Bangkitkan Semangat Menulis, STKIP Gelar Workshop

Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi mengukuti Workshop Penulisan Puisi dan Cerpen Mahasiswa STKIP PGRI Banjarbaru oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID), Sabtu, (20/10), kemarin di Aula Utama Kampus STKIP PGRI Banjarbaru.

Dengan Tema Workshop penulisan puisi dan cerpen sebagai wahana menumbuhkan minat dan kratifitas berkarya di Kalangan Mahasiswa mereka berusaha menuangkan segala kreatifitas dalam bentuk kalimat fiksi puisi, prosa, dan cerpen.

Jamal T Suryanata yang juga menjadi pembicara dalam gelaran tersebut menuturkan, tak hanya dari segi diksi, penulisan puisi erat hubungannya dengan typografi. “Karena begitu banyak sekali puisi-pisi yang sangat bervariasi dari segi bentuk, dan susunannya. Bahkan ada pula yang tidak ada judulnya. Semisal sajak Sutardji Chalzoum Bahrie yang berjudul Silahkan Judul. Dan juga terkadang antara penulis dengan tulisannya sangat berhubungan,” ujarnya ketika menjelaskan kepada peserta workshop yang berjumlah sekitar 70-80 orang.

Menurutnya, karya puisi itu juga mempunyai pandangan dalam segi perbandingan. Seperti karya Indonesia dan Bahasa Asing. “Tentunya dengan tujuan pembelajarannya yang berbeda pula. Meskipun kadang menurut tata penulisan dan pemaknaan sama saja. Estetika kepenulisan itu sama, tetapi yang membedakan adalah nilai-nilai yang dibawanya. Misalnya puisi-puisi Indonesia itu kental dengan nilai religius yang sangat tinggi. Atau dengan terjemahan yang sangat tinggi. Maka dari situlah perbandingan dicari dari dari kultur/kebudayaan masing-masing,” terangnya.

Dalam sastra perbandingan, papar Jamal, yang dicari tak hanya perbedaa tetapi juga persamaan. “Artinya seorang penyair itu seringkali melakukan penyimpangan dari tata bahasa yang diatur. Oleh penyair, bisa saja menyimpangkan kaedah yang ada untuk tujuan ekstetika tertentu. Semisal irama dan bunyi namun tetap dalam makna yang sama,” bebernya.

Dosen STKIP PGRI Endang Sulistyowati kepada MK menuturkan, digelarnya workshop tersebut di lingkungan kampus STKIP PGRI Banjarbaru dengan tujuan membangkitkan kratifitas menulis mahasiswa. “Apalagi jurusan mereka di Pendidikan Bahasa dan Sastra. Tulisan tersebut juga nantinya meliputi apresiasi karya sastra. Dan juga diminta untuk menulis atau membacakan karya orang untuk kembali diajarkan bagaimana menulis sastra yang bagus,” ujarnya ketika diwawancarai.

Menurut Endang, mereka mahasiswa calon guru tersebut diimbau untuk bisa memberikan semangat tersebut ke peserta didik nanti. “Alangkah lucunya kalau mereka tidak mempnuyai kemampuan itu. Jadi agar workshop ini lebih bermaksna dan terlihat hasilnya maka karya yang mereka buat dalam jangka waktu sebulan kedepan kita kumpulkan dan akan dibukukan dengan bantuan Bapak Aliansyah Jumbayuwa, Penulis dan Penerbit Penakita Publisher,” akunya.

Ia berharap minat menulis dalam individual mahasiswa bisa meningkat dan berkembang dan bisa mereka peting di masa depan. “Karena menulis itu seperti menanam sebagaimana yang diugkapkan Bapak Jamal. Kita juga mengimbau mereka untuk bergabung komunitas atau kelompok penulis supaya bisa merangsang kemauan menulis,” harapnya.

Ketua Panitia Pelaksana Noor Dewi Amelia mengharapkan setelah workshop tersebut mereka bersama rekannya yang lain bisa menuli puisi dan cerpen dan juga dibukukan. “Setidaknya bisa menjadi kenang-kenangan buat kita khusunya jurusan Bahasa dan Sastra,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s