Pembebasan Lahan Lampaui Target

Ketua Panitia Pengadaan Tanah Kota Banjarbaru Syahriani menuturkan, hingga pertengahan Desember ini luasan lahan yang berhasil dibebaskan mencapai 66 hektare, belum termasuk lahan milik Pemprov Kalsel. “Totalnya 82 hektare ditambah lahan milik Pemprov Kalsel. Jadoi, sudah melampaui target lahan yang dibebaskan,” ujarnya kepada wartawan, Senin, (17/12), kemarin.

Sesuai Perpres Nomor 65 tahun 2006 tentang pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum, pembayaran tanah yang dibebaskan bisa dilakukan apabila persetujuan mencapai 75 persen. Maka dari itu, ia memastikan luasan lahan yang sudah dibebaskan mencapai 66 hektare ditambah lahan milik Pemprov sehingga luasannya mencapai 82 hektare atau 82 persen dari total luasan lahan yang akan dibebaskan 102 hektare. “kami opttimis rencana pengembangan bandara yang memerlukan lahan seluas 102 hektare bisa terwujudkan. Apalagi lahan yang diperlukan PT Angkasa Pura I untuk pengembangan bandara hanya 40 hektare sehingga luasan lahan sudah tersedia,” paparnya.

Dijelaskannya, bangunan fisik bandara termasuk seluruh fasilitas pendukungnya diperhitungkan menghabiskan lahan seluas 40 hektare sehingga bangunan atau fisik sudah memenuhi syarat untuk dikerjakan

Manager Keuangan dan Personalia PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Kukuh mengingatkan, pembebasan lahan milik Pemprov sudah dibicarakan sehingga tinggal menunggu proses pembebasan dan sudah terjadi kesepakatan antara gubernur Kalsel dengan PT Angkasa Pura mengenai rencana pembebasan lahan. “Jadi, tinggal menunggu proses pembebasan mengacu sesuai aturan karena tanah itu milik pemerintah,” tambahnya.

Tak hanya itu, tim appraisal independen yang bertugas menaksir harga lahan juga sudah diturunkan sehingga harga pembebasan lahan bisa ditetapkan. Mseki demikian, ia mengaku kurang mengetahui teknis pembebasan lahan karena lahannya milik pemerintah, tetapi tim appraisal sudah melakukan perhitungan harga tanah sehingga bisa dijadikan patokan harga.

“Kami berani menyetujui pembayaran tanah yang dibebaskan karena sudah sesuai dengan Perpres Nomor 65 tahun 2006, sehingga tidak ada yang salah dalam proses pembebasan termasuk pembayaran,” tandasnya.

Sebelumnya, General Manager PT Angkasa Pura I selaku otoritas Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Gerrit Mailenzun menuturkan, anggaran pembebasan tanah yang disiapkan sebesar Rp290 miliar diperhitungkan untuk pembelian tanah yang dibebaskan seluas 102 hektare sebesar Rp255 miliar, bangunan seluas 409 buah sebesar Rp67 miliar dan tanam tumbuh sebesar Rp1 miliar. “Dana sudah disiapkan dan dicairkan sesuai jumlah luasan tanah yang dibebaskan. Jika alokasi dana tersebut kurang maka kami minta tambahan ke Kementerian BUMN dan Direksi PT Angkasa Pura,” pungkasnya. []

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: