Waspada Wabah HIV/AIDS di Banjarbaru

Kasus HIV AIDS Di Banjarbaru Peringkat 3 Setelah Tanah Bumbu

Jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kota Banjarbarusecara kumulatif tercatat 54 kasus dari jenjang tahun 2005 sampai dengan tahun 2012, sebagai posisi ketiga setelah Tanah Bumbu yang mencapai 141 kasus, dan Banjarmasin tingkat teratas se-Kalsel meliputi 164 kasus hingga November tadi.

Pengelola Program HIV Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Maliani Skm M Epid didampingi staf Kabid Penanggukangan Bencana Hj Rita memaparkan, dari angka 54 itu hanya 12 orang yang terdata berlokasi di wilayah Pembatuan, Landasan Ulin, sedangkan sisanya justru di wilayah luar, dan kemungkinan lebih dari 50 persen dari jumlah.

“Kita memang selalu melakukan upaya pencegahan salah satunya mensosialisasikan kepada masyarakat yang biasa disebut dengan program ABC. Yakni Abstain, (tidak melakukan hubungan seksual), Be faithful (bersikap setia dengan pasangan), dan Condomise (menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual),” jelasnya kepada wartawan penuis hirangputihabang.wordpress.com, Kamis, (13/12) kemarin.

Menurutnya, jangan disangka virus HIV hanya berkeliaran di lokalisasi saja. “Bahkan ibu rumah tangga pun bisa rentan terjantgkit kalau tidak waspada. Semisal, ada profesi di malam hari. Atau para pengguna jarum suntik. Virus HIV yak akan bisa emnular atanpa ada pelukaan pada fusik atau pertukaran darah. Dan Faktor resikonya terkenanya pun bermacam-macam,” paparnya.

Dikatakannya, setiap penderita HIV akan dirujuk ke Rumah Sakit Ansari Shaleh di banjarmasin untuk perawatan. Dari se Kalsel di fokuskan untuk dirawat dan direhabilitasi di rumah sakti tersebut. “Kita mengimbau kepada masyarakat yang ke klinik untuk melakukan pemeriksaan jangan dulu dicap sebagai yang tertular virus HIV. Karena jika itu terjadi maka justru tidak akan ada yang datang untuk mengeluhkan penyakitnya dan tidak ada upaya bagi kita melakukan kontrol dan pengawasan. Keterbukaan masyarakat sangat diutamakan dalam pencegahan ini,” pintanya.

Di samping itu, untuk mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS), pihaknya akan membentuk beberapa kader HIV di 4 puskesmas, yakni Liang Anggang, Cempaka, Landasan Ulin, dan Guntung Payung. “Mereka rutin mengadakan pertemuan untuk saling mensuport satu sama lain. Diharapkan kepada kader HIV yang dilatiha nantinya bisa melakukan pelayanan dan melaporkan masalah IMS untuk populasi kunci. Dan masyarakat tidak perlua jauh berobat. Tapi Kita berusaha melakukan pendekatan kepada mereka,” ingatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: