Arie: Mutu Pendidikan Biar Masyarkat Yang Menilai

Terkait Keputusan MK Hapuskan RSBI
Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan Pasal 50 ayat 3 Undang-Undang No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menjadi dasar pembentukan RSBI dan SBI, artinya keberadaan RSBI dan SBI dihapuskan dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Pencabutan atau penghapusan RSBI menimbulkan reaksi pro dan kontra di berbagai pihak yang berkaitan. Tak luput juga, sebagaimana keterangan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Drs Ahmadi Arsyad yang justru menyiapkan RSBI menjadi SBI di tahun 2014 harus kandas di awal tahun ini.
Menyikapi keputusan itu, Kadisdik Kota Banjarbaru Drs Ahmadi Arsyad mengaku tak mempersoalkannya. “Keputusan itu memang sudah dari pusat. Tapi kita di daerah tentu harus menindak lanjuti lagi. Namun, untuk peningkatan mutu dan kualitas tentu sudah kita antisipasi,” ujarnya ketika dihubungi penulis hirangputihhabang.wordpress.com, Kamis, (10/1), kemarin.
Menurutnya, dihapuskannya sistem RSBI tidak masalah, asalkan peningkatan mutu di tiap sekolahan tetap dijaga sebagaimana juga yang terjadi di RSBI Idaman yang terletak di Jalan RO Ulin Kota Banjarbaru. “Penginkatan kualitas dan mutu saja yang kita lanjutkan tapi status sekolahan biasa. Bukan lagi RSBI,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Drs H Arie sophian Msi menganggap RSBI Idaman tersebut memang telah gagal dari tahun-tahun sebelumnya. “Makanya anak saya yang awalnya memang bersekolah di RSBI Idaman saya pindahkan. Saya yakin saat hal ini terjadi karena diaunlis sebagai diskriminasi sosial dan pendidikan. Maka benar saja, seiring dengan keputusan MK di pusat bahwa RSBi dihentikan,” jelasnya.
Menurut Arie, efek dari keputusan penghapusan atau pemberhentian RSBI tersebut kemungkinan akan memuinculkan pro dan kontra dari orang tua siswa atau bahkan dari siswanya. “Karena ada yang mengatakan RSBI memang baik dalam segala hal. Tetapi ada juga yang mengatakan buruk. Niat pemerintah untuk mengingkatkan kualitas penidikan melalui RSBI itu bagus. Hanya caranya yang salah. Caranya mengadakan membentuk sebuah sekolah yang dalam pelaksanaannya justru menimbulkan diskriminasi baik terhadap siswa, guru, fasilitas, dan lainnya justru tak berjaln baik,” paparnya.
Selain itu, ia berasumsi peraturan perundang-undangan bermaksud agar di daerah tidak boleh melahirkan sesuatu yang bersifat diskriminasi. “Nah ini kan UU yang melahirkan RSBI/SBI dianggap diskrimuinatif. Itu yang tidak boleh. Suka tidak suka kita harus terima,” tegasnya.
Ia berharap nantinya akan ada eks RSBI tetapi mekanisme rekurtmen siswa,  sarana pra sarana, tidak sebagaimana sistem RSBI. “Ya mungkin menjadikan sekolah unggulan semisal siswa-siswa dengan nilai terbaik dikumpulkan di sekolahan itu. Soal penilaian bagus atau tidaknya biarlah masyarakat yang menilai, katanya.
Artinya, kata Arie, pasca keputusan dari MK tersebut diterima maka pemerintah tak lagi berhak mencap lebel sekolahan itu baik atau tidak. Tersebab penilaian yang terbaik adalah dari masyarakat. “Kalau orang tua siswa yakin anaknya memiliki kuialitas di atas rata-rata, bisa saja orang tuanya yang mengarahkan tanpa unsur paksaan. Atau untuk menunjang mutu dan kualitas pendidikan khususnya wilayah kita Kota Banjarbaru, bisa saja para guru dan tenaga pengajar yang berkompeten S2 linier disebar didrop ke SD lainnya,” imbaunya.
Ia berharap, justru dari sinilah akan munccuk kompetisi peningkatan mutu yang fair. “Tidak yang terjadi belakangan, pemerintah justru mendikte RSBI yang terbaik dan kompetisi peningkatan mutu pun tak jalan. Penilaian mutu sekolahan itu biar masyarakat yang menilai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: