Waspada AIDS di Banjarbaru

Berdasarkan data Komisi Penanggulanan AIDS (KPA) Nasional Indonesia hingga Juni 2012 dari 32.103 kasus tercatat 5641 atau 18 persen meniggal dunia akibat virus yang sangat membahayakan bagi manusia ini. Sebab dampak buruk virus merusak sistem imun atau kekebalan tubuh setiap individu yang bersebab dari Human Immuno Deficiency Virus (HIV).

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjarbaru Edi Sampana mengatakan, di Kalsel sendiri kasus Baru HIV berlipat dari tahun 2002 sampai 2012 sekarang, telah ditemukan 276 kasus. “Kalau untuk kasus baru AIDS dan kumulatifnya berjumlah 225 kasus. Dan berdasarkan data kasus HIV/AIDS di Banjarbaru ditemukan 32 Kasus HIV dan 22 kasus AIDS,” ungkapnya dalam forum Rapat Koordinasi penanggulangan HIV/AIDS di aula Trisakti Banjarbaru, Senin (22/10) kemarin.

Menurutnya, virus mematikan tersebut tak pandang profesi. Bahkan jika ditelisik dari pekerjaannya, tidak sedikit dari penderita terjadi pada Ibu Rumah Tangga. “Nah dari 225 kasus tersebut tadi ada sekitar 32 kasus dialami Ibu Rumah Tangga, sedangkan yang bekerja di bidang swasta atau Non Profesional terdapat 21 kasus disertai oleh 16 kasus kategori Pekerja Seks Komersial (PSK),” bebernya.

Hal tersebut menurut Edi mempunyai banyak kemungkinan sebab akibat hingga tertularnya seseorang. “Kemungkinan terjadi semisa suami membawa virus itu dari luar kemudian melakukan hubungan pasutri di rumah. Dalam hal ini, KPA berusaha melakukan imbauan dan pembinaan yang intensif di elemen masyarkat bahkan lingkungan PSK dengan tujuan menekan angkanya kasus HIV/AIDS yang berkembang,” jelasnya.

Dalam upaya penanggulanngan dari 2010 sampai dengan 2014, tambah Edi, pihaknya telah melaksanakan strategi disertai program pencegahan penularan melalui alat suntik, penularan melalui hubungan seksual tidak aman serta pencegahan penularan dari ibu ke Bayi. “Prograam ini sangat berprioritas bagi Pria beristri, Pekerja seksual, Pengguna Narkoba dengan jarum suntik, dan PSK,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Banjarbaru Ogi Fazar Nuzuli mengungkapkan, resiko teridap penyakit HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja. “apalagi yang masih dalam usia produktif. Apapun profesinya. Maka sudah barang pasti kita semua wajib menjaga diri dari perbuatan yang tercela,” terangnya.

Maka dari itu, ia mengimbau agat sejak dini bisa menjauhi dan jangan sesekali mencoba oerbuatan-perbuatan yang justru menyebabkan datangnya penyakit AIDS. “Kalau ingin benar-benar aman maka harus jauhi narkoba, seks bebas, dan penggunaan obat-obatan dengan jarum suntik. Jangan pernah turutkan keinginan untuk mencoba,” pungakasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s