Lagi, Pemalsuan Sertifikat Tanah di Banjarbaru

Maraknya Pembangunan di Kota Banjarbaru menimbulkan dampaki kerawanan pemalsuan sertifikat lahan
Maraknya Pembangunan di Kota Banjarbaru menimbulkan dampaki kerawanan pemalsuan sertifikat lahan

Maraknya aksi jual beli tanah sebagai investasi di Kota Banjarbaru tak selalu berjalan mulus. Di satu sisi bisnis ini membuahkan hasil yang menggiurkan dan berdampak positif bagi kemajuan kota. Namun di sisi lain juga timbul dampak negatif seperti pemalsuan dan pengkaliman sertifikat.

Hal tersebut menimpa Hj Asma Norlaili, warga Gang Zambrud jalan A Yani Km 36 yang berstatus sebagai ahli waris dan kuasa ahli waris atas tanah yang terletak di samping Gang Petai, tepat di tepi ruas jalan A Yani Km 36,500 Kelurahan Sungai Ulin Kec Banjarbaru.

Menurut data yang disampaikan ahli waris kepada hirangputihabang.wordpress.com, tanah yang di maksud sudah pernah dipalsukan sertifikatnya pada tahun 2007 oleh terdakwa atas nama H Hamdani. Terdakwa sempat dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negri Banjarbaru dengan ancaman 6 bulan penjara. Namun perkara terpaksa dihentikan lantaran terdakwa meninggal dunia sebelum proses peradilan selesai.

Menurutnya Hj Asma, pemalsuan sertifikat tanah tersebut dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab. “Memang letak tanah sangat strategis, dan membuat sejumlah orang tergiur untuk memiliki tanah tersebut. Jadi kita harus lebih tegas dan tidak bias hanya berdiam saja,” ungkapnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Panitera Muda Pidana Pengadilan Negri Banjarbaru Zuraidah SH. Dikatakannya, kasus tersebut tidak sampai tuntas lantaran yang bersangkutan meninggal dunia. “Kasus ini pernah dilimpahkan oleh kejaksaan, yang kemudian kota proses. Tetapi tak sempat diproses terdakwa atas nama H Hamdani meninggal dunia dan perkara terpaksa diputus. Semua barang bukti dikembalikan kepada ahli waris,” jelasnya.

Namun berelang tahun berlalu. Kasus itu kembali menyeruak ke permukaaan. Kuasa hokum Hj Asma Norlaili, Fadlan, mengatakan, sertifikat yang diduga palsu itu kembali dimanfaatkan oleh adik kandung dari Almarhum H Hamdani dengan inisial Cj yang berencana dijual kepada H Bch, warga Martapura dengan harga mencapai angka 8 Miliar rupiah. “Maka dari itu pihak Ibu Norlaili melaporkan kasus ini kembali kepada kepolisian dengan laporan pemalsuan sertifikat pada Agustus silam dan hingga sekarang masih dalam proses penyidikan,” tuturnya.

Ke depannya Hj norlaili berharap, kasus yang menimpa keluarganya sebagai ahli waris tersebut bisa cepat diproses dan tuntas. “Saya atas nama keluarga dan sebagai warga Banjarbaru mengharapkan agar pemko bisa lebih memperhatikan kasus-kasus pemalsuan lahan seperti ini. Setidaknya menjadi penengah mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Dikonfirmasi persoalan itu, Kapolres Banjarbaru AKBP Budi Santoso melalui Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Jatmiko membenarkan adanya laporan terkait pemalsuan sertifikat tanah tersebut. “Berkas sudah masuk. Untuk sementara kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: