Kemisteriusan Matilda Dipertanyakan

Diskusi Kumcer Matilda, Lelaki Izrail dan Seorang Perempuan di Mesjid Kami karya Hairus Salim

Penulis Kumpulan Cerpen Matilda, Lelaki Izrail dan Seorang Perempuan di Mesjid Kami mengungkapkan proses kreatifnya yang terbilang mengalir saja tanpa diminta. “Terkadang seorang tokoh itu meminta sendiri dia mau dijadikan apa. Dan memang entah kenapa, kebanyakan dari cerpen saya menceritakan tentang manusia,” ungkapnya ketika menjelaskan kepada peserte diskusi Cerpen Hairus Salim, Senin, (08/10) di Mingguraya.

Menurutnya, sastra dalam kaidah fiksi seumpama cerpen lebih menang atas teoir dan penjelasan ilmiah. “Karena di era digital sekarang, semua yang kita cari ada di internet. Orang bisa saja kita menyangka jika kita menulis hal berisi ilmiah 70-90 persen dari tulisannya merupakan copas edit dari data yang ada di internet. Tapi kalau sastra, bagaimana bisa sedangkan karya sastra seorang bisa dikenali walau hanya sekalimat saja,” paparnya.

Diskusi tersebut juga dihadiri oleh sejumlah seniman dan pegiat seni seperti Iberamsyah Barbary, Ali Syamsudin Arsy, Dewa Pahuluan, HE Benyamine, Sainul Hermawan, Ewel Galih, Randu Alamsyah, Sandi Firly sebagai moderator, dan Hajriansyah sebagai pembedah cerpen.

Diskusi berlangsung cukup panjang hingga membicarakan hingga membahas pentingnya lokalitas dalam karya sastra. Hajriansyah berpendapat, tulisan dari Hairus Salim sendiri tidak terlalu menemukan adanya lokalitas dalam cerpen tersebut. “Kendati demikian saya cerpen yang ditulis Hairus Salim cukup sederhana. Meskipun ada kemesteriusan tokoh dalam cerpen yang berjudul Matilda. Mengapa ia menjadi hantu?” ujarnya diiyakan peserta diskusi yang berkahir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s