Terkendala Ahli Waris

Telah berkali-kali, pembangunan salah satu puskesmas di Kecamatan Cempaka tak rampung alias selalu putus di tengah jalan. Entah apa sebabnya, namun Camat Cempaka Masjudin lebih mempersoalkan urusan kepada saudagar tanah di cempaka yangt tak beres. “Mungkin karena itu pembangunan Puskesmas Cempaka terhambat,” katanya kepada wartawan, belum lama tadi.

Menurutnya, keadaan fisik bangunan yang terlihat sengaja digagalkan itu sisi lain dari banyaknya bangunan fasum yang berhasil rampung di Kecamatan Cempaka. “Sebenarnya perbaikan jalan, pengaspalan dan darinase tak bermasalaha,” tambahnya.

Dibeberkan Masjudin, tuan tanah yang biasa disebut sebagai ahli waris lahan eks perkebunan sawit itu adalah H Abd. Namun demikian, yang bersangkutan tak pernah mengaku berupaya merusak bangunan atau mengagalkan proses bangun puskesmas yang berdiri di tanahnya saat diintrogasi polisi.

Malahan ia bersedia menyelesaikan masalah tanah itu dengan syaraat Walikota Banjarbaru yang turun tangan langsung tanpa perwakilan dari staf ahli atau yang lain.

kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Banjarbaru Drs Thalmi Hasani Msi mengatakan, Pemko Banjarbaru sudah melakukan pinjam pakai terhadap tanah yang di atasnya akan dibangun ruang perawatan tambahan tersebut satu paket dengan puskesmas yang terdahulu, juga kantor kecamatan dan kelurahan yang letaknya berdekatan. “Kita masih lagi menunggu keputusan dari pemerintah pusat tentang pemberian hak tanah yang 30 persen terhadap ahli waris, sebab kasus itu sudah termasuk urusan negara,” terangnya. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: