Tak Ada Tanggapan, Rustam Akan Lapor ke Dewan

Kepala Dinas Perumahan Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan (disperumtawasbang) Kota Banjarbaru Drs Rustam Efendy mengaku belum lagi menerima tanggapan dari pihak Badan Pertanahan Nasional soal surat kerjasama telah disampaikannya beberapa waktu yang lalu. “Kalau sampai tidak ada tanggapan sama sekali kita akan coba mengadu ke komisi DPRD dan yang memang menangani persoalan tanah ini agar bisa menghadirkan para pejabat-pejabat BPN untuk bisa sama-sama duduk satu meja membahasnya,” ujarnya kepada hirangputihhabang.wordpress.com, Senin, (29/10), kemarin.

Ia mengaku sangat mengharapkan kerjsama yang solid antara Wasbang dengan BPN terkait konsepsi tata ruang Kota Banjarbaru dengan tidak mengeluarkan sertifikat tanah di kawasan yang justru tidak sesuai dengan konsep tata ruang. “Karena tidak sedikit lahan perkebunan menjadi lahan kavling perumahan. Ini menyalahi aturan. Seperti di wilayah Jln Guntung Manggis ada daerah yang sebenarnya itu daerah hijau atau daerah perkebunan, tiba-tiba berubah menjadi lahan perumaha,” cetusnya.

Menurutnya, saat ini BPN terkesan tidak ingin bersinergi. Padahal kata Rustam, sudah semestinyalah sebagai instansi vertikal BPN ikut mendukung dan pedulia atas kebijakan konsep tata ruang guna melindungi masyarakat yang berkeinginan membeli tanah kapling tidak tertipu,” jelasnya.

Berdasarkan Permendagri No.9/2009 diterangkan bahwa BPN semestinya bisa bersama-sama membangun komitmen untuk memperjelas persoalan tata ruang di antaranya penyebutan fasilitas umum dalam site plan perizinan pemanfaatan ruang menjadi sarana kapling tanah. “Kita mengharapkan respon BPN Kota Banjarbaru agar bisa meminimalisir penyimpangan dalam hal penerapan luas kapling jalan maupun sarana dengan cara memecah-memecah sertifikat agar terhindar dari ketentuan yang telah diatur,” terangnya. Ketika hendak dikonfirmasi persoalan itu, beberapa pejabat di BPN yang bersedia lantaran pejabat yang menangani persoala tersebut sedang ada sidang di kanwil Banjarmasin.

Iklan

One comment

  1. Katanya…ini katanya lho..kalau tidak salah dengar menurut Perda untuk kota Banjarbaru, semua tanah yang ada di-katagorikan tanah perumahan….jadi untuk kota banjarbaru tidak ada lagi lahan kebun atau persawahan…semua lahan adalah lahan perumahan…ini aneh ya..?? oh kota banjarbaru..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s