Kajian Teknis Sudah Matang, Warga Keberatan

Terkait Penetapan Lokasi Pembangunan Sport Center

Penetapan lokasi sport center oleh Pemprov Kalsel di wilayah Landasan Ulin Barat tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat Kalsel sekaligus menjadi kebanggan. Namun di sisi lain justru membuat sontak warga terlebih mereka yang berprofesi petani di wilayah penetapan itu.

Menurut salah seorang warga, kawasan seluas 450 hektar termaksud merupakan daerah rawa yang resap air. Kemungkinan besar jika dilakukan pengurukan tanah maka bisa jadi wilayah di sekitarnya akan terendam dan menutup peluang bercocok tanam bagi petani setempat. “Kami agak keberatan karena dampak yang dihasilkan. Kalau memang diuruk kemana lagi airnya mengalir,” ujarnnya.

Diinformasikan hal tersebut, Sekda Kota Banjarbaru Dr Syahriani Syahran memaparkan, Sport center itu sudah ada dalam perencanaan provinsi. “Sudah dituangkan di dalam perencanaan APBD Provinsi 2012 mengaloikasikan dana untuk pembangunan sport center. Sebagaimana yang kita umumkan melakui media massa. Tapi untuk pengadaan tanah Pemprov meminta Pemko Banjarbaru untuk melakukan tahapan-tahapan pembebasan lahan. Nah, dalam hal ini Pemko pun juga tidak gegabah. Porsinya memang provinsi. Tapi kita sudah membentuk tim kerja teknis untuk mereka. Dinas PU Provinsi telah melakukan Detail Enginering (DED),” jelasnya kepada hirangputihhabang.wordpress.com, Rabu, (31/10) kemarin.

Menurutnya, persoalan itu sudah dibahas secara subtansial. Tetapi, kata Syahriani, yang perlu diperhatikan bahwa Pemko mempunyai prinsip kehati-hatian. “Kita juga memperhatikan taraf kesejahteraan masyarakatnya. Memang lahan tidak produktif. Karena tidak dimanfaatkan makan ingin kita manfaatkan,” katanya.

Dipandang dari sudut lokasi, Syahriani menjelaskan, lokasi tersebut berada di Landasan Ulin Timur. “Tidak di Guntung Manggis. Pokoknya sekitar Landasan Ulin Timur dan Landassan Ulin Tengah. Kita mengharapkan Banjarbaru tumbuh sebagai tempat menarik. Dengan perhitungan keberadaan sport center itu juga harus dekat dengan bandara. Kalau diperkirakan ada sekitar 10 menit jarak tempuh menuju lokasi itu dari Bandara Syamsudin Noor. Apalagi nanti jalan akses akan diperlebar sekitar 30 meter,” bebernya.

Menurutnya jika memang penetapan sudah disahkan justru akan mengahasilkan multi effect positif. “Dampaknya luas, nantinya akan ada ribuan lapangan kerja baru. Selain pelebaran juga saya dengar konsep dari KONI Kalsel yang mana sport center akan dikelillingi sungai buatan dengan lebar 15 meter. Secara kajian lingkungan saya kira sudah matang. Dan secara teknis tidak mungkin seperti yang dikhawatirkan masyarakat,” jawabnya.

Pemerintah Kota Banjarbaru dalam hal ini kata Syahriani hanya sebagai fasilitator lantaran penetapan wilayah tersebut berada di wilayah Kota Banjarbaru. “Kalau wewenang sepenuhnya dari Provinsi. Kita sebagai panitia pengadaan lahan saja. Nah, untuk mengantisipasi prasangka buruk masyarkat tentu akan dipikirkan dampaknya. Pasti ada perlakuan,” ucapnya.

Di sisi lain ia menilai, perkembangan Banjarbaru sebagai Kota Jasa harus diiringi pertumbuhan dan pembangunan yang memang mumpuni sebagai sebutan Kota. “Terlebih pemerintah juga punya tata wilayah dari Provinsi maupun skala Nasional. Semisal kalau memang ada hutan lindung maka kita lindungi. Pembangunan di Banjarbaru tetap bersesuaian dengan tata ruang provinsi atau pun nasional. Tetap menyisakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sekitar 50 persen dari luas wilayah. Kalau sebagaian orang hanya membaca keterangan sebelumnya sepotong-sepotong, ya, tidak mengetahui secara rinci jadinya,” tegas Sekda.

Ia juga menambahkan, Tata ruang kota yang terbaru memang memfokuskan pembangunan dan pengembangan pemukiman di daerah tersebut. “Karena ini Kota, maka harus tumbuh dengan jumlah yang lebih banyak sebagai kota jasa, tempat rekreasi, perdagangan, perekonomian, dan sebagainya. Keberadaan sport center berskala Nasional itu tentu akan membantu menopang segal bidang itu tadi,” jelasnya.

Untuk tahapan pertama dilakukan tahap penetapan lokasi. Kedua mensosialisasikan sekitar 15 hari. “Kemudian tahap ketiga pendataan dilanjutkan pemetaan. Barulah tahap keempat pendaftaran, pengumuman hasil pemetaan itu, paling lambat sekitar 1 bulan. Setelah verivikasi baru dibayarkan,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s