Hujan Buatan Kalsel Ditunda

Rencana dilaksanakannya hujan buatan untuk wilayah Kalsel yang sudah dijadwalkan pada hari Kamis kemarin terpaksa ditunda. Tersebab 1 unit pesawat jenis CASA 212-200 versi rain maker dengan nomor registrasi PK-TLH milik BPPT yang dioperasikan oleh PT Nusantara Buana Air (NBA) haru menjalani proses inveksi dan pemeliharaan setelah terbang di Pekanbaru untuk tugas yang sama.

Hal itu disampaikan Koordinator Lapangan Operasi TMC Sutrisno. Dikatakannya, kabar tersebut telah disampaikan oleh pihak TMC di Medan kepadanya sejak pagi. “Ada beberapa Spare partnya yang hars diganti. Memang harus inveksi. Kalau dipaksa nanti malah melanggar peraturan. Sebagaimana aturan dari Departemen perhubungan dan juga demi keselamatan. Nah, aturan itu kita ikuti karena kita juga ingin selamat. Paling cepat sampai Jumat baru rampung. Mungkin sabtu baru bisa terbang dari Medan menuju Banjarmasin,” ujarnya ketika diwawancarai hirangputihhabang.wordpress.com, Kamis, (11/9) kemarin.

Menurutnya, kabar tersebut tidak mengganggu jadwal. “Kabar terakhir yang kita terima pesawat akan takeoff dari Medan pada hari Sabtu. Siangnya baru bisa kita lakukan pemyemaian awan di wilayah Kalsel. Kalau permasalahannya, hanya inveksi pesawat. Karena kemarin baru terbang di beberapa wilayah Pekanbaru dam Palembang. Memang sudah waktunya dan ini memang rutin. Penyemaian akan dilakukan dengan kadar waktu paling lama 2 jam. Tergantung posisi awan. Kalau jauh, ya, agak lama,” bebernya.

Dikatakannya, selama ini pelaksanaan penerbangan untuk menyemai awan agar terjadi hujan buatan tersebut berlangsung antara pukul 12.00 hingga sekitar pukul 15.00. “Karena pesawat diharuskan mendarat sebelum matahari tenggelam. Pesawat harus sudah ada di bawah. Karena penerbangan pesawat inbi mengandalkan visual mata manusia,” katanya.

Dijelaskan Sutrsino, saat ini kondisi awan cukup bagus. “Diperkirakan dalam 15 hari kedepan potensi pertumbuhan awan di Kalsel relatife stabil. Karena kita juga kerjasama dengan data dari BMKG. Kalau ada awan comulunimbus, maka akan lebih cepat tumbuh. Ketika pesawat turun kemungkinan sudah turun hujan,” jelasnya.

Secara teknis ia menjelaskan, ketika garam ditabur di atas awan yang memang berpotensi untuk menyerap uap-uap air, maka awan tersebut akan tumbuh dengan pembesaran. “Uap-uap air bergabung disitu. Nah, saat itu juga. Akan terjadi pecahan-pecahan partikel air hingga akhirnya turun hujan,” terangnya.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa bahan semai yang digunakan adalah garam (NaCl) berbentuk powder dengan ukuran butir yang sangat halus (dalam orde micron). “Kemarin, (Rabu, red) garam tersebut sudah datang sebanyak dua ton. Dan hari ini, (kemarin, kamis, red) datang lagi 8 Ton. Jadi untuk TMC Kalsel kita punya stok garam NaCl sebanyak 10 Ton. Sedangkan kapasitas pesawat itu dalam satu kali terbang mampu membawa garam sebanyak 1 sampai 1,5 Ton. SEhari bisa terbang 1 sampai 2 kali. Terntunya tergantung dengan potensi awan yang ada. Maksimalnya dalam satu hari 2 kali terbang,” paparnya.

Selama posisi awan di provinsi Kalsel berpotensi menurunkan hujan, katanjya, maka tujuan dasar untuk mengurangi kabut asap bisa tercapai. “Terutama daerah yang hotspotnya lebih banyak sebagaimana data yang telah dipantau melalui NOAA 18. Kalau awan berada tepat di atas titik hotspot maka hujan yang jatuh di daerah tersebut membuat wilayah itu jadi lembab. Jadi meminimalkan hotspot baru yang akan tumbuh juga,” katanya.

Dengan terlaksananya nanti TMC di Kalsel, Sutrisno mengharapkan titik Hotspot di seluruh wilayah Kalsel bisa habis. “Sehingga kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat itu bisa tereliminer dan masyarakat itu bisa hidup sehat. Di samping juga pertumbuhan ekonomi yang terganggu. Kalau pesawat di delay tentu ekonomi terganggum. Nah, semoga nanti kabutnya hilang pesawat tidak didelay lagi,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s