di Banjarbaru, Menurutnya, daalam jangak satu bulan penderita ISPA berjumlah rata-rata 14.000 jiwa. “Nah, pada tahun ini menjadi 22.000.  Dan terparah di wilayah Banjarbaru sekitarnya,” pungkasnya. 

 

Iklan

One thought on “Pekat Kabut Tambah Parah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s