Sosialiasi HIV/AIDS Masih Terkendala Dana

Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Banjarbaru Edi Sampana mengatkan, kecendrungan masayrakat yang teridap HIV/AIDS tak hanya karena hubungan seks, transfusi darah, tetapi juga karena penggunaan narkoba. Menurutnya tinggi angka peredaran narkoba di Banjarbaru menjadi faktor peluang utama penularan HIV/AIDS. “Terutama penggunan jarum suntik. Meskipun pengguna narkoba yang tidak menggunakan jarum suntik secara langsung tak terjadi penularan HIV/AIDS, namun tetap saja, pengguna mengalami tingkat kesadaran yang rendah setelah mengkonsumsinya. Jadi, bisa mengakibatkan terjadinya seks bebas yang berujung pada kemungkinan besar tertular HIV/AIDS,” tandasnya kepada wartawan, kemarin.

Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat seluruh kalangan agar menghindari segala macam bentuk penularan HIV/AIDS yang secara langsung atau tidak langsung. “Kita masih mengalami kesulitan melakukan sosialisasi. Karena dorongan dan bantuan dari segelintir pihak masih kurang. Sementara tempat yang menjadi sumber penularan banyak. Kita masih bisa fokus sosialisasi ke lokalisasi dimana ada pekerja seksnya. Itu karena kita masih kekurangan bantuan tenaga terutama dana,” kilahnya.

Ia berharap semakin banyak pihak-pihak yang peduli dengan pencegahan HIV/AIDS, terutama di Kota Idaman. “Dan mulalah dari rumah tangga serta keluarga. Menjaganya dari dari lingkungan berpotensi terhadap penularan,” ingatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: