Warga Tanyakan Fungsi Penjaga Sekolah

Dampak kebakaran yang melanda bberapa sekolahan di banjarbaru membuat perhatian sejuumlah masyarkat dan kalangan guru. Masyarkat bahkan bertanya-tanya mengapa sempat terjadi musibah demikian, padahal di setiap ada peran penjaga sekolahan.

Menjelaskan pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Ahmadi Arsyad menuturkan, di setiap sekolah justru sudah ada anggaran untuk pengadaan pekerjsa sebagai penjaga sekolah. “Jam kerjanya justru siang dan malam. Nah sedangkan hampir semua musibah kebakaran yang terjadi yaitu pada malam hari. Untuk saat ini kita dari Disdik mengimbau agar setiap sekolah bisa lebih waspada dan mengawasi fungsi dari penjaga sekolah,” ujarnya, Minggu, (28/10) kemarin.

Menurutnya, imbauan tersebut justru telah sering ia sampaikan ke beberapa komite sekolah. “Terutama untuk memeriksa jaringan listrik. Kita sudah mengirimi surat peringatan itu. Yang di antara isinya jangan sampai memasang kabel dibawah SNI. Terlebih dewasa ini pemadaman listrik terlalu sering. Jikalau pun memasang kabel yang dibawah kualitas standar, maka bisa saja menimbukkan percikan api, atau arus pendek yang menyebabkan terbakarnya beberapa properti bangunan hingga terjadi kebakaran,” paparnya.

Di sisi lain Ahmadi mengatakan, jalinan komunikasi dengan masyakarat perlu dibina dan perhatikan. Sebab, katanya, hubungan itu mampu membangun tanggung jawab sesama masyarkat yang tinggal di sekitar sekolahan. “Bisa saja salah satu dengan sosialisasi, menanamkan rasa memiliki dengan sekolah yang amna memang milik kita bersama sebagai tempat anak-anak kita menuntut ilmu. Maka dengan itu warga sekitar tentu respek jika terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan kita semua,” harapnya.

Terakhir ia mengimbau agar semua lapisan dewan guru mampu berbaur di masayrakat sekitar sekolahan. “Jadi tak sekadar datang, mengajar, dan pulang. Tapi disempatkan berkomunikasi dengan masyarakat lingkungan sekolah. Bisa saja akibatnya dewan guru yang tidak disukai wrga, efeknya malah ke sekolahan. Padahal ini personliti sikap individual kita yang harus dibentuk sedemikian rupa,” pungakasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s