Ais Wafat, Meski Sempat Sehat

Tentu masih ingat dengan Rusyda Rihhadatul’aisy (Ais), yang beberapa waktu lalu telah diberangkatkan menuju RSU Sejahtera dan Hypolistik Salatiga, Semarang untuk menjalani pengobatan secara intensif terhadap tumor langka yang menyerang bagian kepala dan lehernya. Kini anak 9 tahun sebelumnya berstatus sebagai pelajar di RSBI SD Idaman Banjarbaru telah berpulang untuk selama-lamanya, Rabu, (7/11) pukul 01.00 dini hari.

Kabar duka itu disampaikan Drs Arie Sophian sebagai ketua kordinator Gerakan Sayang Ais untuk penggalangan dana pengobatannya. “Jadi ada sesuatu yang hati sedih. Karena memang setelah sampainya Ais di RSU Sejahtera Semarang, penyakit tersebut dianggap sebagai tumor namun langka. Sangat jarang menimpa anak seumur Ais. Selama kurang lebih dua pekan menjalani pengobatan itu, Ais sudah menunjukkan perubahan luar biasa. Seperti bengkak di kepala yang mulai mengempis, dan respeck yang baik dari Ais sendiri sehingga ada harapan yang kuat dari keluarga. Tapi kita tahu Tuhan berkehendak lain,” ungkapnya ketika menghubungi hirangputihhabang.wordpress.com, Kamis, (8/11) kemarin.

Sebagaimana yang diceritakan oleh Ibunda Ais, Tania, setiap peser dari  jumlah bantuan para donator kepada Ais selalu ditunjukkan. “Terkadang dengan wajah yang berseri, ais tersenyum dan tentu mengetahui begitu besar jumlah bantuan yang ia terima dan berapa jumlah terkuras untuk pengobatannya,” tutur Arie menceritakan Tania ketika melawat ke rumah duka Jl Trikora Komplek Green Tasbih Blok Wukuf A No 25.

Dana sejumlah 108 jutaan merupakan saldo terkahir rekening Ais. Yang membuat Tania tak tahan lagi membendung air mata, saat Ais berucap agar sisa uang tersebut dipergunakan untuk panti asuhan dan membangun musholla. “Jikalau nanti Ais meninggal, sisa uangnya dikasihkan ke panti asuhan saja. Jika masih cukup untuk membangun musholla,” ucap Tania dengan mata lebam menceritakan ucapan Ais itu. Padahal, kata Tania, ia sebagai orang tua pun tidak sempat terpikirkan untuk menggunakan uang itu kemana.

Orang tua Ais, Ruszali (ayah) dan Tania (ibu) berterima kasih kepada seluruh masyarkat Banjarbaru yang telah perhatian, rekan wartawan di Banjarbaru yang telah memberitakan, Jajaran Dewan Kota Banjarbaru, Arie Sophian sekeluarga yang mana Ais merupakan sahabat dari putrid Arie Sophian -Karin-, serta terkhusus sejumlah donator yang menyumbangkan rejekinya demi kesembuhan Ais. “Sebagaimana pesan Ais, kita sudah melakukan survey ke beberapa panti asuhan di Banjarbaru yang memang belum ada musholla. Maka dipastikan dana tersebut insyaAllah cukup untuk pembangunan Musholla di panti asuhan yang dimaksud,” terangnya.

Rusyda Rihhadatul’aisy wafat pada Rabu, (7/11) pukul 01.00 dini hari dan dimakamkan pada Rabu malam, (7//11) usai disholatkan di Mesjid Agung Al Munawwarah Jl Trikora Banjarbaru ba’da Magrib. Dengan terbitnya berita ini, rekening BNI: 4545-000-466 atas nama: Russyda Rihhadatul’Aisy telah ditutup. Dan sejumlah dana ditarik untuk amal jariyah pembangunan musholla serta bantuan ke salah satu panti asuhan di Banjarbaru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: